Showing posts with label Jeddah. Show all posts
Showing posts with label Jeddah. Show all posts

Day 10 JED-CGK

24 Agustus 2010

Akhirnya... saatnya pulang! Yayyy!

Pagi-pagi ada berita nggak enak karena salah satu tante ibunya meninggal dunia. Jadilah prioritas pertama mencarikan tiket tercepat karena pesawat kita jam 21.00.

Setelah kehebohan usai, jalan-jalan dikit ke toko 2 riyal sebelah hotel. Untuk beli celana d*lem. Abis bok!

Note to self: Apapun yang terjadi, kemanapun, harus bawa 1 stel baju ganti, 1 baju tidur, 1 stel baju dalam dan seperangkat alat mandi dan kecantikan.

Di pesawat (kali ini ngga dapet tempat duduk di lantai 2. Huuu... sedih) dikasih makan super sering dan super banyak. Sungguh kenyang! Tante sebelahku memberikan berbagai resep masakan dan mengundang ke rumahnya untuk belajar masak. Hihihi. I will Tante :)

Sesampai di CGK jam 11.45 am, langsung telp Tumbelina. Kata pertamanya: "Bonjourrrnoo..". I love him!

Agak deg-degan menanti kehadiran bagasi. Karena percayalah kalau bagasi itu hilang... bisa nangis darah. Untungnya sang bagasi tak kurang suatu apapun. Berpelukan dan bercipika cipiki dengan om, tante dan teman-teman. Sedih juga :')

to be continued...

Day 9 - Stranded in Jeddah

23 Agustus 2010

Rencananya hari itu naik pesawat jam 3 pm untuk transit di Dammam dan langsung Cengkareng.

Akan tetapi, karena satu dan lain hal... Boarding jam 3 kita baru mau masuk ke ruang boarding jam... tiga kurang sepuluh!

Dan tertolaklah kami satu rombongan.. What a birthday gift!

Apa kabar dengan bagasi? Bagasi sudah sampai di Ad Dammam ajah. Oh noooo...! Semua belanjaan ada disana! Dan karena tingkat security diri terlalu tinggi, kita cuman bawa tas selempang aja. Ngga ada hand carry. Which means... Nggak ada baju dalem, baju, sabun, sabun muka, shampoo, sikat gigi, odollll... Aaaaaa!

Nginep di hotel yang oleh panitia sengaja dipilihkan pas di belakang Balad. Tapi sungguh, jiwa dan raga sudah terlalu lelah untuk belanja. Kamipun absen makan bakso Mangoedin dan berbelanja malam malam. Keesokan hari-nya pun belanjanya nitip aja hihih.

Panitia cukup manis, pagi-pagi sudah mengetuk pintu dengan membawakan sikat gigi dan odol :) Eh, tapi Tumbe juga manis.. Kan sebelumnya rencana dari airport ke rumah mau naik taksi aja, daripada ngerepotin. Tapi Tumbe insist Pak Adi untuk jemput kita. Karena menurut perkiraan dia kita pasti capek :) Kiss to Tumbe!

to be continued...

Day 6 - A Love Lesson at Corniche

20 Agustus 2010

Wanti-wanti dari Jakarta dan Canberra adalah: "Jangan dipaksain kalau nggak kuat".

Sesampai di Jeddah, langsung mengurus extend stay 1 malam lagi (biaya sendiri) dengan pertimbangan: (i) terlalu lelah untuk kembali ke Mekkah hari itu juga; (ii) ah, Jeddah kan kota internasional.. Buktinya tadi ada bule di reception; dan (iii) Jeddah-Mekkah kan cuman 1 jam ini. .
Untung selain me and Mijn Moeder ada pasangan suami-istri yang berpikiran sama. Yay! Ada temennya!

Mijn Moeder istirahat seharian sementara Siti Rahmah kembali. Menjelajahi Al Balad untuk membeli parfum-parfum, cokelat-cokelat, baju-baju dan kurma-kurma. Ditutup dengan makan Bakso Mangoedin, sebuah kedai bakso rasa Indonesia dengan porsi Arab. Cocok lah sama yang beginian :p

Jam 10.30 malam ketika kami bersiap tidur, telephone hotel berdering. Aha! Ajakan jalan-jalan dari kamar sebelah! Siap Oooomm... 5 menit lagi yaa!

Dan kami berempat-pun menjelajahi Corniche.

Tumbe ketiban untung, dapet sepatu basket! Waktu pemilihan sepatu kan pilihannya Adidas dan Nike. Yang Adidas harganya separo harga Nike. Om dan Tante Romantis memberi petuah "Mbak, kalo memberi sesuatu untuk suami harus yang terbaik..".

Ok Om & Tante, well noted. Semoga aku dan Tumbe bisa seperti Om dan Tante yaa... Saling memuja dan saling jatuh cinta terus.



to be continued...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects