Menjelang beranak dua, terus terang.. Ndredeg.
Ini sanggup nggak sih?
Tapi katanya, kalau dikasih tanggung jawab biasanya dikasih reward yang lebih besar. Semacam naik pangkat artinya naik gaji gitu ya? Ini pernah disampaikan Om Wijanto waktu kita bangun rumah dan Litu belum ada. "Tenang aja Tami, Nita.. Kalau Tuhan kasih tanggung jawab, pasti juga kasih rejeki." Aamiin Om :D
Tapi sebegitu percayanya atas ungkapan diatas, ndredeg tetep ada. Namanya juga perempuan. Walau slebor begini tapi kerjaannya mikir, mikir dan mikir. Uang, tentunya bukan segalanya. Tapi tetep aja bok. Ujung ujungnya duit sebagai solusi dan pembawa kenyamanan. :D
Pertanyaan berikutnya adalah: fairness. Bisa fair nggak antara #LDS dan #AmLet? Untuk mencapai kefairness-an ini juga kan dibutuhkan sokongan dana yang harus dipikirin juga ya. Hosh.
Yah pokoknya, ujung ujungnya duit sih pada akhirnya hihihihih.
Detik ini, yang lagi dipikirin adalah yang paling di hadapan mata, car seat. Yailah. Ribet amat ya mamak? Hihihi. Soalnya, car seat training buat LDS sudah berhasil dan harus dipikirin car seat buat adiknya. Kalau stroller, baby box dll nggak dipikirin sama sekali. Soalnya? Pake punya Mbak Titu juga nggak papah. Nggak ada safety concern-nya :p
Ada beberapa alternatif solusi:
Sampai kesandung di postingan seseorang di forum.
Ceritanya ada seseorang yang mobilnya belum ada seatbelt-nya. Terus, sebelum anaknya lahir, dia ke bengkel pasangin seat belt di jok belakang. Ketika saat belanja tiba, suami istri pergi ke Mothercare dan milih-milih car seat. Jatuh hati sama Britax, tapi harganya 5.4jt. Keluar toko, muter mall sambil merenung dan rembugan. Mampu atau nggak? Penting atau nggak? Beli apa nggak? Kalau beli, dana lain apa yang ditekan? Pada akhirnya, pasangan bijaksana ini memutuskan untuk membeli car seat idaman mereka itu dengan berbagai pertimbangan, salah satunya safety first. Pas sampe di cashier, car seatnya diskon 50%!!! Padahal periode diskonnya udah lewat! Kata cashier-nya ada kesalahan sistem jadi harganya masih harga sale.
Ya ampun, rejeki anak!!!! :')
Pelajarannya: set your priority.
Yah, begitulah renungan pagiku pagi ini. Sedikit mellow karena cuaca dan kondisi-kondisi yang tengah terjadi minggu ini.
Kalau ada yang mau bantuin (i) kasih saran tentang car seat; dan/atau (ii)doain me and Tumbe untuk bisa menjadi orang tua yang: tangguh, kuat dan adil dalam membesarkan anak-anak, percayalah akan good karma. Kami akan mendoakan kembali dengan setulus-tulusnya! :*
Ini sanggup nggak sih?
Tapi katanya, kalau dikasih tanggung jawab biasanya dikasih reward yang lebih besar. Semacam naik pangkat artinya naik gaji gitu ya? Ini pernah disampaikan Om Wijanto waktu kita bangun rumah dan Litu belum ada. "Tenang aja Tami, Nita.. Kalau Tuhan kasih tanggung jawab, pasti juga kasih rejeki." Aamiin Om :D
Tapi sebegitu percayanya atas ungkapan diatas, ndredeg tetep ada. Namanya juga perempuan. Walau slebor begini tapi kerjaannya mikir, mikir dan mikir. Uang, tentunya bukan segalanya. Tapi tetep aja bok. Ujung ujungnya duit sebagai solusi dan pembawa kenyamanan. :D
Pertanyaan berikutnya adalah: fairness. Bisa fair nggak antara #LDS dan #AmLet? Untuk mencapai kefairness-an ini juga kan dibutuhkan sokongan dana yang harus dipikirin juga ya. Hosh.
Yah pokoknya, ujung ujungnya duit sih pada akhirnya hihihihih.
Detik ini, yang lagi dipikirin adalah yang paling di hadapan mata, car seat. Yailah. Ribet amat ya mamak? Hihihi. Soalnya, car seat training buat LDS sudah berhasil dan harus dipikirin car seat buat adiknya. Kalau stroller, baby box dll nggak dipikirin sama sekali. Soalnya? Pake punya Mbak Titu juga nggak papah. Nggak ada safety concern-nya :p
Ada beberapa alternatif solusi:
- Sewa Maxi Cosi Cabriofix dari www.bayibayiku.com atau www.bayibayiku-tangerang.com untuk Amaya. Lumayan kan dapet keamanan yang disodorkan car seat khusus infant tanpa harus beli? Nanti kalau udah kekecilan baru mikir lagi dan upgrade Combi Coccoro Litu (0-18kg)
- Sewa Coccolate Omni Guard (0-18 kg) untuk Litu. Jadi, adiknya langsung pake Combi Coccoro Lituhayu. Nah, rela nggak nih kakaknya? Car seatnya dipake adiknya?
- Beli Coccolate Omni Guard buat Litu? Kemarin sih udah dicobain (tes sewa 2 minggu). Litu tampaknya happy happy aja karena tinggi dan bisa liat mobil-mobil lain.
- Atau, idealnya.. Upgrade car seat Litu ke Britax Evolva (9-36 kg) atau apapun yang 9-36 kg lalu Amaya pake Combi Coccoro. Walau ada kemungkinan Litu bete car seat dipake adiknya, paling nggak ibunya nggak merasa terlalu bersalah dengan gantiin punya Litu pake barang sewaan hehehehehe.
- Beli yang biasa aja. Car seat is car seat. Daripada nggak ada sama sekali.
- Beli yang premium. Kalau ada car seat yang harganya 5x harga car seat lainnya. Nggak mungkin nggak ada alasannya. Safety first, anyone?
Sampai kesandung di postingan seseorang di forum.
Ceritanya ada seseorang yang mobilnya belum ada seatbelt-nya. Terus, sebelum anaknya lahir, dia ke bengkel pasangin seat belt di jok belakang. Ketika saat belanja tiba, suami istri pergi ke Mothercare dan milih-milih car seat. Jatuh hati sama Britax, tapi harganya 5.4jt. Keluar toko, muter mall sambil merenung dan rembugan. Mampu atau nggak? Penting atau nggak? Beli apa nggak? Kalau beli, dana lain apa yang ditekan? Pada akhirnya, pasangan bijaksana ini memutuskan untuk membeli car seat idaman mereka itu dengan berbagai pertimbangan, salah satunya safety first. Pas sampe di cashier, car seatnya diskon 50%!!! Padahal periode diskonnya udah lewat! Kata cashier-nya ada kesalahan sistem jadi harganya masih harga sale.
Ya ampun, rejeki anak!!!! :')
Pelajarannya: set your priority.
Yah, begitulah renungan pagiku pagi ini. Sedikit mellow karena cuaca dan kondisi-kondisi yang tengah terjadi minggu ini.
Kalau ada yang mau bantuin (i) kasih saran tentang car seat; dan/atau (ii)doain me and Tumbe untuk bisa menjadi orang tua yang: tangguh, kuat dan adil dalam membesarkan anak-anak, percayalah akan good karma. Kami akan mendoakan kembali dengan setulus-tulusnya! :*


















