Showing posts with label MPASI. Show all posts
Showing posts with label MPASI. Show all posts

Friday Chat

Dari dulu, pertanyaan yg paling dibenci saat saat kencan pertama adalah: "Suka musik apa?" Susah bgt tuh pertanyaan basa basi yg ditujukan utk memulai percakapan. Asli, susah. Karena..

I don't listen to music, nor TV.

Daripada dengerin musik di mobil mendingan ngobrol tau. Daripada nonton konser mendingan pacaran tau (walau kl nonton konser bisa dipeluk syahdu dari belakang ya dan sok melankolis menatap panggung yaa.. Tapi peluk dari belakangmah di mall aja deh.. Nggak berisik!) Hahahaha. Kasian ya Tumbe, bininya anti musik, anti TV dan anti bioskop pula. Sungguh nggak seru.

Tapi namanya juga udah kawin ya bok. Harus terima apa adanya kali, ah. Walau pasti ada fleksibilitas lah. As long as nggak kekencengan volumenya, boleh lah musik di mobil. As long as it's 311, boleh lah ntn konser. As long as ceritanya bagus, bolehlah nonton bioskop. Tapi tetep aje, nggak seru amat. Hihihi.

Tadi malem, pulang makan Din Tai Fung, radio nggak dinyalain n kita ngobrol. Just the way, ahak ahak.. I like it!

Topiknya ttg makanan, sejarah dan suku. Wohoo orgasmic yaaaaa...

Kesimpulan-kesimpulan sotoynya:

1. Kenapa makanan Jawa Tengah cenderung manis? Karena kompeni banyak basenya di Jateng dan bangsa kita serve makanan mereka. Kompeni mau nggak mau lebih advance taste-nya dan memang penambahan gula di rasa asin bikin jadi gurih.

2. Kenapa makanan di daerah pesisir pasti asin n ga pake gula? Karena deket laut dan produksi garam.

3. Kenapa orang Palembang bisa sarapan Pempek dan Pempek itu bagai pasta yang 1 jenis berbagai bentuk? Ini nggak tau sih. Apa jaman dulunya ga ada sawah ya? Jadi makan tepung n karena di pesisir dicampur ikan gitu?

4. Mengapa makanan Sunda keringan n ada lalap? Soalnya rimbun. Hahahaah.

5. Mengapa ada Selat Solo, Sup Galantine, Setup Makaroni? Karena kompeni menduduki Solo.

6. Mengapa Setup Solo pakai garem dan telor (serta bubuk kaldu) instead of cheese? Karena makanannya londo tapi orangnya Indonesia dan saat itu ga mampu beli keju.

7. Mengapa kita dijajah lama oleh kaum Londo? Karena ikan asin aja kita sebut gereh. Yang artinya lauk dalam bahasa Belanda. Sementara orang Londo nggak yakin deh ada yang makan nasi sebakul dengan gereh doang. Secara nutrisi, udah kalah ya sama yang makan gandum dan daging.

8. Mengapa anak muda Manado masih banyak yang bisa masak resep original Manado? Karena sistem kekerabatan yg kuat melalui perkumpulan n party2 dari kecil yang menghidangkan ayam woku, paniki, klapertaart dll membuat mereka pingin makan makanan mereka terus. Hebat!

9. Mengapa kalau kita makan nasi panas, sambel dan ikan asin bisa nambah dua bakul? Karena our body craves for protein. Dan nggak makan protein bikin laper loh.

10. Mengapa ada kerupuk? Soalnya biar kenyang dan enak. Coba kalo makan soto ayam dicelup kerupuk putih. Kenyang dan enak sempurna kan? Jadi bisa mengalahkan craving protein (ayam cuma disuir). Dan kurang protein menyebabkan apa? Ya ujung-ujungnya menjawab kenapa ada yg lebih hebat dari bangsa kita in general.

11. Mengapa Perancis bisa merasa dirinya creme de la creme dunia kuliner? Karena mereka bisa spare waktu melakukan garnish dan hidangan cantik (yg artinya makan bukan cuma buat bikin kenyang belaka tapinada experience-nya). Karena raw material mereka butuh effort besar. Bukan cuma hati ayam, tetapi foie gras. Butuh proses untuk sebuah raw material. Karena mereka bisa punya waktu nyiapin 13 courses. Karena dessert mereka bukan hanya buah potong, tetapi another complicated process.

12. Mengapa makanan Ethiopia (kita udah pernah coba makanan Ethiopia sekali) cuma mblek mblekan dan taste kurang oke? Buktinya susah cari resto Ethiopia kan? Ya karena mau makan aja susye ye.

13. Mengapa makanan India kaya rempah, dan India banget? Mengapa nggak keliatan adanya asimilasi budaya di makanan India? Karena India jajahan Inggris yg agak di abandon.

14. Mengapa Jepang bisa stand up di antara Asia dan bisa perang lawan Amerika? Karena makan ikan mentah dan makanan lainnya bukan tipe nget-ngetan yang makin di angetin makin enak.

15. Mengapa burrito dan fajita isinya sama? Karena Mexico juga negara ketiga. Gimana bisa ada nasi sebanyak itu dicampur dan dilipet dalam burrito? Biar kenyang dan beres urusan. Karbo aja dibanyakin dan kembali kerja, kerja, kerja. Nggak ada waktu!

16. Mengapa Cina bisa, by fact, menguasai dunia? Liat aja makanannya. Berbagai bahan makanan bisa diolah. Sayur, jamur, ayam, ikan, daging, babi, telur, tepung, udang, belut, burung, kepiting, bahkan kambing loh (walaupun jarang ada di ordinary chinese resto). Segala mie rootnya dari Cina. Mau namanya spageti kek, udon kek, soba kek, mie telur apalagi.

17. Mengapa negara 4 musim relatively lebih maju dari 2 musim? Karena mereka harus bisa planning yang bagus. Kapan harus makan apa, kapan harus nimbun makanan, bagaimana bisa survive?

18. Mengapa Norwegia jadi negara terendah korupsi dan teranteng dengan tingkat kehidupan tertinggi? Wild Norwegian Salmon? Mereka sekarang anteng karena Omega 3 bikin emosi stabil kali ya?

19. Mengapa Eropa bisa punya armada laut yang kuat dan bisa menjajah kemana-mana? Karena siapapun yang akhirnya memiliki armada kuat dan menjajah itu telah memenangkan konflik dan kompetisi di benuanya. Jadi? Konflik dan kompetisi penting ya? Dengan populasi lebih rapat, gesekan lebih banyak, masalah lebih banyak dan beragam, konflik lebih intens, kompetisi lebih tinggi, lalu lahirlah sang pemenang. Dalam setiap masalah pasti ada buah pemikiran. Bukankah ada kisah yang dishare Leija dimana ikan ikan pada lemes dan mati ketika dibawa melalang buana tapi setelah dicemplungin hiu si ikan-ikan malah pada seger dan nggak ada yang mati? Hello, Tiger Mom :)))

Tau-tau udah sampe rumah nggak nyalain musik. Makasih Tumbe obrolan sotoy tadi malem. Makasih juga kemaren ngigo-nya "Garem Litu abis?" Yang artinya sudah menasbihkan dikau menjadi MPASIzilla Laki Laki!!! Couldn't be more proud!

Sekarang sabtu pagi jam 6.30. Saatnya mandi dan nemenin Mijn Moeder ke Kelas Masak Diabetes.

Have a nice weekend and please do share ur toughts over our silly toughts!

#MPASIZilla: Breakfast Part Deux

As a true MPASIZilla. Aku gamang. Gamang asli. Sarapan apa ini anak-anakku?

Jadi gini, waktu lagi nyusun menu makan Amara 9 bulan cek referensi bule mengenai porsi dan menu makanan untuk seusianya. Menu bule, laper banget deh. Pagi kurang lebih ya cereal, buah, yoghurt, telor. Sementara melirik ke menu Amara, nasi coklat, sayur 3 warna dan daging/ayam. Porsinya geday lagi. Seyem.

Ini sampai kebawa mimpi. Sungguh. Bukan masalah cuma sarapan aja. Tapi mana manusia yang lebih unggul sekarang. Bule apa lokal? Apa iya, sarapan simple karena disana nggak ada pembantu? Jadi tinggal buka, tuang, beres? Kok, rasa-rasanya bule masih lebih unggul ya? Ya nggak Tumb? Lalu dijawab: "Nggak Gic, yang pinter itu anak-anak Jepang, Korea sama Cina. Mereka kayanya makan paginya berat deh. Liat aja di stall sarapan Jepang, Korea, Cina kalo sarapan di hotel." Prok prok prok. Cerdas Tumbelina! Kamu sarapannya apa sih?? "Nggak sarapan, istri nggak buatin" ujar Tumbe.

Walau Tumbe sudah bersabda, tetep masalah sarapan belum terpecahkan. Kalau anak-anak kebiasaan makan pagi berat, dan ternyata bukan itu yang terbaik gimana?

Pernah juga eksperimen. Pagi cuma makan roti, honeystars dan susu. Yailah.. Masuk angin giling! Akhir hari kerokan dan janji nggak lagi-lagi deh begitu. Ini juga jadi concern. Kalo pola makan pagi berat bikin gampang masuk angin begini, nanti anak-anak gimana? Jangan ngikutin mamanya dong.. Bulan madu 2 minggu nggak ketemu nasi aja merana. Jadi mana yang terbaik dong?

Jadi, kita tanya dokter lagi deh. Asli, masalah sarapan di hidup anak-anakku ga kelar-kelar. Dulu udah bahas disini padahal http://nitasoesabdo.blogspot.com/2012/10/mpasizilla-breakfast.html. Tapi kok masih galau aja.

Q: Dok, saya bingung deh. Kenapa di referensi bule sarapan selalu ringan dan isinya cuman cereal, buah, yoghurt, telur ya Dok? Kok, menunya Amara berat banget? Yang lebih baik yang mana?

A: Yang berat lebih baik Bu.

Q: Kenapa tuh Dok?

A: Karena, di luar negeri grains-nya sudah difortifikasi. Kita belum, jadi harus banyak yang mengandung zat besi. Yaitu daging dan sayur.

Q: Tapi Dok, katanya pencernaan belum maksimal Dok, di pagi hari?

A: Nggak benar itu *senyum*

Q: Kalau masalah porsi makan gimana Dok? Saya agak takut juga sih Dok. Soalnya Amara makan kentang bisa sebiji sendiri. Terus ayam kampung sehari abis untuk berdua. Itu bikin jadi lambung melar apa nggak sih Dok?

A: Nggak papa kok. Kalau kenyang juga dia nolak. Kebutuhan makannya sekali makan segelas Aqua.

Oh.. Jadi, bener ya selama ini. Makan pagi makan berat. Hore!

Bonus tentang ASI:

Q: Dok, sekarang kan ASIP untuk Amara 600ml yah perhari 12 jam saya tinggal sementara persediaan menipis. Sebenarnya, mana yang lebih bagus: (i) sekarang tetap dipenuhi per hari 600ml lalu nggak sampai setahun ASIP saya habis dan terpaksa sambung formula; atau (ii) sekarang saya irit-irit cuma kasih 300ml dan perbanyak makan tapi sampai setaun bisa full ASI?

dijawab dengan mantap:

A: Sehari tetap 600ml dan kalau habis disambung formula. Yang penting kebutuhan sekarang terpenuhi. Nanti urusan nanti, jangan mempertahankan label ASI tapi kebutuhan tidak terpenuhi.

Tajam, ringkas, terpercaya. Sedikit dingin, tapi I love you Dok :D

#MPASIZilla: Travelling

Kemarin kita habis jalan-jalan ke Bali selama 5 hari. Karena kita kesana dalam rangka kawinan, jadi Mbak Leha diajak.

Ini pengalaman pertama Amara naik pesawat. Juga pengalaman pertama Litu naik pesawat secara sadar. Mukanya hepi banget pas take off sambil meluk muka papanya. Kayak lagi naik kuda-kudaan gitu. Kalo Amara, kalemnya membahagiakan. Take off tidur, landing nyengir-nyengir tanpa nenen. Pas pulang juga take off landing nyengir-nyengir nggak nenen dan nggak nangis sama sekali. Jadi inget perjalanan Litu naik pesawat yang ini.

Dulu, Litu ke Singapur akik bawa frozen home made MPASI. Yang, ditolak mentah-mentah sama dese. Giliran room service pesen steak dan steamed veggies, lap lep lap lep. Hohoho. Sekarang, tidak begitu ceritanya Amara. Kubawa: Slow Cooker, Hand Blender dan tentu saja, the magical Mbak Leha! Hihihi.

Bahan makanan yang dibawa dari Jakarta cuman beras coklat. Sisanya, beli di Bali. Tenderloin murah loh disana. 37rb.

Jadi, begitu landing dan naik mobil sewaan (Oh, Litu nangis kejer btw. Dia nggak mau naik mobil sewaan.. Maunya naik pesawat!), kita check in ke hotel sementara Mbak Leha dan supir ke supermarket belanja sayur mayur. Disana, ketemu temen-temen yang bawa belanjaan bayem, brokoli, salmon. Hahahaha. Hebatt ibu-ibu!

Travelling with MPASIbaby yang makannya udah 3 kali sehari. Malem bikin bubur di slow cooker, hampir pagi cemplungin daging dan pagi cemplungin buncis. Di blender tetep masing-masing. Itu untuk sarapan. Makan siang, mengulang menu pagi hari? Oh, buat apa ada Mbak Leha? :))

Makan siang jadinya ngikutin orang tua. Misalnya, kita makan iga bakar di Warung Iga Jimbaran. Litu seporsi, Tumbe seporsi, Akik seporsi, Amara 1/2 alpukat yang beli di restoran. Hihihi. Ini nggak terjadi di jaman Litu. Soalnya waktu Litu dulu 7 bulan yang makannya: karbo, protein, lemak dan sayur beserta 2x makan buah. Sementara ini 6 bulan menuju 7 bulan. Jadi makannya 3x dan makan siangnya masih buah :D Makan malem? Sore udah balik ke hotel dan masak Oatmeal di slow cooker. Tinggal cemplungin daging + sayur. Untung slow cookernya bisa disetel High jadi cepet mateng. :D

Amara yang sebelumnya ogah-ogahan makan dan hanya mau makanan yang bukan makanannya seperti remote, tangannya, tangan Litu, boneka, ternyata di Bali lap lep lap lep. Horeee! Seneng dia jalan-jalan.

Sekarang bulan ke tujuh, jadwal makan sebulan sudah approved by dr. Y. Sehari 3x makan besar lengkap karbo, protein, sayur dan 2x snack buah.

Nggak terlalu susah ternyata :D

I love you, Amara :*

#MPASIzilla: All Over Again!

Beberapa bulan sebelum MPASI Amara, mulai nanya-nanya. Ada pakem yang berubah nggak dari jaman Litu? Soalnya 2 tahun kan waktu yang cukup panjang dan bisa terjadi perubahan-perubahan pakem dalam dunia kesehatan. Buktinya Dokter Twit yang dulu nyuruh Litu makan buah dulu (apel/pear nggak dikukus) sekarang berpaling ke beras :p

Kali ini lebih mantap persiapan MPASI karena dapet email dari dokternya Amara yang isinya petuah dan simulasi jadwal. I lopyu! Selain itu juga karena Leija udah kadoin Combi Step Up Cooking Set waktu Amara lahir. Jadi, nggak usah mikir peranti MPASI tinggal hajarr! Makasih yaaa!!


Pertama, beras coklat. Dulu kan ada beras merah, beras putih. Sekarang stick to beras coklat aja terus dan insya Allah sampai dewasa. Karena, kata dr. Y beras coklat lebih oke dari merah dan tentunya putih. Abis beras, langsung butternut squash, kabocha, buncis, alpukat, ayam, pear dan besok pagi mulai oat.

Kenapa di tengah-tengah buah ada ayam/protein? Karena 2 minggu setelah makan kata dr. Y harus mulai makan protein. Terus kenapa abis oat nyempil di akhir bulan ke-6? Soalnya Amara Letitia nggak suka beras coklat. Kalo Lituhayu dulu apa-apa lap lep lap lep, Amara lebih princess dan benci banget sama high chair. Jadi, MPASI Amara lebih menantang daripada Lituhayu.

Untuk Alpukat, suka kesel dehhh.. Udah beli 3 biji dan nyuruh orangnya pilihin. Eh, nggak taunya busuk. Begitu terus berulang kali. Mijn Moeder bilang pilih yang mengkilap dan bunyi koplok-koplok. Mbak Nunung bilang pilih yang bucek dan item. Ah, bingung aku. Yang pasti, ciong lah sama Alpukat. Sampai kemaren tiba-tiba dapet ide. Kalau beli alpukat, suruh pilihin mas-nya terus dibelah langsung disana. Kalo busuk tinteus mau bayar, awas aja lo! Eh, ternyata dengan metode belah di tempat, dua-duanya bagus banget. Nggak jadi deh marah-marah. #PrayForHero #PrayForFoodHall

Untuk Ayam nih masih misteri. Ada bedanya loh beli di pasar sama di supermarket. Di Bintaro itu ada delivery ayam hidup. Jadi dia potong di tempat terus anter ke rumah free. Mantep ya Bintaro *peluk*. Nah, kalau si ayam kampung hidup itu dagingnya keraaas banget dan susah di saring. Kemarin, terpaksa deh keluarin Phillips Hand Blender demi Amara makan ayam dengan jumlah yang proper tanpa ada banyak tangan. Banyak tangan benerrr.. Yang nyaring Mbak Leha, Mbak Ipeh, Akik and Tumbe tapi yang kesaring secimit.  Nah, kalo beli di supermarket entah Ayam Natural atau Ayam Ling Nan, itu dua-duanya empuk dan gampang kesaring. Padahal katanya ayam kampung. Mana yang lebih bagus sih?

Bulan depan mulai pengenalan minyak. Tapi kok Flaxseed Oil Barleans menghilang ya? Di toko organic langganan nggak ada. Di Kemchik nggak ada. Kemaren di Kuala Lumpur nggak nemu. Kalo ada yang liat mau ya dikasih infonya :)


Salam MPASIzilla! :*

#MPASIzilla: Apple Soup

Once upon a time in Singapore, seorang gadis kecil (yang seumur hidup HB-nya nggak pernah normal) tiba-tiba punya HB normal! Waw! Kalah deh susu kuda liar dan makanan makanan menjijikkan yang dicekokin Mijn Moeder dan Bapak Gua selama ini.

Kok bisa HB normal? Tak lain tak bukan karena Ibu Kos di Singapur setiap hari mantengin harus MINUM SUP! DRINK UR SOUP FIRST AH!

Sup yang dibikin sang Ibu Kos adalah sup ala Chinese yang enak banget. Gurih dan enak. Cara makannya adalah diminum. Bahan lain nggak usah ditelen. Ayam-nya lah, barley-nya lah, longan-nya lah, biji anu, biji itu, jamur anu, jamur itu. Jadi, murni airnya aja karena menurut dese, semua itu direbus lama banget dan sari-sarinya udah ada di kuah sup. Makanya, diminum aja pake gelas.

Tiada hari tanpa soup.

Enak banget.

Pic from http://dailycookingquest.com/by-cuisine/chinese/chinese-chicken-herbal-soup

Sampai sekarang penasaran sama resep Chinese Herbs Soup itu. Yang jelas, gurih, manis, nggak amis.

Kemarin kita ada kawinan di Ritz. To my surprise, menghidangkan Chinese Herbs Soup! Pake Chinese Dates dan ayam. Enak deh. Lituhayu suka banget sampe minta nambah. Sementara Tumbe menatap jijik "Litu minum.. Wedang ronde?" Ih Umbi! Itu kan Gou Gi Zie!

Abis itu, semangat deh bikin Chinese Herbal Soup. Bahannya: Ayam 1 ekor, air 1 liter, jamur, go gi zie 1 sdm, garam secukupnya dan apel!

Kenapa apel? Soalnya harus cari yang manis sementara si longan susah ya nyarinya dan yang ada di kulkas apel. Tapi ada juga soup apel di negeri Cina ternyata. Hihihihi.

Caranya: Rebus semua jadi satu, sampai sarinya keluar.

Gimana rasanya? Litu sih suka dan minta lagi minta lagi dan minta lagi. Terutama si Gou Gi Zie yang dia bilang "Mau kacangnyaa.. Kaccaaaangg". Hihihi. Namanya juga Lituhayu. Kemaren ini makan Pear Compote di restoran. Dia lap lep lap lep makan terus. Tapi bilang ke mbaknya gini: "Pearnya nggak enak. Tapi nggak papah deh." Hahahah. My baby :*

Dan, to be frank, rasanya sih jauh dari good. Apalagi kalau dibandingkan sama sup si Auntie. Itu enak banget sih. Aneh aneh enak.

Now, kalau ada yang mau berbagi resep untuk Sup Herbal Cina, akan sangat senang dan bahagia hunting bahannya loh. Dan satu pertanyaan deh.. Waktu di Singapur itu ayamnya ayam broiler dan disini ayam kampung. Kenapa rebusan ayamku amis ya? Sementara disana enggak? Padahal kan broiler? No?

#MPASIzilla: Sup Kacang Ijo

Hari ini, Suster dan Mbak Siti ingkar janji. Pulang kampung katanya balik hari Minggu ternyata molor kabeh...

Jadi deh, pagi-pagi masak untuk makan pagi dan makan siang Lituhayu. Karena jatohnya nitipin anak, standard mau nggak mau diturunin yah. Keterlaluan rasanya kalo menuntut Eyang atau pembantu Bude Ninit masakkin 3x untuk Litu. Tapi, agak kurang tega juga sih kalo Litu makan sayur pagi untuk malam huhuhu. Terserah kebijakan Mijn Moeder aja deh bagimana nanti :p

Gampang kok ya masak buat anak. Cuman butuh kurang dari 1 jam aja.

Sarapan: Nasi + Ati Goreng + Sup Kacang Ijo
Makan Siang: Meatball 4 bola + Sup Kacang Ijo
Makan Malam: Terserah Eyang Koes ajah.

Resep Sup Kacang Ijo:
  • Kacang Ijo direbus sama tulang ayam/daging sampai empuk
  • Masukkin daging/ayam
  • Masukkin sayuran apapun yang ada. Tadi pagi: Kabocha + Brokoli + Tomat
  • Rasain deh, kalau udah direbus lama sampai manisnya ayam keluar.. Gurih loh!
  • Kalau mau tambahkan garam seiprit dan merica.
Untuk Meatball dan Ati dua-duanya digoreng. Soalnya mumpung nggak batuk hihihi.

On Kacang Ijo, pernah nanya dokter:

Me: Dok, kalau sarapan bubur kacang ijo bagus nggak sih?
Dr. Y: Boleeh. Tapi pake daging tetep ya.
Me: Oo, bukan bubur kacang ijo pake santen ketan gitu dok?
Dr. Y: Kalau untuk snack sih boleh-boleh aja. Tapi untuk sarapan sih nggak ya..

Ooo.. Ya ya ya :)

#MPASIZilla: Iron

Waktu kontrol ke dokter, seperti biasa laporan: udah disapih, kembali pake dot, makannya begini, jalannya jinjit, belum sempet screening darah karena sakit terus, blablabla. Terakhir, minta Sangobion. Bu Dokter tercenung. "Tapi kan sudah disapih? Seharusnya kalau sudah minum susu selain ASI nggak perlu suplemen besi lagi. Kecuali kalau hasil screening menunjukkan defisiensi. Hmm.. Ya udah, tapi dosis seminimal mungkin ya, 1 ml."

Hooo.. Gitu.. Kirain masih mindset mamah jaman dulu. Yang bagus ya yang minum suplemen. *tenggak becombion* *nyam* *enak banget*

Litu nih kadang-kadang aneh juga. Doi kan sekarang kalo malem nyuapin obat hamil ke akik. "Pah.. Obat Mamah Pah.."  terus, udah deh Papanya robekkin obat, doi nyuapin satu-satu. Emobion.. Glup! Nulacta.. Hap! Sampai pas Opus yaitu kalsium berwarna ungu, Litu bakal bilang "Yang umu Pah? Obat umu?" Yeayyyy.. Udah tau warna ungu! :))) Rabid lagi deh.

Abis nyuapin obat, dia merengek minta minum obat juga. Dan waktu jaman masih ASI dan wajib Sangobion dia setiap jam 10 pagi emang nunjuk-nunjuk minta minum vitamin sih.. Hihihi. Anak kok kocak bener. Nah, sekarang selain Sangobion doi merengeknya minta minum Praxion alias obat penurun demam loh! Busjett.. Jadi inget, dulu hobi ogut ngumpet-ngumpet makanin bodrexin tablet rasa jeruk. Abis enak banget sih hihihi.

Sekarang pe ernya adalah screening darah Lituhayu dan menentukan langkah berikutnya. Karena Litu ada keturunan darah aneh, jadi screeningnya agak lebih rumit juga.

Pertanyaan selanjutnya adalah: sehari makan daging berapa seharusnya sih dok?
Jawabannya: 100gram sehari.

Oh, banyak jugak.

Minggu kemarin, sambil nengok rumah belanja mingguan di Hero Emerald Bintaro. Pas beli daging: "Mas, tenderloinnya boleh dipotong per 100gr nggak? Soalnya buat bayi nih." Terus si Mas-Mas bilang: "Terus ini semua mau masuk freezer?"

Iyah, selama ini kan ilmu yang didapet daging dipotong per serving, dibungkus plastic wrap dan dimasukkin freezer untuk seminggu.

Terus dia bilang lagi "Bu, kalau untuk bayi kasian. Ibaratnya, daging yang udah masuk ke freezer itu zat-zat yang diinginkan udah ilang semua. Jadi, ya cuman makan ampas daging aja Bu. Kalau masih bayi kasian." Jadi, sarannya.. Walau akan sedikit ngerepotin ibunya. Belanjanya per 3 hari sekali. Karena daging di chiller bisa tahan 3 hari. Huwohhh.. Mas.. Semoga masuk surga yaaa.. Karena berbagi ilmu pada ibu-ibu random :*

Setelah adegan berbinar-binar kepada si Mas Penjaga Daging, langsung pangkas belanjaan. Jadi cuma: Daging giling 100 gram, Tenderloin 200 gram. Udah.

Oh iya, trik supaya anak mau makan daging yang works well for Litu adalah nggak dibikin sop. Selama ini susternya kan disop aja daging. Itu daging seprintil-seprintil kan mungkin aja kebuang karena seiring dengan kenyangnya makan sayur dan kuah.

Jadi deh, wiken kemarin menu makan siang Litu: Nasi Coklat + Meatball 4 bola + Sop Tomat Jamur. Pertama yang dikasih meatballnya (ondol ondol kalo menurut Mbak Siti). Entah pake suapan sop tomat atau nasi coklat. Abis loh doi 4 meatball dalam sekejap. Malah minta "Dagiiingg.. Dagiiingg" Abis itu sisanya santai. Sop habis dan nasi nggak perlu habis. Kenapa sop tomat? Karena tomat kaya akan vitamin C that helps iron absorption.

Besoknya tahuball alias perkedel tahu. Abis 6 bolaaa :)))) Isinya: tahu sutra, telor, daging, bawang bombay.

Semoga dengan perbaikan metode dan menu, Lituhayu bisa nggak minum Sangobion (kecuali ada keadaan anomali). Aamiin..

Resep Meat Ball:
  1. Daging
  2. Kuning Telur sedikit
  3. Bawang Bombay
  4. Bawang Putih dikiiitt
  5. Merica
  6. Garem (kalau mau)
Caranya:
Semua diaduk dan dibuat bola, digoreng pake minyak beras. Kalau mau dipanggang lebih oke lagi.

Resep Sop Tomat:
  1. Kaldu Ayam
  2. Tomat 1 butir
  3. Jamur
  4. Wortel
  5. Bawang Putih
  6. Bawang Bombay
Caranya:
  1. Rebus tulang/daging/ayam, masukkin wortel supaya gurih, bawang putih, bawang bombay, api kecil. Masukkin jamur yg dipotong kicik kicik.
  2. Tomat diparut dan dimasukkan ke rebusan kaldu yang rasanya udah gurih.
  3. Gedein api, rasain, done.
  4. Kalau mau tambahin garam atau keju. Yummy :)
Jadi, sekarang belanja jadi per 3 hari. Kemarin ke Grand Lucky beli ini:
  1. Ceker ayam kampung. Ini bisa buat kaldu beku. Kalo kaldu nggak papah dibekuin karena kata Bu Dokter, yang diambil dari kaldu itu hanya lemaknya aja kok, sisanya tetap dalam bentuk gelondongan. Dan lemak tidak hilang dalam freezer. Rp.10rb
  2. Salmon 100 gram untuk 1 hari Rp.25rb
  3. Daging Giling 200 gram untuk 3 hari Rp.45rb
Kelar deh, belanja 3 harian.
Ebuset, ini blog apa bon pake masukkin harga? :))))))

Note: Ini hanya catatan MPASIzilla yang ingin segala yang terbaik untuk anaknya. Bisa benar, bisa jadi salah. Namanya juga bukan nutritionist, internist, chef :D

#Babymoon: Litu dan Taringnya

Taring Lituhayu tumbuh serentak. Baik taring fisik maupun psikis. Taring fisik juga serentak, 4 taring digabruk tumbuh kabehhhh.. Taring psikis lebih ngeri lagi. Kalau karepnya nggak keikutan, bisa sejam nangis beruraian air mata. Bagaikan jari kejepit pintu deh nangisnya. :|

Pertaringan ini hadir di acara liburan kita. Kuncian anakku yang satu ini sebenernya adalah makanan. Kalo makanan oke, beres lah dia. The problem with our babymoon destination, Singapore, is the food. Bukan, bukan karena rasanya atau apapun loh ya.. Tapi... Coba deh liat di food court sanah, dari dulu sampai sekarang itu.. Piring dan utensilsnya semua basah :s Kadang-kadang ada bekas cabe :s Pernah juga liat mas-mas lagi motong chicken rice, terus tangannya kepotong. Yah, dibuang sih ayam-nya. Tapi tangannnya di lap dan lalu mulai motong lagi. Hueeee... #MPASIzilla galau deh kalo begindang.

Sarapan di hotel juga cukup tegang, padahal tempat oke.. Kita nginep di Shangrila Rasa Sentosa Resort. Semua pelayan di area breakfast bawa boneka tangan buat menghibur anak-anak. Ada area buffet khusus anak juga! Semua piring, garpu, sendok, pisau warna warni. Beragam jenis cereal. Susu macem-macem rasa. Kueh berbagai macam. Semua disajikan di meja pendek yang panjang. Jadi, kayak dessert table anak ulang taun deh yah. Kids friendly banget lah itu.

Hari pertama sarapan, karena Litu kelaperan kita nggak ada yang mandi. Jadi pilih indoor daripada outdoor. Diantara bau waffle dipanggang, denting pisau dan garpu, musik mengalun, aroma kopi menyeruak, keluarga-keluarga bule dengan anak minimal dua yang manis-manis, bayi-bayi yang duduk patuh di high chair sambil makan yoghurt.. Ada Lituhayu Danisha. Bayi Indonesia yang 70% makanannya ada di lantai. Tituuuu!!! Kenapa jadi begini?? Kamu kan princess in training! Udah gitu, nggak mau pulak di high chair. Maunya tuyun atau pangku mamah aja. Bujet.

Tebel muka, ketika berkali-kali petugas kebersihan harus nyapu lantai Titu secara demonstratif.

Tumbe berkesimpulan: "Kayanya kita harus kerasin Litu. Ini kita disetir dia loh. Dia tinggal 'Ngaaaahhh' kita langsung sigap ngikutin maunya dia" Ah, iya. Bener. Noted. Kerasin. Tuh bule2 aja santai. Next time better!

Lalu kita makan siang di Vivo City. Lantai Titu masih penuh nasi ayam dan nggak mau pake high chair. Auntie-nya terbelalak. Kalo di hotel kan kita berkuasa yah.. Jadi santai ngotorin. Nah, kalo di food court? Bujut! Mamanya jiper pas si auntie dateng "Whoa.. So messy lar? Do you need the baby chair or not? Cos now weekend like this ah.. Shortage of baby chair" trs kujawab sambil nunduk. "Sorry Auntie.. Baby chairnya boleh diambil lagi deh. Dipangku aja anaknya." *usep keringet*

Makan malem di Japanese Gourmet Town. Enak deh. Tumbe dan Lituhayu masing-masing makan Japanese sirloin steak with rice sementara akiks demi diversifikasi makan baked rice with seafood. Enak semuah! Steaknya empuk dan lembut. Demi kemaslahatan bangsa, Litu disuapin pake tangan. Tapi tetep, ngamuk-ngamuk parah dan nasi bersimbah di lantai karena doi jg sok2 mau nyuap sendiri dan nasinya panas dan lengket. Kesel gitu dia sama si nasi lengket. *kokop keringet*

"Pangku Mamah" dan "Bawa.. Bawa"

Malemnya, sebelum tidur bilang "Lituhayu.. Litu tadi pinter loh.. Mau jalan-jalan. Tapi makannya kenapa? Besok pinter yah.. Terus kalo mau apa-apa bilang ya.. Jangan nangis. Tapi bilang sama Mamah."

Oh hypnosis.. Aku bergantung padamu.

Sarapan hari kedua. Bule style. Mood udah dibagusin. Udah mandi berendem. Me and Tumbe udah siap menantang maut. U, Baby Litu, duduk di high chair and act like a princess! Kita makan outdoor sambil liat burung, oke? No.. Mommyy...!

Litu memilih ngamuk karena dipaksa duduk di high chair. Sampe malu luar biasa. Diliatin semua mata deh itu kayanya. Lalu auntie spesialis anak datang. "Heyyy youu.. Wanna go with auntie to see the food? You can have all the cereals and throw it to the birds! Come, come with me.." Litu si nggak bisa bahasa Inggris tentu aja nggak ngerti dan tambah kejer nangisnya :))))) Akhirnya si auntie spesialis anak bawain piring garpu sendok dan beragam cereal dan bilang gini "If she wants to throw the food everywhere, it's okay. Kids do that everyday here, okay? Now, baby girllll.. Sit in your baby chair and start the food fight!!" No.. Auntiee...! Aku teriak-teriak ajahhhh..

Sampai ketika udah dalam tahap mau nangis dan mengucap lirih "Duh mak.. Salah apaaa gua sama ibu guaa?" kemudian terdengar suara "tok tok tok" Di belakang parade burung-burung ada BURUNG KASUARI GEDAY BANGET!!! Anjrittt...! Kuku dan cekernya item banget. Litu terkesiap, tapi berenti nangis. Kita berdua mematung.. Lalu the Giant Kasuari mulai makanin froot loops di bawah meja kita. Dan abis itu Lituhayu langsung patuh makan apa aja sambil "Buyunnn.. Nih.. Buyuunnn.." Ngasih makan burung Kasuari :)))))))
 
Akhirnyaaa.. Bisa makan juga (walau was was)
Sebagai anak #MPASIzilla, Lituhayu bisa loh minta "Buwaahh.. Buwaah.. Mau buwah?" Duh makjan.. Mana nggak pernah kasih jus kan ke dese. Jadinya begitu dipesenin jus ya menurut dia belum makan buah :)))))

Suatu hari, kita telat makan karena jalan-jalan ke Underwater World samping hotel dulu. Litu betek liat ikan-ikan. Sebel gitu mukanya. Pas sore-sore ditanya: Litu kenapa tadi? Badannya ada yang sakit nggak?

Jawabnya:

"Iya.. Paya Titu putel putel..."(Iya.. Kepala Litu puter puter)

Oh ya ampun sayang.. Kamu telat makan yah? Hahahah. Maaf yaaaa... Walau kamu bertaring 4, tetapi sudah bisa merangkai 4 kata dan menjawab pertanyaan. Aku banggaaahh :"))))

 
Secara makanan, liburan kali ini kurang sukses. Eke makan biryani cuma sekali, no kaya toast, no teh tarik, no apple pie mcd, no bak kut teh, no hor fun, no prata. Litu? Beratnya turun sepulang liburan. Tumbe? Hepi dia.. Makan steak jepang terus dan gadoin nutella abis selesai breakfast :)))






Babies and Baby Gym



SABTU
Pagi-pagi ke Pasar Modern. Biasanya kan tiap minggu groceries di Lotte yah. Ternyata, dengan belanjaan yang sama di Pasar Modern (bahkan sayur2an kecuali bit-nya organik) bisa menekan biaya separonya! Wu hu!!

Di Pasar Modern ini juga jual flaxseed oil saudara-saudara! Harganya 270rb. Terus, ada juga yang jual minyak beras loh. Oh iya, dulu kalau litu makan gorengan pake extra light olive oil. Sementara extra virgin olive oil dikasih untuk makanan yang udah jadi untuk nambahin kalori. Sekarang, untuk bikin telor orak arik, goreng ikan telor, numis sayur pakenya minyak beras. Perbandingan olive oil dan rice bran oil ada di sini ya.. Tentang rice bran oil ini, ada cerita menarik dari supermarket..

Me, strolling down the cooking oil aisle, hungrily screening at the ingredients information on the back of each package.

Mbak 1: H**y Salad Oilnya Ibu.. Bagus ibu *sambil ngelirik minyak beras*
Me: Oh ya? Ada Omega-nya?
Mbak1: Ada Bu..
Me: Coba, liat. Mana tulisannya?
Mbak1: Oh, nggak ada di tulisannya Bu. Sebentar ya.. *nanya ke atasannya* Ini ibunya nyari tulisan omega di plastiknya. Ada nggak?
Mbak 2: Oh, memang nggak ditulis Bu. Tapi, ada Omega 6-nya loh Bu. Bisa disearching di internet.

WASAICHING!!
Jangan suka membodohi konsumen ah Mbak ah :|

Kembali ke wiken, belanja sendirian (karena lagi ngambek sama Tumbe) dan bawa belanjaan ke mobil cukup melelahkan ternyata. Sampe rumah tepar tapi harus pergi menengok Baby Arhata (anaknya Malik dan Arinda). Dengan bekal Hazelnut Chocolate with Grass Jelly, kita berangkat ke Baby Hata.

Sampe sana, Litu terkaget-kaget. Bahwa ada yang namanya B A Y I. Sekecil itu! Ih, sok gede deh si Litu ah. Dia bengong liat Hata nenen. Tapi lama2 mulai nunjuk "Bebii.. Bebii.. Tak Naiiss" (baby.. baby.. nggak nangis) hihihihihi..

Makan malam di Midori. Litu makan hampir seporsi salmon butteryaki dan nasi. Bujut. Anak siapa sih??? Tapi kalo doi nunjuk buncis panggang terus bilang "sayurr.. sayurrr" itu sih jelas anak guah! :)))))

Mampir ke Lebak Bulus dan Litu dapet warisan sepeda pink-ungu. Hore! Nggak perlu beli! Iyeaay!Tengkiu Cicaa :**

Capeknya luar biasa, nggak cuci muka dan tidur semua.. ZzzzZZZZZzzzzzZZZZzzzz...

Sampai keesokan hari-nya..

MINGGU
Bibir awak pecah! Ini pasti gara2 makan minyak2 dan nggak cuci muka (selain juga skip makan buah dan kurang minum) Huhuhuhu..

Tapi, tetep sarapan berdua Tumbe di Pasar Modern. Kali ini Empal Gentong with Lontong dan Nasi Pecel Pincuk pake sate paru, tempe kemul, telor asin. Marhaban ya karbohidrat...

Sampe rumah, jemput Litu dan menuju rumah Nevan untuk jenguk Baby Arya. Suburbian abis. Jalan kaki ke rumah tetangga sambil anak 1.5 taun di dorong naik sepeda :))))

Disana, kita bengong. Ini Dita sama Niko kok keren banget sih? Jadi gini, mereka punya anak 1 namanya Nevan umur 5-6 tahun dan newborn 7 hari. Nggak pake suster :'} Jadi pas kita dateng tuh si Niko lagi panasin ASIP dan Dita lagi gendong-gendong newborn. Pas ditanya bakal cari suster atau nggak, mereka jawabnya "diusahain enggak". A kick in the head loh! Dua-duanya kerja padahal. Tapi dari dulu emang walau ada pembantu pulang balik, mereka emang maunya wiken nggak dibantuin siapa-siapa. Pantes Nevan pinter dan outgoing :)

Inspiring..

Abis itu, Litu tidur siang sebentar dan kita ke The Gym Bintaro. Horee! Ada baby gym deket rumah! Nggak perlu ke Gancit apalagi Plasindo. How, I love love love Bintaro!

Akhirnya, tanpa research kanan kiri. Langsunglah kita sign up The Gym. Mengantisipasi ada yang bete adiknya lahir :))))

Oh iya, terbukti loh ada gunanya Baby Gym! Soalnya, di trampoline dewasa.. Kemarin Lituhayu untuk pertama kalinya merangkai 3 kata! "Atu tatuutt jatuuuhh" :))))




See you next weekend, weekend! :*

#MPASIzilla: Sahur dan Garam

Kebiasaan baru Lituhayu di tahun 2013. Bangun jam 3 pagi, minta makan! Ini ke-detectnya waktu kita lagi nginep menjelang taun baru di hotel. Malem-malem rewel. Untung inget dibekalin Mbak Nunung sebutir telur rebus! "Lituhayu mau makan?" "Yok yok.. yok yok.." dan kemudian terhadap pertanyaan yang sama di hari-hari selanjutnya jawabannya adalah: "Iyaaa" sambil ketawa, atau "Mamammmmm.." sambil nangis atau "Hoaaa haaaa.. Hoaaaa.. Hoaaaaaa.. Yoookk" sambil kejer. Dan keluarga kecil inipun akhirnya memiliki ritual baru.. Makan sahur!

Sahurnya bukan main-main si Gadis Kecil. Dikasih roti sama peanut butter nggak nendang. Padahal kan paling praktis yah. Tinggal disiapin aja di samping tempat tidur.. Harus tetap makan nasi dan lauk! Nah loh...

Ritualnya juga dari nangis-nangis kelaperan: disuapin lap lep lap lep, agak kenyang: makan sendiri, kenyang: makan pake tangan dan super kenyang: nyuapin Papanya. Hihihiih. Tumbe kalo cuman disuapin nasi coklat + scrambled egg/telor ceplok/daging sih oke.. Tapi kalo disuapin brokoli atau buah atau sisa roti isepan anaknya, secinta-cintanya tetep nolak sih.. Hahaha. Dan kalo si kecil ditolak, teriaknyaa kayak tangannya kejepit pintu. Alhasil, Tumbe makan beragam jenis makanan (tanpa garam gula). Yesss!

Sahur pagi ini, buka kulkas. Telornya Litu habis. Huahh. Eh iya, biasanya emang selalu telor sih sahurnya karena paling gampang. Plus, I feel like a real chef loh.. Mecahin telor pake satu tangan karena yang satu gendong anak. Aslik. Keren abis akuh!

Back to sahur pagi ini. Karena telor abis, terpaksa deh Litu makan enak. Hihihi.
Minced Beef with Salmon Broth
Uwiihhh.. Keren nggak tuh namanya? Resep gubahan sendiri dengan cara masak bagaikan bikin indomie.

Bahan:
>> Kaldu Salmon
>> Daging Giling

Cara:
(karena masaknya pagi buta, jadi nggak pake bumbu apa-apa)
>> Panaskan beberapa cube kaldu salmon
>> Masukkin daging giling beku
>> Masak daging sampai berwarna coklat semua dan matang.
>> HUP!

Garamnya mana?

"Garam Gula kapan Dok dikasihnya?"
"Garam nanti aja kalo udah mulai males makan dikasih dikit. Kebutuhan sodium bisa dari sumber lain yang lebih bermanfaat kok seperti ikan atau keju. Nggak harus dari garam. Kalau gula, hehe. Ya, nggak ada gunanya sama sekali. Tahan selama mungkin aja."

The thing that I like from her pediatrician is dia selalu kasih hint simple and practical. Nggak bertubi-tubi dan menyeluruh. Bisa menghindari yang ekstrim-ekstrim juga! Mungkin kalau pendekatannya "Sebaiknya jangan karena nanti akan berpengaruh ke ginjal atau tekanan darah" misalnya, akan semakin banyak ekstrimist.

Kalau dilihat dari sini, sebenernya sih penundaan pemberian garam lebih untuk menjaga eating habitnya si anak yah. Jadi, ketika dewasa dia nggak nagih garam. Nanti setelah nagih garam nagih apa? Mecin??

Sebagai generasi mecin (and certainly not proud of it), sampai sekarang sih secara kesehatan masih bisa dikatakan okelah. Tapi yang jelas (i) secara otak jauh dari kata bright, dan (ii) mau bakso kek, mau mie ayam kek, bahkan sop kambingpun kalo nggak pake mecin jadi nggak enak rasanya :)))

Sebenernya paling gemes kalo ada komentar "Ah, kita dulu makan lidi ditaburin masako juga oke oke aja." atau "Jaman dulu nggak ribet kayak sekarang tapi kamu baik baik aja". Ya emang baik baik aja (aamiin) tapi berarti nggak ada perkembangan positif dong dari jaman dulu ke jaman sekarang?

Oh, btw.. Kebutuhan garam/sodium maksimum untuk anak 1-3 tahun berdasarkan artikel di link diatas sebanyak 2 gram. Sodium di french fries McDonald ukuran kecil? 160mg. Tenang, Litu.. Masih boleh kok makan french fries dari Uti, breakfast McDonald dari Papah dan tempe goreng dari Eyang Koes. Tapiiii... Jangan banyak-banyak!

Ttd.
#MPASIzilla



#MPASIzilla: Breakfast

Nutritional experts have referred breakfast as the most important meal of the day. Makanya, MPASIzilla gamang mengenai breakfast. Mau breakfast like apa nih Lituhayu?

  • Like a bird?
Artinya: buah-buahan.
Aliran ini digadang-gadang salah satunya oleh Erikarlebang. Siapa dia? Guru yoga dan suaminya Nina Tamam. Hehehe. Kalo nggak salah nangkep, esensinya makan buah doang karena di pagi hari itu saatnya proses pengeluaran sisa makanan di hari sebelumnya. Dan, yang paling berjasa untuk membantu proses yang amat berat itu adalah dengan makan buah-buahan yang manis, matang pohon dan berair. Dan, harus dimakan di saat perut kosong loh. Susu? No no no. Oatmeal + Susu + Pear (seperti saran wholesome baby food?) No way jose! Cuma. Boleh. Buah.
  • Like a bule?
Ini gara2 lagi bikin menu bulanan terus baca ulang. Wiw.. Makan paginya Lituhayu berat juge yeee... Terus bandingin ke website bule biasanya dikasih yoghurt+buah+roti or omelette. Lebih simple ya. Tapi selain kesimpelannya, mana yang lebih baik? Mungkin kalau ala bule, yang masuk bisa banyak ya. Misalnya: yoghurt + buah + roti + peanut butter. Isinya: grains, protein, buah, dairy. Tapi proteinnya cuman sesendok teh butter/peanut butter. Daging mana? Masak dikasih sosis kaya bule dewasa? Buahnya juga paling potongan strawberry/pisang. Sayur mana? Katanya tiap makan 3 warna sayur?

Tapi kalau makan berat ala Litu sekarang, pencernaannya berat nggak sih? Harusnya gimana? Nanti Litu kaya Mamanya si Perut Melayu. Kalau nggak ketemu nasi bukan makan namanya. Gimana ini gimana??

Akhirnya wiken coba dipanggangin roti dioles peanut butter jam, yoghurt + buah. Grains, protein, dairy, vitamin dan mineral buah. Cukup lah. Eh, anaknya cranky. Ya udah dioplos dengan scrambled egg dan 2 sendok nasi tim. Terus gara-gara ini waktu snacknya jadi mundur. Tidur siang mundur. Yahahah. Embaknya bingung "Litu kalo libur jadwalnya jadi berantakan yaa.."

  • Like an Indonesian?
Nasi lembek + sop dengan sayur 3 warna + daging 2 sendok [+keju]. Kenyang, kelar, hepi. Just like Litu's ordinary breakfast. Nanti jam 10 snacknya buah atau buah + yoghurt.

Concern-nya kembali lagi ke: makanan berat gitu pencernaannya bakal keberatan nggak ya? Apalagi kalo dibandingkan sama sarapan buah ala Food Combiners. Wiwww..

----

Akhirnya kemarin konsultasi masalah sarapan ke dokter. Dijembreng 3 pilihan di atas. Menurut dia: Indonesian way! Kenapa? Karena anak perlu banyak grains, protein, mineral, vitamin dan zat2 lainnya. Kalau ala bule, biasanya dikejar pas makan siang atau makan malam porsinya di dobel. Tapi, lebih baik kalau di bagi rata aja. Kalau menurut dia, si buah doang itu.. Mmm.. agak kurang benar. Heheheh.

Dengan konsultasi semalam, kegamanganku mencapai titik akhir. Breakfast like a real Indonesian lady, young lady!

Mami sarapan apa mami?


Muesli with fresh strawberries. (rolled oatmeal, dried fruits (papaya, raisins, apricot), coconut, sunflower seed, almond, fresh milk, fresh strawberry) dengan kata lain (karbo, serat, protein, vitamin, mineral dll).

Kok kebule-bulean Mami?

Because I choose to have breakfast like a baws... The muesli thing PLUS a bowl of Mie Ayam at the office. Hahahahha

Tuesday's Grey

Helloh! It's me again!

What's the biggest obstacle for working-breastfeeding moms? The exhaustment.

Tadi malem hampir menyerah. Setelah seharian di kantor, pulangnya belanja MPASI, bergulat dengan macet sementara harus tetep jaga mood supaya bahtera rumah tangga tak terguncang, jam 9.30 malam akhirnya sampai rumah juga. Sangking capeknya, makan 3 centong nasi dengan lauk pauk: rendang paru banyak, ayam 2 potong, sayur nangka, tempe mendoan 2 potong. Tumbe ngeliat piring langsung ketawa "Kamu menguli ya Gic?" Ngepeto.

Itu yang namanya rontok badan beneran rontok deh. Ron. Tok.

Bisa dibilang, selama menyusui ini berusaha untuk nggak pernah mengeluh. Tapi tadi malem.. Wiwwww.. Ketika Lituhayu mulai mengulet dan merengek minta minum, I couldn't handle. Dengan suara parau minta tolong Tumbe untuk gendong/tepok-tepok Litu aja dan tentunya tidak berhasil. Ahh.. Baiklah.. Clep!

2 menit... 3 menit... 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. 20 menit.. 25 menit.. 30 menit.. Oh my Lituhayu.. Lama banget kamu nenennya. Mama capek bangetttttt... :( Dengan terpaksa, dilepas ditengah-tengah Lituhayu masih nenen. Siapa tau hoki, doi udah kenyang dan langsung tidur lagi. Eh, marah dia. Berlinang-linang air matanya. Lituhayuuu... Clep!

Berulang berkali-kali. Kanan. Kiri. Kanan. Kiri. Belakangan pas bangun kanan kiri terburai bebas.

Mungkin juga (1) Lituhayu lagi bete dan butuh soothing; (2) Lituhayu habis sakit jadi butuh susu banyak; (3) Growth Spurt; (4) Susu Mama mulai berkurang jadi nggak kenyang-kenyang. Apapun itu, sambil teler semalem kepikiran untuk beralih ke susu formula. Hahahah. Sambil tipsy mikir "Kalo pake sufor gini juga nggak sih? Tapi kan musti bikin susu juga malem-malem. Iya sih, tapi kan partikel susu formula itu gede-gede dibanding ASI. Jadinya lebih ngenyangin. Kalo kenyang kan tidur terus sampe pagi. Jadi nggak capek ya?" abis itu Lituhayu banting kiri dan lanjut tidur. Pikiran-pikiran kecil hilang seiring dengan dengkuran [tidak kecil] [milik tetangga].

Itu yang namanya udah bangun tidur masih tetep capek yah, nggak enak banget deh. Caaaapeeeeeeekkk...  Sampe sekarang nulis inipun masih capek :( Maaf yah Lituhayu. Mengeluh. :(((

Tapi enggak kok, that was just my crazy thought. Gila apah dikasih ASI masih ada kok gara2 capek dan males mau kasih sufor. Enggak lah.

Jam 7.00 tiba2 ada suara mobil. Brumm.. Brummm.. Aduh, suara mobil Kelintjiputi Senior. Hari ini yang jaga Tituhayu memang Mama Tumbe. Waduh, belom mandi inih! Tapi ternyata Abah dateng sendirian sebelum ngantor. Mampir aja. 5 menit aja buat gendong-gendong cucu. Hati siapa yang tidak hangat? :')

Setelah Kelintjiputi Senior dan Junior pergi ke kantor, to save today's mood, I opened the fridge. Ya udah, buat Chawan Mushi sama Salmon Sauce deh. Chawan Mushi buat sarapan (tapi gagal karena sebenernya sarapannya udah dibuatin Suster) dan Salmon Sauce buat nanti siang.

Chawan Mushi
  • Jamur Enoki
  • Kuning Telur
  • Kaldu Ayam suhu ruang (defrost pake oven 5 menit)
  • Sepotong kecil ayam, potong2 bite size
Cara:
  1. Campur kuning telur dan kaldu
  2. Susun ayam dan enoki di dalam cangkir (espresso kalo eke) siram pakai adonan telur
  3. Kukus. Tandanya udah mateng, kaldunya akan keluar.
  4. Ini belom sukses sih jadi custard gitu. Lebih mirip kayak Sop Burung Dara Duck King. Tapi anaknya suka :DD
Salmon Sauce
  • Bawang Putih
  • Salmon
  • Kaldu
  • Canola Oil
  • Keju Cheddar
  • Rosemary
  • Merica
  • Lemon
Cara:
  1. Tumis bawang putih sampai harum, cemplungin kaldu, masukkin keju sampai meleleh, kecrotin merica + rosemary dan peres seiris lemon.
  2. Masukkin Salmon. Jangan lama2, yang penting mateng. Kalo kelamaan nanti keras dan ga juicy.
  3. Udah deh. Enakkkk bangettt.. Asem2 seru gitu. Sama sekali bukan makanan bayi :))

My Tuesday might be grey, but you Baby Girl, will get the best of me. Promise.

p.s.: lagi lelah batin dan fisik. tidak menerima argumen pengkotak-kotakkan ibu-ibu ya..

#MPASIzilla: Baby Led Weaning

Sweet Potato Fries + Brocolli Scrambled Egg

Sebagai a true #MPASIzilla, rasanya kurang sahih kalau belum ada perdebatan batin mengenai metode konvensional atau Baby Led Weaning. Konvensional atau BLW? BLW atau Konvensional?

BLW itu ituloh, yang membiarkan bayi makan sendiri dari pertama makan. Canggih yah? Jadi walaupun masuknya cuma seiprit-seiprit karena sisanya ada di jidat, tray, lantai atau ketiganya, kan yang diperlukan emang sedikit. Lagian MPASI kan pendamping sifatnya. Yang utama tetap ASI/Susu. BLW bisa melatih kordinasi mata dan tangan serta motorik bayi loh. Juga bisa (kemungkinan) menangkal picky eater.

Tapi, perdebatan Konvensional v. BLW ini nggak terlalu bikin galau. Soalnya, di jadwal kombinasi perdana yang dipaparkan ke dr. Yovita, doi [dengan dingin] merespons: "BLW ya? Kalau menurut saya, untuk bayi 6.5 bulan masih terlalu muda untuk BLW. Apalagi ini.. Kabocha ya? Hmm.. Kalau mau dicoba nanti aja ya dan harus diawasi." Pernah juga denger cerita ada anak keselek dan mengakibatkan oksigen ke otaknya berhenti beberapa lama. Anaknya selamat sih. Tapi kayaknya jadi agak 'berbeda'. Not a risk taker, I took the conventional way.

"Lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya?" itu pertanyaan yang sering dipertanyakan kepada diri sendiri. Kenalin Tomat ("Lebih banyak manfaat atau mudharat?"| "Lituhayu butuh zat besi dan tomat boost besi yang ada di daging. Tapi dese anaknya alergian.. Terakhir dicobain pipinya merah semua. Besi atau rash? Besi!"). Kenalin Telur ("Banyakan manfaat atau mudharat?"|"Telur mengandung omega 3 dan sumber protein yang bagus sih. Tapi terakhir makan telur dese diare hampir sebulan. Toh ada flaxseed, ayam dan daging? Tunda!"). Kenalin Salmon ("Banyakan manfaat atau mudharatnya?" | "Salmonnn gitu lohh.. Semua bunda juga menghamba sama ikan ini. Biar anaknya pinterrr.. Tapi, Lituhayu terakhir makan salmon bisulnya 9 biji di kepala dan geda-geda. Tapii biar anak pinter.. Tapii.. kita bisulan 1 aja sakit bener, apalagi dese yang belum bisa ngomong? Kan ada Canola Oil dan Flaxseed (lagi). Tunda deh." Kurang lebih begitu perdebatan batin MPASIZilla setiap ada hal baru. Nah, untuk BLW ini kayanya nggak terlalu pede untuk ambil resiko. Toh, untuk masalah kordinasi bisa pakai mainan yang lain? Pada saatnyapun Lituhayu pasti makan finger food sendiri kan?

Ternyata, di umur 7-8 bulan Lituhayu bisa masukkin sendok ke mulutnya sendiri. Yang artinya untuk masalah kordinasi dan motorik terpecahkan. Umur 8 bulanan Lituhayu dengan sendirinya tanpa diprakarsai mungutin makanannya sendiri (dan benda2 lain -_-' untuk dimasukkin mulutnya). BLW dong? Yeayyy!


"Ada yang lebih seru?" ujar Cicuhayu

Eh iya, Sekarang lagi seneng-senengnya bikin biskuit dulu sebelum ngantor. Sangking gampangnya bisa dikerjain sebelom ngantor! Bikin 2 jenis, versi lembek dan keras. Ternyata doi lebih suka yang keras karena bunyi bunyi kalo dimakan..

Biskuit Keras
Bahan:
  • Tepung Terigu 2 sendok makan
  • Kismis segenggam, rendem air panas, cincang
  • Kuning Telur
  • Keju sesukanya
  • Butter 2 sendok makan dalam suhu ruang. Kalo mau cepet, defrost aja 5 menitan pake oven.
Caranya:
  • Campur semua jadi satu, bikin ceplok-ceplok di loyang, oven 175'c selama 20 menit atau sampai warna kekuningan.
Biskuit Lembek

Bahan:
  • Oatmeal 2 sendok makan di blender sampe jadi tepung
  • Applesauce (apel direbus sampai lembek pakein juga kayumanis biar seru)/pear sauce/pisang
  • Butter
Caranya:
  • Sama seperti di atas. Oven 175'c selama 20 menit

Adalagi sih resep teething biscuit tersimple dan gampang di dunia, tapi belom dicoba.
Teething Biscuit

Bahan:
  • 1 lembar roti gandum
Caranya:
  • Penyetin roti sampai pipih, gulung seperti menggulung anduk, ikat/tusuk pake tusuk gigi.
  • Microwave 5 menit. Microwave yah jangan oven supaya jadi sekeras batu :)

Xoxo,
MPASIzilla

#MPASIZilla: Indonesian Taste

Menyambut lebaran, #MPASIZilla bersiap-siap mempersiapkan Gendhuk kecil supaya bisa ikutan keriaan membanding-bandingan hidangan di rumah x, y dan z. Wiken ini judulnya: Kita meng-Indonesian taste!!

The Gendhuk accepted it very well dan kami siap berlebaran bersama :D

Pertama, Opor Ayam

Bahan:
  • Semua bahan opor ayam kecuali garam dan gula serta penyedap.
Cara:
  • Terus terang aja, yang masak bukan eke hihihi. Jadi cuman nontonin aja. Waktu dicobain ada citarasa manis-nya. Mungkin dari santan ya?

Lalu bagaimana? Alhamdulillah, bayi Indonesia super tulen. Sikat habis Lituhayu!

Tentang santan sebenernya udah dikenalin waktu bikin Es Krim dan nggak ada tanda alergi, tapi.. Emang bayi boleh ya makan santan? Orang tuwe aja ga boleh banyak-banyak karena takut kolesterol dll?

Dari awal aja para bule (yang dengan terpaksa kita ikutin secara kultus.. Karena mau gimana lagi research-nya lebih mantap. Apalah daya..) udah berdebat panjang, kelapa itu genus-nya palem atau kacang? Kenapa penting amat si genus ini? Penting karena kalau masuk genus kacang, berarti yang alergi kacang-kacangan musti waspada. Bisa sih ditelusuri dengan buka website FDA resmi dan cari tau kejelasan pastinya. Tapi se-MPASIzilla MPASIzilla-nya, sini masih rada waras untuk nggak buang effort dan waktu terlalu banyak untuk sebuah solusi yang sederhana, "cobain aja". Dari kedua sumber berbeda, kesimpulannya: kelapa itu bergizi. Tidak terlalu mendayu-dayu memang, karena mungkin jarang yah makanan mereka yang terbuat dari kelapa. Coba kalo bisa bahasa Thailand, misalnya, mungkin lebih thorough lagi deh tuh research mengenai gizi dan efek-efeknya pada bayi.

Daging kelapa mengandung vitamin B, protein, zinc, phoshorus dan zat besi. Dulu disebut-sebut kelapa banyak lemak jahatnya, tapi temuan terbaru sih berkata sebaliknya. Karena, kelapa mengandung lauric acid, yang juga merupakan lemak yang ada di ASI juga. Nah, si lauric acid inilah komponen yang membuat ASI begitu mudah dicerna dan dipercaya melindungi tubuh dari infeksi dan boost sistem imun.
Read more: http://www.homemade-baby-food-recipes.com/can-babies-eat-coconut.html#ixzz206HhC0Xb

Tentunya bukan santan instant yang dipakai yah, beli di pasar, peres, rebus :D

Yang nggak boleh itu (seperti halnya susu UHT sebelum ulang tahun pertama) adalah, substitute ASI/Susu Formula with coconut milk/whole milk. Soalnya gizinya jauh dibawah dua pertama.

Highlight-nya, hore! Lebaran kita Lituhayu! :*

Tumis Kangkung

Kemarin-kemarin niat mau makan raw food sampai tiba di artikel ini. Kutipan di bawah-lah yang menginspirasi #MPASIZilla untuk membuat Tumis Kangkung:

"A good rule of thumb when considering the best way to consume your veggies is to remember the letter that Dr. Weston A. Price wrote to his nieces and nephews in 1934. In this letter, he strongly urged them to eat their vegetables cooked in butter. His research found that the bulkiness (fiber) of raw vegetables interfered with the human body’s ability to extract minerals from them via the digestive process."

Aha! This, I can cook :D

Bahan:
  • Kangkung/Bayam/Brokoli
  • Butter
  • Ayam/Daging
  • Kaldu
  • Bawang Putih
Cara:
  • Lelehkan butter, cemplungin bawang putih sampai wangi,
  • Masukkin daging dan kaldu sampai matang,
  • Cemplungin deh kangkung/bayam/brokoli (yang semuanya tentunya udah dipotong kecil-kecil)
  • Done!
:D

Sisa wiken, mencoba resep bule yaitu Beef Stew yang diambil dari resep bule.

Bahan:
  • Daging potong kotak2 kecil
  • Wortel
  • Sweet Potato alias Ubi
  • Onion
  • 4 cups of water
Cara:
  • Oven daging dengan panas 250'C selama 10 menit
  • Rebus wortel, ubi dan bawang bombay dengan 4 cups water
  • Cemplungin rebusan ke daging yang sudah dioven
  • Oven lagi selama 2 jam dengan panas 160'C
Gurih banget, tapi manis. Kalo anaknya suka manis mungkin suka ya.. Tapi definitely a big no no for Lituhayu. And, there goes my 200gr tenderloin beef T_T Dan, karena rasanya manis, mamanya juga ga sanggup ngabisinnya. There! Turunan aku ga sukaa yang manis2 :D :D

xoxo,
#MPASIzilla

#MPASIzilla: Roti

Agenda minggu ini mengenalkan roti. Kenapa? Supaya kalo Lituhayu diajak makan-makan atau ngupi-ngupi bisa pesenin roti buat cemilan :D

Gandum merupakan salah satu makanan alergen. Tentang pengenalan gandum/wheat ada disini ya. Beli roti whole wheat Lee's Bakery Kemchik yang mengklaim rotinya bebas preservatives.

Pengenalan roti ini membuat #MPASIzilla menerawang subuh-subuh. Mau. Bikin. French. Toast.

Tapi, perdana ngenalin roti. Masak sekalian ngenalin susu? Kalo nggak cocok nanti rancu dong gara2 susu-nya atau gara2 roti-nya. Eh emang boleh sebelum 1 tahun dikasih susu? Boleh, selama bukan diminum. Penyebab susu nggak dianjurkan sebelum 1 tahun itu, selain karena lactose intolerance, adalah takut susu dijadikan sumber susu utama sementara kadar nutrisinya rendah dibanding ASI/SuFor. Jadi, kalau dijadikan salah satu bahan masakan sih oke.. Emangnya keju terbuat dari apa? Kalo yoghurt? Nah, back to kegalauan subuh-subuh. Akhirnya diputuskan.. Membuat French Toast tanpa telur dan susu! Yeahuuww!

Bahan:
  • Whole Wheat/Whole Grain Bread
  • Pisang
  • Tajin/air rebusan beras
  • Kayu Manis
  • Butter
Cara:
  • Pisang dilumatkan, campur tajin (sembari membuat bubur)
  • Potong roti jadi bentuk segitiga, celupin ke adonan pisang dan tajin sampai meresap.
  • Panaskan butter di penggorengan, cemplungin si roti.
  • Hmmmmm....
Lalu bagaimana si Gendhuk menyikapi-nya? Satu suap oke, dua suap.. Kepanasan.. Mamanya terlalu napsu nyuapin. Tiga suap masih mau. Empat suap, teriak. Lima suap, dilepeh. Enam suap sampai suapan terakhir masuk ke mulut Mama-nya. Ya abes... Sayang bok, mayan mahal deh inih.. Lagian enak kok :)) Lituhayu emang anaknya nggak suka yang manis-manis. Jadi pablehbuat. Breakfasttt.. Like a baby :)))

Pantang menyerah, kesempatan berikutnya menyajikan.. Bread and Butter Pudding! Kali ini roti-nya udah lulus alias tidak ada tanda alergi. Berarti susu udah boleh dong ya :))

Bahan:
  • Whole Wheat/Whole Grain Bread
  • Pear Hijau
  • Kabocha
  • Susu
  • Kayu Manis
Cara:
  • Roti dipotong-potong kotak-kotak
  • Rendem di susu
  • Susun di pinggan, masukkan irisan pear hijau tipis dan kabocha di atasnya
  • Susupkan patahan kayu manis buat bau-bauan
  • Panggang 20 menit
Rasanya? Enak kok. Gurih dan lembut. Litu pasti suka!

Ternyata, tinteuussss.. Cuman 2 suap aja dese udah ogah dan cuman mau makanin kabocha panggang-nya doang :s

Menyerah? Beyummm... Sekarang kita coba yang lebih simple. Croutons!

Penampakkan kurang lebih seperti ini. Pic taken from here and enjoy their recipes!
Bahan:
  • Whole Wheat/Whole Grain Bread
  • Butter
Cara:
  • Oleskan butter pada roti.
  • Gunting roti jadi dua, lalu gunting menyerupai stick. Supaya megangnya gampang dan nggak keselek.
  • Panggang di oven panas 170'c selama 15-20 menit.
  • Silahkan dicicipi dan dicemili
Yang ini? Litu sukaaa! Kayak bajing kecil gitu makanya bunyi "kriss krisss krisssss.." Abis banyak dan #MPASIzilla bisa tidur pulas. :)) Makasih ya Bajing Kecil :D

Bukan cuman Litu doang yang suka Croutons ini, Bapaknya juga suka. Dan eke, happy-nya luar biasa. Bukan apa2, menaklukkan Tumbe jauh lebih susah daripada menaklukkan Bajing Kecil. Dia mah ngeliat roti gandum aja udah menatap jijay.. Hihihi.

Note: Untuk ngenalin roti ke bayi bergigi minim, mendingan dipanggang dulu. Atau seperti dua resep terdahulu, direndem liquid biar lembut. Soalnya, kalo rotinya langsung takut seret dan keselek. Terbukti si croutons renyah diluar and melts in your mouth. Lumayan, nggak usah beli Farley :D

#MPASIzilla: Ice Cream

Bulan ke 10.5 kayanya waktu yang tepat untuk diperkenalkan ke strawberry. Strawberry ini mengandung vit C dan anti oksidan yang tinggi tetapi merupakan salah satu buah dengan tingkat alergen tinggi. Banyak yang bilang hold sampai umur 1 tahun aja daripada alergi. Apalagi untuk bayik bayik semacam Lituhayu yang makan ini dikit bisul, makan itu dikit rash, nyobain anu dikit diare. Terus kenapa tetep dicobain? Soalnya, yaa.. Cobain aja sik. Kalo kenapa kenapa tinggal di stop aja.

Dari keluarga berry, kenapa nggak blueberry dulu sebagaimana direkomendasikan? Soalnya mahal! Hihihi dan kayanya Lituhayu jarang deh bakal makan blueberry cemal cemil gitu. Kalo strawberry masih feasible lah yaa.. Tapi, strawberry itu kan rasanya asem yah.. Kalaupun dibuat setup juga takutnya manis manis nggak jelas gitu. Mau dibikin jam, belom ngenalin roti gandum. Ya udah deh.. Sekalian ngenalin rasa baru, yaitu rasa dingin, mari kita buat.. Es Krim!!!

Ternyata gampang banget deh bikin es krim MPASI. Dan rasanya juga amazingly creamy.. Mbak Maritza aja yang 6 taun dan mayan picky suka :D

Bahan:
  • Santan fresh direbus
  • Minyak kelapa (optional, I substituted it with extra virgin olive oil)
  • Strawberry
  • Alpukat
  • Pisang
  • Pear
  • Buah buahan apa aja yang ada. I added cantaloupe untuk manis manis
  • Flax seed dong :D
Cara:
  • Semua di blender sampai ketemu rasa creamy dan manis yang tepat
  • Masukkin kulkas
  • Setiap 1 jam blender ulang sampai beberapa kali

Voila!
Gimana Litu makan es pertamanya? Kaget sekaget kagetnya! Sampe nutupin mulut karena kedinginan. Hahahhaha. Kocak banget ekspresi-nya. Tapi abis itu mangap-mangap lagi dan habis 1 scoop :'D

Untuk reaksi alergi belum keliatan, tapi emang biasanya beberapa hari sesudahnya sih.. Semoga nggak alergi yaa.. Kan Lituhayu suka makan es krim Mama :D

#MPASIzilla: Yam Pudding

Rencananya wiken ini mau buat Beef Curry buat Lituhayu. Tetapi apalah daya, belum ketemu bubuk kari yang pas dan nggak tau apa itu turmeric turmeric. Hihi

Akhirnya, bikin Yam Pudding deh. Ituloh, si ubi ungu alias taro. Kalo berdasarkan ini kadar nutrisi ubi merah dan ubi ungu sih gedean si ubi merah karena mengandung betacarotene yang tinggi (untuk membuat warna merah/oranye-nya) sementara ubi ungu nggak mengandung betacarotene sama sekali. Si ungu ini bukan berarti nggak bernutrisi sih, tapi semacam kentang gitu yah.. Nutrisinya nggak se-oye sayuran yang lain (makanya Litu makan kentang umur 7 bulan dan dijadiin karbo). Tapi pernah denger nggak sih bok? Mariah Car*y pernah diet ungu? Jadi cuman makan yang ungu-ungu buat awet muda. Yah, jangankan dese sih yah.. Astrid* juga pernah diet ungu sampe ada penyebutan Buah Barney hahaha *internal joke*

Jalan tengahnya, si ubi ungu dijadikan variasi warna. You know, sekali makan 3 warna (ungu, ijo, kuning = ubi/bit, bayem, kabocha dst) Ihdihhh #MPASIzilla beneraaan!! Nah, beberapa kali doi suka tuh makan ubi ungu karena kalau dioven emang manis dan legit. Belakangan tapi kayanya agak seret yah, jadi suka dilepeh. Plus, beberapa hari ini kalo pupi sambil teriak gemes "Aaaaahhhh...".

Ya udah deh.. Dibikin pudding ajah. Kebetulan lagi konstipasi. Ubi = fiber, Agar-agar = fiber, Oat = Fiber. Combo!

Bahan:
  1. 1 buah ubi ungu
  2. 1 sendok teh oatmeal (untuk rasa-rasa gurih legit) (optional)
  3. 1/2 bungkus agar-agar swallow putih
  4. air secukupnya.
And, this is how I do it:
  1. Oven ubi sampai mateng, blender dengan air.
  2. Masak oatmeal dan agar-agar yang sudah dicairkan di tempat lain.
  3. Setelah mendidih, masukkan blenderan ubi ungu.
  4. Udah deh.
I served warm doi mangap mangap minta lagi. I served cold pake parutan keju atau pepaya, nambah dua kali. Wihiiiiwwww!!!

Note: Just found out that the best way to cook carrot is by boiling, and not steaming it.

#MPASIzilla: Potato Pumpkin Soup

Minggu pagi, galau ditinggal suster. How could you Sus? It was 4 a.m and I woke up after dreaming about Mbak Fitri (my sisters' maid) who came to the rescue and saved my life. Weird. Both eyes were widely awake and in desperate need of distraction. Then, zooommmmm... zooommm.. What do I have in the fridge? Pumpkinnn.... Zooommmm... Potato... But Litu seems bored with them.. Kangkung.. Kenapa ya di forum bule kangkung hampir nggak pernah di bahas? Apa karena jarang? Zoommmmm... Tapi warnanya hijau tua.. Mungkin kadar nutrien-nya mirip sama bayam.. Zooommmm... Seratnya oke sih kayanya, soalnya pupi Litu jadi lancar.. Zooommmm.. Ohiya, kan kata dr. Endah pepaya hanya mitos untuk mengatasi sembelit.. Yang betul itu yang hijau2.. Zooommmmmm.... Bumbu.. Zooommmmmm... Lituhayu 2 bulan lagi table food.. Jadi perlu dikenalin bumbu ya.. Zooommmm.. Kasian dia kalo gara-gara jadi anak MPASIzilla nggak bisa makan yang seru-seru sama temennya.. Zooooommmm... Flax seed... Zoooommm... Kenapa sih kemarin di Singapur egois? Lebih milih beli baju di H&M daripada beli flax seeds oil? Kan lebih mudah diserap daripada biji flax... Zooommmmmm....

Eh, tau-tau matahari mengintip malu-malu.

Ciatt!!! Off we go to the kitchen!

Gedumbrangan pagi hari sendirian. Jebrak jebruk nggak jelas dan tentunya berantakan hihihi. Tumbe itu orangnya rapih. Jadi pas turun dari kamar doi terperangah "Gic, kamu kalo bikin MPASI kaya Jakarta deh. Beautiful chaos maksudnya... Cieee beautiful... Padahal semangkok kecil doang jadinya hahaha" *kepruk*

Kukus sana, kukus sini, blender ini, rebus itu, defrost ini defrost itu. Hupla.. Potato Pumpkin Soup!

Bahan:
  1. Labu Parang
  2. Kentang
  3. Kangkung
  4. Daging
  5. Kaldu beku
  6. Keju
  7. Oatmeal
  8. Flax Seeds*
  9. Oregano
  10. Thyme
  11. Bawang Putih
  12. Olive Oil
Cara:
  1. Kukus labu parang dan kentang sampai empuk, mashed pake garpu.
  2. Iris tipis kangkung like a chef. Harus bunyi ya dan tangan kirinya yang maju nantangin pisau. Kresss kress kressss... (terus kukunya kepotong dikit x_x )
  3. Cincang daging beku. Harus beku supaya gampang. Like a chef juga. Jebret jebret jebret. Hahhh pergi saja kamu Suster!!! Jebret jebret!!
  4. Blender Flax Seed 1 sendok teh
  5. Tumis bawang putih sampai harum, cemplungin daging dan kaldu beku, oatmeal buat pengental, api kecil.
  6. Besarkan api, langsung cemplungin kabocha, kentang dan kangkung.
  7. Masukkin keju sampai meleleh.
  8. Taburi oregano dan thyme (ini optional aja sih, buat rasa-rasa baru aja).
  9. Sprinkle the flax seed.
  10. Done.
Hosh.

Dasar Lituhayu anak Jawa. Cream soup ya dianggep 'lawuh' alias lauk. Kalo nggak pake nasi nggak nendang Mamaaa : ))) Yah jadi walau udah mencakup 2 warna sayur, 1 jenis karbo, 2 jenis protein ya terpaksa karbonya ditambah haha.. Lap lep lap lep. Nambah tiga kali.


Tumbe bilang "Wow.. She has my appetite and your crankiness when hungry. Perfect combination"

While waiting for the little princess and daddy, MPASIzilla made herself a cup of black coffee and scooped scoops of her home-made brownie..


Confession: The MPASI is of course not #pencitraan. But the brownie is totally #pencitraan. I over baked the Betty Crockers' magic brownie powder and it didn't taste any good. Bahahahahah.

*) Flax seeds is the new wonder food. The oil can be used to make medicine and preliminary studies show it may help fight everything from heart disease and diabetes to breast cancer. Sing penting, flax seeds mengandung omega 3. Zat yang cukup diagung-agungkan for babies dan membuat para ibu ibu belanja salmon setiap minggu. Omega 3 tidak hanya ada di salmon, tetapi juga ada di telur dan ikan lain. Menurut twit dokter bahkan kadar Omega 3 di ikan kembung lebih tinggi dari salmon. Jadi, untuk bayi yang sebaiknya makanan laut 1x seminggu dan masih takut alergi telur, flax seeds is truly a win-win solution. Excessive consumption of flax seeds with inadequate water can cause bowel obstruction.

dll.

#MPASIzilla: Pasta Carbonara with Spinach

Kemarin ini di Twitter heboh tentang anjuran IDAI terbaru bahwa "Hey.. MPASI instan itu oke kok.. Bahkan rekomendasi-nya 2x instan dan 1x home made!" Yang tentunya disambut dengan koor para ibu-ibu protes. Banyak yang ngedumel dan no mention. Dokter Anak Twitter juga kaya terbelah dua gitu tapi tentunya nggak terang-terangan.

Jadi, (ini pure sepemahaman orang awam yah) untuk makanan itu kan ada yang namanya Makronutrien dan Mikronutrien. Si Makro ini maksudnya protein, lemak, karbo. Nah, buat ibu-ibu pembuat jadwal (seperti eke) ini bisa banget dikontrol. Jadi sehari proteinnya 3 begini, karbonya yang itu, lemaknya begitu. Yang susah mungkin si Mikronutrien yang kurang lebih besi, zinc, mineral dll. Walau kita selalu bisa research bayam itu mengandung apa aja atau besi yang dikatakan mencukupi kebutuhan itu ada di berapa gram daging, tapi keakuratannya mungkin blm begitu terjamin ya. Nah, makanya IDAI mungkin merekomendasikan MPASI instan. My choice? Cari yang nggak instan-instan amat. Jadi berkelana-lah ke Grand Lucky, KemChik, Ranch Market untuk mencari oat buat bayi, pasta buat bayi, beras buat bayi. Nggak langsung jadi setelah diseduh kok. Sama aja musti di olah dulu dan kemudian tambahin deh segala home made yg dimau. Intinya sih, jangan suka pake kacamata kuda ah :D

Mungkinnn loh yaa.. Just my two cents.

Now, back to Lituhayu. Wiken kemarin susternya cuti. Saatnya Lituhayu masuk ketek Papa dan Mamanya 100%. Dengan tiga bisul besar di kepala-nya, Litu siap menaklukkan Bintaro! Apalagi dengan menginapnya Mbak Maritza dan Adek Aqil.. Heiiiboohh : ))))

Selama wiken, lunch-nya makan Pasta Carbonara with Spinach :)) asik yah.. Bak bule :p

Ingredients:

  • 1 sendok teh extra light olive oil untuk menumis
  • 1 sendok teh extra virgin olive oil untuk dibubuhkan di pasta yang sudah ditiriskan
  • sekiprit bawang putih
  • 1 sendok makan ayam/daging dicincang
  • 2 cube Laughing Cow Cheese Spread
  • 2 ice cube kaldu ayam
  • bayam well chopped
    How:
  • rebus pasta 3-5 menit, tiriskan, sisihkan, siram dengan 1 sendok teh extra virgin olive oil. Beda yah sama yang buat numis. Kalo untuk di masak pakai extra light, kalau ditaburin di makanan (untuk nambah kalori makanan) pake extra virgin :D #MPASIzilla
  • Tumis bawang putih, masukkin daging/ayam yang udah di cincang, cemplungin 2 cube kaldu. Tunggu sampai mateng.
  • Cemplungin deh bayam yang udah diiris halus. Masukkin keju dan biarin meleleh.
  • Colek sisa saos di penggorengan. Enak kan? :)))
#MPASIzilla note:
Olive oil menurut @dokteranakkita banyak mengandung asam lemak esensial, cikal bakal AA dan DHA. Pembubuhan extra virgin olive oil baik untuk menambah kalori makanan.

Bawang putih, bukan bawang merah. Karena bawang merah menghambat penyerapan zat besi.

Bayam. Bayam dan teman-temannya seperti brokoli, wortel, bit bisa mengakibatkan food poisoning berupa Blue Baby Syndrome tapi pack with nutrients. Blue Baby Syndrome disebabkan karena nitrat yang mengikat oksigen di darah sehingga bayi membiru. Very rare, tapi tetep aja denger kata poisoning aja males kan yah.. Jadi kalau kukus sayuran, airnya jangan pernah dipake karena nitrat banyaknya di situ. So long as the baby's fine, hajarr!

Kaldu ayam. Beku. Bikinnya seminggu sekali. Sempet gundah apakah metode ini tepat atau nggak karena kok nggak fresh sih ya? Apa mending potong ayam sepotong trs dibikin kaldu saat itu juga? Kemudian dr. Yovita tersenyum kecil "Frozen stock? Kalo lemak kan nggak berkurang ya.. Walau dibekuin". Ooo jadi lemak ya.. Ooo.. Ya ya ya.

Pasta. 9 bulan. Belajar mengunyah.

So, how is she taking Momma's recipe? Super like! :D

MPASI-Zilla

That's who I am.

Kemudian Lituhayu berujar:
Booooorrriiiingg!

Oh come on baby girl, you really hafta deal with it!


Never been a bride zilla and hamil zilla (only a wee bit of house-zilla and honeymoon-zilla) I proudly proclaim that I am an MPASI-zilla! Garis keras! Hahaha. Sekeras itu sampai kapan itu in one gloomy day at the MIL's house, a best friend ended her battle against lung cancer. I couldn't join to her house that night due to some communication and weather situations. Husband was sleeping, daughter safely tucked in our blanket. Moi? Staring at the ceiling. All alone, all night long. Sweet memories and highest respect to the bestfriend who had been very tough and cheerfull till her last day running around in my head. I really could not close my eyes. I tried to distract my thoughts by thinking about other things. Failed. Then, I started to imagine the shape of Lituhayu's breakfast tomorrow. Hmmm... Sweet potatoes with oatmeal. Orange color in the sweet potatoes means lotsa beta carotene while oatmeal, aside from its practicality, contains more nutrients than white rice. Oh, how about apples? Why on earth my daughter doesn't like apples? It's sweet and every baby should have sweet tooth, aren't they? Ba..zzz..na...na..zz.. Full of energy.. zzz.. Potassium.. Folate.. zzz.. But.. zzz.. Lituhayu doesn't like it either.. Avocado.. zzz the super food... Lituhayu loves a..zzzz.. voca.. do.. zzzz... zzzz.... zzz... zzzz... And I woke up hours later, ready to cook the daughter's breakfast. After finishing her breakfast, we dropped her at my parents house and went to my bestfriend's house. Madame Butterfly :')

The other day, we just moved to our house and I had this strange dream. White rice. Yep. White rice flying in my dream. Just the rice with white color. Hahaha. Jadi inget dulu waktu main kartu di kampus, mimpinya juga cuman chapsa.. Kartunya doang, nggak pake pemain nggak pake apa-apa hihihi.

Yah intinya begitulah, MPASI garis keras! :))

Tapi, jenis MPASIzilla-nya bukan peranti MPASI-nya. Lebih condong ke isi dan metode-nya. Ya maklum lah ya, eke pernah misuh-misuh kirim email complaint keras ke Starbucks Indonesia gara-gara barista-nya nggak tau mana minuman yang kalori-nya lebih kecil di banding lainnya. Hihihi. Ada masa-nya setiap mau makan beneran ngitung dan nyatet kalori. Jadi, kalo peranti makanan sih bener-bener minim dan nggak ada yang keren-keren. Lah, orang Utik dan Abah aja bengong (setengah prihatin) ngeliat Lituhayu makan pake sendok makan orang dewasa biasa.

Untuk beras, MamiCicu keukeuh nggak pake gasol/tepung or beras di tepungin. Hajar langsung dari beras yang udah direndem dan dibubur darispagi. Buat apa ada suster kalo bikin bubur 5 menit jadi? Hehehehehe.

Untuk daging, Cicuhayu belum pernah makan daging cincang supermarket. Selalu beli tenderloin/knuckle/rump di supermarket/pasar bentuk gelondongan. Sampai rumah, rebus sampe lapisan luar jadi putih, angkat, potong-potong kotak, bungkus cling wrap, masukkin freezer. Kalau udah mau dimasak tinggal defrost sebijik, cincang pake pisau, kukus dan saring. Effort-nya lebih sedikit daripada di blender dulu (been there).

Untuk ayam kampung, demi penghematan tanpa mengurangi kualitas.. Dikala bisa ke Grand Lucky selalu beli Baby Ayam Kampung.. Dengan harga 25rb (dibanding Ayam Kampung Dewasa 58rb) Hehehe. Cuman pe ernya sampe sekarang belom nemu deh yang jual Ceker Ayam Kampung. Katanya sih kalo beruntung ada di Ranch Market/Grand Lucky ya?

Untuk metode. Lituhayu cuman makan barang blenderan waktu ke Singapur. Karena anaknya udah ngamuk kelaperan dan Bapaknya kerja. Jadi deh, dengan senjata ergo (karena anak terlalu ngamuk untuk di stroller) beli blender Phillips dan sampe hotel langsung memblender. Kenapa nggak pake blender terus sih? Yah, analoginya.. Enakan sambel ulek atau sambel blender? :)

Untuk menu, udah kelar sampai bulan 12, tinggal dikonsultasikan saja ke dr. Yovita. Kemarin ini di twitter heboh karena anjuran IDAI sekarang 2x mpasi instant dan 1x mpasi home made. Nah lo nah lo. Bagaimana kabar MPASIzilla? Kabar baik.. Emang darisdulu udah pengen beli oatmeal and baby grains khusus bayi di Grand Lucky. Yang mana udah dapet lampu hijau juga dari dr. Yovita.

Jadi, apa perangkat andalan MPASIzilla?:
  • Bumbo Seat/High Chair: Ini prioritas numero uno. Bukan untuk mendisiplinkan anak dll. Tapi lebih ke: supaya postur tubuhnya tepat untuk makan. Ya kalo digendong/pangku kan mana tau ada yg keteken atau kurang tegak yah.
Pic taken from Walmart. Lucu banget ini anaknyaaaa!

  • Pigeon Food Maker. Wishlist sebelum Lituhayu lahir yang sangat durable dan mantap. Thank you Lalita :) Saringan kawat-nya bener-bener kuat walau sudah dihajar daging sekeras apapun. Beda sama saringan kawat yang dibeli lepasan. Canggih lah nih si Pigeon Food Maker. Tapi, belakangan mangkoknya udah nggak dipake lagi karena takut kebersihan kurang terjaga soalnya ada geret-geret-nya gitu. Butuh effort besar untuk bersihin sisa makanan nempel. Ya, kalo ibu-nya aja nggak berhasil bersihin total, apalagi orang lain?
Taken from cleobabys
And, that's a wrap!

Slow Cooker? dr. Yovita kurang rekomen sih.. Dan aku anaknya penurut :)

Pro: Lituhayu
Kamu dulu nggak suka manis loh. Kalo sekarang kamu baca postingan ini sambil ngokopin Smarties atau sambil nyendokin Nutella, itu pasti dari Buapakmu!! Oh iya, just for you to know. I took your first foods seriously. Jadi, kalau kamu mau memasukkan nikotin, alkohol serta hal-hal tak berguna lainnya.. You're so gonna break my heart. Lagipula, nggak sayang tuh udah dijaga-jaga badannya dari bayi?

Ah, nggak terasa, buku What to Expect the First Year udah harus diganti :')

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects