Showing posts with label Financial. Show all posts
Showing posts with label Financial. Show all posts

Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang

Bukan rahasia lah, apa-apa naik, penghasilan segitu-segitu aja dan kemauan banyak bener.

Me and Tumbe, kita nggak beli baju, sepatu,tas atau liburan. Kami sederhana dan nggak trendi. Tapi, when it comes to food.. Roarrrrr!!!! Nggak pake ngitung dan sudah berlanjut sejak kita naracap. Filosofi Tumbe: "Makanan nggak boleh diitung". Karena istri mengikuti pimpinannya, ya udin. Ora ngitung, blas!

Setelah kenyang jalan-jalan dan makan di luar sejak pacaran, beberapa waktu ini kita memutuskan kembali ke rumah dan makan masakan rumah. Jadi lebih murah? Nehi. Soalnya yang dipertuan agong-kan maunya cuman daging, paha ayam, lidah dan iga. Tempe, tahu, ikan? Bukan itungan makanan buat dese. Cemilannya Smarties tube besar, Baskin 1 pint kalo abis gajian, Walls 1 pint kalo tanggal tua, Alpenliebe 1 kantong sekali glek, Astor setoples sekali hap, Choki-Choki 1 kardus untuk semalem. Pokoknya, ngeri lah kalo liat trolley belanjaan.

Yang cukup bikin ngeri juga belanjaan MPASI Litu yang harus 3 hari sekali. Bahahah.. Masih yaa idealis :p The problem with MPASI grocery is.. Walaupun yang dibutuhin cuman daging atau ayam tapi tangan tetep ngambil chai tea variant baru, nyobain barbeque sauce yang itu, nyobain steak rub yang itu, baca resep perlu minyak ini minyak itu, dan jadilah belanja tiga harian yang moahaaallll dan berulang 2 hari berikutnyaaaaa :))

Semakin kesini, kami berdua semakin licik. Semakin nggak ada yang mau bayar belanjaan :))))) Tumbe somfret bener emang. Giliran kasir udah mau selesai scan barang, doi ajak Litu main-main. Abis ngangkutin barang, doi dorong Amara ke luar kasir. Akik? Nggak mau kalah. Giliran kasir udah mau selesai scan barang, sok sibuk angkat telpun atau sok panik mau nyusuin :)))))

Level kesompretan masing-masing gradually naik. Setelah Tumbe menang nggak bayar belanjaan, dia bisa bilang "Gic, tadi aku terima tatapan kilat loh di kasir. Desiiiinnggg!" atau "Tadi aku liat ada kilat-kilat di kasir. Taunya mata kamu" gara-gara ya gondok kaliii modus bener tu anak. Hiihh!!

Kemarin ini naik lagi level si Tumbe. Doi nanya loh ke kasir Lotte Mart pas akik keluarin Debit BCA dengan lemas.. "Mbak, disini silau ya?" TUMBEEE!!!!! Si Mbak Nunung yang ikut belanja selalu ikutan ketawa-ketawa. Berarti, harus lebih lincah dan sigap ambil alih anak yaa.. Saat kewajiban bayar di kasir datang. Hihihi.

On one fine weekend, kita tiduran ber-4 di kamar. "Nggak papah ya Bamb, walau nggak punya uang kan hati senang ya?" terus nyanyi sambil youtube-an: hati senang.. walaupun.. nggak punya uang.. ooo..

Kok bisa ya, kantong bokek tapi hati hangat?

The Car Seat Lesson

Menjelang beranak dua, terus terang.. Ndredeg.

Ini sanggup nggak sih?

Tapi katanya, kalau dikasih tanggung jawab biasanya dikasih reward yang lebih besar. Semacam naik pangkat artinya naik gaji gitu ya? Ini pernah disampaikan Om Wijanto waktu kita bangun rumah dan Litu belum ada. "Tenang aja Tami, Nita.. Kalau Tuhan kasih tanggung jawab, pasti juga kasih rejeki." Aamiin Om :D

Tapi sebegitu percayanya atas ungkapan diatas, ndredeg tetep ada. Namanya juga perempuan. Walau slebor begini tapi kerjaannya mikir, mikir dan mikir. Uang, tentunya bukan segalanya. Tapi tetep aja bok. Ujung ujungnya duit sebagai solusi dan pembawa kenyamanan. :D

Pertanyaan berikutnya adalah: fairness. Bisa fair nggak antara #LDS dan #AmLet? Untuk mencapai kefairness-an ini juga kan dibutuhkan sokongan dana yang harus dipikirin juga ya. Hosh.

Yah pokoknya, ujung ujungnya duit sih pada akhirnya hihihihih.

Detik ini, yang lagi dipikirin adalah yang paling di hadapan mata, car seat. Yailah. Ribet amat ya mamak? Hihihi. Soalnya, car seat training buat LDS sudah berhasil dan harus dipikirin car seat buat adiknya. Kalau stroller, baby box dll nggak dipikirin sama sekali. Soalnya? Pake punya Mbak Titu juga nggak papah. Nggak ada safety concern-nya :p

Ada beberapa alternatif solusi:
  1. Sewa Maxi Cosi Cabriofix dari www.bayibayiku.com atau www.bayibayiku-tangerang.com untuk Amaya. Lumayan kan dapet keamanan yang disodorkan car seat khusus infant tanpa harus beli? Nanti kalau udah kekecilan baru mikir lagi dan upgrade Combi Coccoro Litu (0-18kg)
  2. Sewa Coccolate Omni Guard (0-18 kg) untuk Litu. Jadi, adiknya langsung pake Combi Coccoro Lituhayu. Nah, rela nggak nih kakaknya? Car seatnya dipake adiknya?
  3. Beli Coccolate Omni Guard buat Litu? Kemarin sih udah dicobain (tes sewa 2 minggu). Litu tampaknya happy happy aja karena tinggi dan bisa liat mobil-mobil lain.
  4. Atau, idealnya.. Upgrade car seat Litu ke Britax Evolva (9-36 kg) atau apapun yang 9-36 kg lalu Amaya pake Combi Coccoro. Walau ada kemungkinan Litu bete car seat dipake adiknya, paling nggak ibunya nggak merasa terlalu bersalah dengan gantiin punya Litu pake barang sewaan hehehehehe.
On buying the seat(s) ada lagi cabang pemikiran:
  1. Beli yang biasa aja. Car seat is car seat. Daripada nggak ada sama sekali.
  2. Beli yang premium. Kalau ada car seat yang harganya 5x harga car seat lainnya. Nggak mungkin nggak ada alasannya. Safety first, anyone?
Jadi deh, dari kemarin browsing, browsing dan browsing..

Sampai kesandung di postingan seseorang di forum.

Ceritanya ada seseorang yang mobilnya belum ada seatbelt-nya. Terus, sebelum anaknya lahir, dia ke bengkel pasangin seat belt di jok belakang. Ketika saat belanja tiba, suami istri pergi ke Mothercare dan milih-milih car seat. Jatuh hati sama Britax, tapi harganya 5.4jt. Keluar toko, muter mall sambil merenung dan rembugan. Mampu atau nggak? Penting atau nggak? Beli apa nggak? Kalau beli, dana lain apa yang ditekan? Pada akhirnya, pasangan bijaksana ini memutuskan untuk membeli car seat idaman mereka itu dengan berbagai pertimbangan, salah satunya safety first. Pas sampe di cashier, car seatnya diskon 50%!!! Padahal periode diskonnya udah lewat! Kata cashier-nya ada kesalahan sistem jadi harganya masih harga sale.

Ya ampun, rejeki anak!!!!  :')

Pelajarannya: set your priority.

Yah, begitulah renungan pagiku pagi ini. Sedikit mellow karena cuaca dan kondisi-kondisi yang tengah terjadi minggu ini.

Kalau ada yang mau bantuin (i) kasih saran tentang car seat; dan/atau (ii)doain me and Tumbe untuk bisa menjadi orang tua yang: tangguh, kuat dan adil dalam membesarkan anak-anak, percayalah akan good karma. Kami akan mendoakan kembali dengan setulus-tulusnya! :*

Resolutions

Heyho, 2013!

The art of doing nothing at the office. Lol. The boss is taking his leave until 7 Jan, so it's the best time of the year! :D

Beauty Resolutions 2013:
>> Berambut rapih. Kemarin transaksi narkobis GHD sama Dindaf. Komentar Tumbe cuman "Yah, kamu agak keliatan high maintenance dikit Gic. Asal dipake terus ajah" :))) Kalo udah kelamaan bareng tuh gitu yah.. Pasangan lebih kurang ajar gitu ke kita. Perkataan apa itu AGAK HIGH MAINTENANCE? Kurang ajyaarr.. Awas yah kalo eke cantik.. Nggak aku ajak ngomong loh nanti!
>> Okeh. Nggak ada. Tadinya mau IPL tapi inget baru lahiran. Mau nginclongin muke juga selama setengah taun ini lagi hamil dan abis itu nyusuin lagi dengan one toddler. Sing ada waktu!

Health Resolutions 2013:
>> Mulai membiasakan diri dan suami untuk annual medical check up di satu tanggal.
>> Without being judes, bossy or sok tau harus bisa mengontrol suami yang gemar makan astor se-blek/smarties 3 tube dalam sekokop/choki-choki sekerdus di malam hari. Bukan apa-apa. Gendutnya sih akik terima lahir batin sejak hari pertama ijab kabul. Tapi batuknya ituloh.. Nular2in anak deh..
>> Daily juice intake. Pembantu mana ini pembantu?? Aku mau satu lagi dongg..

Financial Resolutions 2013:
>> Mulai menabung pribadi
>> Cuti nggak harus liburan kok, di rumah aja udah seneng asal selalu seneng-seneng
>> Ngerasain kayak apa rasanya digampar duit
>> Anu-anu

Relationship Resolutions 2013:
>> Untuk lebih mampu berdamai dengan harapan.
>> Untuk lebih sadar bahwa akan ada sedikit Habibie kalau ada sedikit Ainun di dalam diri.

Parenting Resolutions 2013:
>> Potty Training for Lituhayu
>> Tandem Nursing
>> Car Seat education for Baby #2
>> To be the coolest mother for both my children.. Aw.. My eyes got teary for writing this :')
>> Happy mom, happy babies, happy family. Everybody hates cranky moms!
>> And not to be dependent on pursuing the happiness.

Hup, 2013. Hup!

Appreciate Money

Sabtu kemarin, ada customer BayiBayiKu pakai jasa Party kita untuk ulang tahun pertama anaknya. Jatah tugas adalah menjemput mainan (karena yang bertugas nganter adalah Rainy). Mainan disini adalah: perosotan, bouncing castle, inflatable giant wheel, kolam bola berikut 3 karung bola, bubble machine dan play yard. Okelah, hajarr! Bawa pasukan yaitu Mijn Moeder, Mbak Endang dan Maritza.

Sampai disana, kita ber-empat mulai bekerja keras. Keras aslik. Parah. Keringetan menetes. Tentunya bekerja sesuai proporsi masing-masing yah. Mijn Moeder komando sementara Maritza ikut2an guling2 hihihi.

Yang paling susah itu ngempesin ini:

Gak pake alat/kompresor apapun. Cuman sebuah alat sederhana berupa jepitan kertas item dan tenaga kuda. Keringat menetes deras tapi Mbak Maritza tampak enjoy (sambil tetep keringetan) "Mi, aku dudukin yang ini Mimi buka bolongannya yah!" Dan begitulah kita bekerja sama selama hampir 2 jam. Sempat terbersit di benakku : Duile, ini untung sekeciprit aja kok ya begini amat yah perjuangannya? Lalu tiba2 sambil ngempes-ngempesin castle, menjadi bijak bestari di hadapan Mbak Maritza. "Nih, susah kan cari duit? Makanya Mbak Maritza harus hemat yah.." dan matanya berbinar. Wowww! I just taught Maritza how to appreciate money! Isn't that cool???

Another invaluable lesson is to help children understand where money comes from. In this day and age, children are watching as money comes out of a magical machine – put in a card, punch a few buttons and money appears. In reality, it comes from working, investing and saving. --> taken from here.

Welcoming April!

1 April 2011.

Cha cingg! Cash in..
Cha cingg! Cash out...

Hahah same old same old. Nggak perduli bulannya apa begitu gajian sontak bokek. Terus abis gajian ya bokek terus hihi. Jadi kapan nggak bokeknya dong? Tapi, bokek kali ini nikmeh bener deh. Karena kita berdua bener2 tergeruss russ russs dan amazingly, tetep happy! Tadi malem kita makan di Bintaro Nine Walk, makan nasi goreng gila for Tumbe dan nasi uduk for moi. Enak banget itu ayam dan sambelnyaa. Gluk. Dan ketika bill dateng bertahtakan tulisan Rp. 35 ribu berdua.. Yang bayar girang! Yaaaayyyy!!

Jadi, selama ini keuangan kita tuh boncos-nya ya di makan2 doang. Buktinya? Kapan itu kantong baju Tumbe robek gara2 ngantongin kartu nama. Hahahah. Lapuk banget yah? Trs, yang hamil juga cuman punya celana hamil 2 biji dan baju hamil 3 biji. Keren kannn? *bangga*

Target bulan ini lumayan berat. Isi rumah dengan barang2 basic seperti: dapur, kulkas, 1 AC dan tempat tidur. Nah, pe er banget dong yah. Serius deh.. Mikirnya lebih berat dari pas bangun or renov. Berantem-nya juga lebih berat. Hihihi. Alhamdulillah kelar juga dan bulan depan kita TINGGAL SENDIRI!! Yeayyy!

Dan dengan demikian, kamipun pindahan ke rumah Mama Tumbe wiken ini. Selain irit bensin dan makan malam, juga karena Tumbe pingin bikin seneng Mamanya. Isn't he sweet? *elus perut*

Baiklah doakan kami! Baik tinggal di Mertoku maupun mengatasi kebokekan ini! *gulung lengan kemeja sampe ketek*

Tick Tock

Dengan berdentangnya pukul 6 sore, habis sudah Februari 2011! The hardest month everrr (financially)!

Fiuh, we did it Tumbe! 1 cicilan lunas.. sisa 729 cicilan lainnya :D *jabat tangan*

Dear March,

Please be kind to us.

With all my our hearts,
Nita and Tumbe

Mengapa Saya Boros by Tumbelina

17 Agustus 2007

Mengapa saya boros? salah satu pertanyaan yg sering gua lontarkan ke diri gua sendiri...dan juga ke orang laen. Kayanya buat gua tuh susah bgt untuk berhemat dan menabung..gak kaya ade2 gua...mereka terkenal hemat di keluarga gua...dan gua terkenal sebagai tukang boros..hehe.

Bayangin aja...ade gua yg kedua...waktu dia sekolah di texas...dia tuh bisa..setiap hari cuman beli double cheese mcdi yg notabene harganya 1 dolar us each dan dia beli 2 biji saja untuk makannya. Dan dia bisa konsisten...setiap hari cmn ngeluarin maks 4 dolar untuk makan dengan jalan membeli fast food2 murah. Bayangin ampir tiap hari dia kaya gt! Luar biasa kan?

Gua jangan ditanya...gua jg udah nyoba hidup kaya gitu...gua cmn beli burger mcdi tiap hari...seminggu masih ok...2 minggu masih ok...3 minggu mulai eneg...dan abis sebulan akhirnya malah gua yg gak tahan...gua lsg menggila...gua gak mao lg liat yg namanya burger mcdi..hehe. Jadilah program hemat gau gagal.

Ade gua yang paling kecil beda lg...dia bisa tahan berminggu2...wiken termasuk...gak keluar rumah...jadi kerjaannya cmn maen game sama nonton di kamer aja. Hebat kan? Gimana dia gak hemat...hehe. Gua gak bakal bisa kaya gitu...di samping gua jg gak segitu game freak.

Sebenernya kalo mo hemat...gampang sih..planning dan disiplin atas plan kita. Lagi2 disiplin. Untuk urusan planning kayanya gua sih gak ada masalah..planning gua kayanya gak kalah ama orang2 laen dan ade2 gua..cuman untuk masalah eksekusi nah itu dia problemnya.

Contohnya...misalnya gua udah netapin sebulan tuh tagihan HP cmn boleh maksimal 200 ribu..cuman dalam kenyataannya...gua terlalu males untuk mengontrol pemakaian gua. Gua males untuk ngecek2 pulsa.."udah berapa yah nih?"..."ah masih dikit kayanya nih...hantem aja". Dan akhir bulan ketika bill dateng...dengg denggg...gua lsg stres sendiri..hehe...ngeliat tagihan membludak...lalu abis itu langsung dimulai penyesalan...trus abis itu mulai lah tekad2 baru. "Gua beneran nih bulan depan gak bakal kaya gini, etc" Tapi sebagian besar masih terjadi aja keborosan...hehe.

Gua bukannya gak nyoba alternatif2 untuk menurunkan pemakaian...udah banyak...mulai dari beli cdma...sampe bela2in gak pake kartu kredit...cmn akhir2nya pasti ada aja yg bolong.

Gua juga udah sempet analisa pengeluaran2 gua...dan hasil penelitian menunjukan bahwa pengeluaran terbesar gua adalah untuk makan! yup...makan...kayanya gak penting yah...cmn makan doang...masalahnya dr dulu gua jg dianugerahi selera makan yang besar sih...gak tau kenapa...kayanya kl soal makan pasti rakus...maonya nambah dan berlebihan...gak heran kl berat badan gua beberapa taun terakhir lsg naek mulu.

Yang kedua paling banyak biasanya tagihan HP...walaupun ada beberapa masa dimana gua bisa neken pengeluaran HP gua. Yang ketiga yaitu bensin...dan terakhir tol. Dari analisa2 di atas..sebenernya kl diliat..agak menyedihkan jg kan...uang dipake2 cmn buat makan dan telfon.

Makanya itu gua lagi2 mencanangkan disiplin diri untuk berhemat. Gua yakin gua bisa..dan gua yakin semua orang yg ngalamin masalah yg sama pasti bisa. Mungkin yang bisa jadi katalis adalah jika kita mempunyai goal ato tujuan yang ini kita capai. Misalnya kaya gua...tujuan gua simpel aja sih...pengen beli rumah sama kalo bisa jg nabung untuk kawin nanti...yah walaupun simple...cmn pengorbanan yg harus dilakuin udah pasti gak gampang. Cuman kalo kita punya tujuan yg mao kita raih at least kita jadi lebih terpacu untuk melakukan hal2 untuk menuju kesana. Dan oh ya..gak bakal rugi juga kl kita punya orang yg trus ngingetin kita sama crewet2 dikit dalam hal ini yaitu berhemat. Seperti gua punya si gadis kecil...yg setia memotivasi gua..:)hehe. Selamat menabung!


--------
Tulisan Tumbe di blog doi waktu masih lucu-lucunya. He's a truly white rabbit alias kelintji putih yah...

Oh nothing is edited. I swear. Mmm except for the bold font. Hehehe.

Little Tumbe

Rejeki Kacamata


Di suatu minggu sore, setelah family lunch bersama keluarga Tumbe, mampirlah kami menemani Mama Tumbe ke Optik Seis Plaza Senayan. Tertegun sebentar melihat promosi buy 1 get 1 free frame dengan kartu kredit Mandiri. Sedikit penjabaran fakta, Tumbe itu matanya minus 3.5 di kiri dan minus 0.5 di kanan. Dan sangking ignorant-nya, selama 4 taun bersama ngga pernah sekalipun pake kacamata. Tsk tsk tsk. Tumbe, no good Tumbe!

Akhirnya dengan dikompori Tumbe-pun membeli kacamata baru. Yayyy!!! Minusnya berubah ternyata, jadi kiri minus 3 dan kanan minus 1. Setelah pemilihan kacamata yang mengakibatkan Tumbe terkadang menjadi mirip: (i) anak SMA Kanisius kalau framenya ala anak gaul; (ii) pak dokter kalo frame-nya warna emas. Teeheeeeee...!!!; dan (iii) gay kalo gagangnya berwarna item, tebel dan ada ornamen2nya. *peace, akhirnya terbelilah sebuah kacamata frame item dan mengakibatkan ehm.. ehm.. ogut dapet kacamata gratisss!!!

Sekarang bagian strategi finansial.

Jadi, kan kacamatanya Tumbe itungannya gratis krn dapet jatah kacamata.. Dan, kacamataku krn buy 1 get 1 free gratis jg dong, cuman bayar lensa doang. Nahhh.. ternyata pembayarannya bisa dijadiin cicilan 0% 12 bulan! Jadi, uang reimburse dari kantor Tumbe bisa buat bayar cicilan bertahap rumah dan kita nyicil aja perbulan tanpa bunga! Cerdik bukan?

Hasrat belanja terpenuhi, dapet kacamata-kacamata gratis, dapet uang tambahan buat cicilan rumah dan dapet cicilan nol persen! Ah, ini pasti hikmah nraktir Mijn Moeder kacamata.

Jangan pelit sama Orangtua sendiri. ~Safir Senduk~

Just my opinion, jangan mentang2 utang kartu kredit lg jadi trending topics perencana keuangan jadi antipati sama kartu kredit. Bisa jadi menguntungkan kok.. Kl ngga percaya liat aja tuh baju2 gratis yang dibeli dari dari point kartu kredit :) Yang penting lunas aja kali yaa...
Finance should be practical! ~Ligwina Hananto~

Unit Link

Gara2 Mbak Ligwina Hananto, sekarang Unit Link jd issue yang kontroversial. Apa sih Unit Link? Kalo nggak salah, asuransi kesehatan yang merangkap investasi gitu ya? Karena returnnya kecil dan bahkan lebih dikit dari deposito, saran2 yg beredar sih mendingan Unit Link-nya ditutup and dialihkan ke reksadana or produk investasi yg sexy lainnya.

Beberapa taun yang lalu, waktu masih hot-hotnya pacaran dan blm ada tanda2 keseriusan, Tumbe ikut Unit Link yang ditawarin sepupu oguts. Hihihi. Gimana nggak join coba kl bokapnya si sepupu bilang "pokoknya jaminannya, keponakan Oom!" Hahahah tergadaikan deh pokoknya.

Kemaren2 sempet labil dan propose buat nutup sang Unit Link. Tapi setelah dipikir2, yahsudahlah... Anggep aja uang ilang. Toh, waktu kita merayakan 4 bulan kawinan yang lalu:

kita dapet uang 1.5 juta hihihi. :D

Preminya juga nggak gede kok, kalo kata cewe2 metropolitan jaman sekarang: cuman buat sekali nge-wine. Ditambah lagi fakta bahwa Kelintjiputi Senior bisa biayain anak2nya sekolah salah satunya lewat sang P*udential ini. Entah produk apa yang diambil.

Mungkin saran untuk nutup Unit Link tepat kalau ditujukan pada orang2 yang [mau] tau cara berinvestasi dengan baik dan benar. Yang mana adalah bukan kami si pasangan pemalas. Kayanya kalo kita nutup si Unit Link uang yg harusnya dibayarin ke premi bisa cuman jadi lemak (di perut Tumbe) deh hehehe. Lagian termination kayanya ada potongan deh. Sayang ngga sih? Mending nanti kl udah rada stabil berinvestasi dgn cara lain aja kali ya. Kan tetep never put your eggs in one basket hehe.

Just my two cents! And I still love Mbak Ligwina Hananto and am looking forward to meet her.

A Lesson from the Boss

Baron Bistro Plaza Indonesia - casual lunch with the Big Boss.

Akibat panas menyengat, kami terpaksa berpindah dari atmosfer Perancis outdoor dan masuk ke dalam. Belum sampai duduk dengan sempurna, Big Boss bercerita:

"Saya kemarin baru dari Louis Vuitton. Liat2 tas. Kulitnya bagus. Backpack gitu.. Waktu saya tanya harganya, katanya 48 juta (or was it 68 juta?). Wah gila. Terus salesnya bilang "Kami bisa buat custom-made buat Bapak". Lalu saya disodori katalognya. Harganya 200 juta. Gila. Hahaha."

Kalimat keluar dari sesosok pria elegan yang disebut-sebut sebagai "The best contract drafter in Indonesia". Hati jadi sedikit malu. Dengan penghasilan yang mungkin tidak lebih besar dari zakat bulanan yang dikeluarkan Big Boss, kok berani beraninya ya beli (atau mimpi) tas LV/Chanel dan sepatu Christian Louboutin? Hehehe.

Nostalgia

Dapet tugas nyari hotel buat Mijn Moeder n Keluarga Mama Ninit utk di Sydney. Jadi nostalgia waktu bulan madu. Mau lagi doooonnggg Bumbaaaaaa.....!!!!

Memotong Rambut Tumbe!

Berbekal dari pengalaman memotong rambut sendiri, rambut keponakan, dan rambut seorang teman perempuan.... Akhirnya di hari Senin pagi, kubangunkan Tumbe yang masih sedikit teler dan kugiring ke taman untuk DIPOTONG RAMBUTNYA!

Lumayannn penghematan dan customer puasss hihhih. Padahal pas proses pemotongan (dengan gunting kertas) mukanya ditekuk 7 dan nunduk senunduk2nya dengan mata melotot! Maklum, Tumbe walaupun cuek dan slebor agak cerewet sama potongan rambut hihi.. Jadi mulai sekarang Tumbe nggak perlu ke Barber Shop lagi!

Penghematan per-potong: biaya potong 75.000 + tip 10.000 + parkir 10.000 + bensin 25.000 = 120.000,-

Penghematan per-taun : 120.000 x 12 = 1.440.000,-

Wihuuu! Me so proud!
*You see darla, when I say we need to cut our expenses, that shall mean CUT!

How Low Can You Go?

Had a rough discussion with Tumbe about our tight budget policy last night. The cliche conclusion is: kita harus hemat! (enlightening? nah!)

Sambil nyisir, pake krim muka sampe nyetir ke kantor, nostalgia......

  1. SMA. Dulu, kutemukan suatu metode untuk pacaran tanpa biaya. Dengan nelp 2 detik! Jadi, dulu itu kalo pake telkomsel, kl nelp cuman 2 detik pulsanya nggak kepotong. Kalo XL, 1 detik dan kalo Mentari... nggak bisa. Heheheh. Jadi, dulu pacaran bak brik2an "Lg dimana?" cekrek "aku mandi dulu ya" cekrek "I love u!" cekrek. Bahkan gosip-pun pake metode ini (yang kemudian dibakukan dengan nama MisBeg alias Miskol Bego). Sempet lama metode ini dijalankan, sampe akhirnya yang berwenang kayanya tau.. huhuuuwww.. jadi tiap detik bayar deh! :(
  2. Kuliah. Dulu, kalo kuliah itu musti ngebut. Karena kalo nggak pasti terlambat. Nah, walaupun panasnya depok bak ber-matahari 12, AC tetep mati dooonggg kalo lg ngebut. Kan banyak angin dan debu yang bisa berfungsi sebagai pengering rambut!
  3. S2 di Singapur. Karena kurang pintar dan ga dapet beasiswa, jadi harus bisa menekan budget. Selama disana, nggak pernah ada cerita beli tissue toilet. Yang ada nilep dari WC umum. Terhina bener yah... Heheheh. Jadilah sistem tissue-nya refill, tissue tilepan dililitin ke selongsong bekas tissue!
  4. Kerja di Spore. Untuk menghemat biaya utilities, setiap hari bawa laptop ke kantor. Buat kerja? Nggak! Buat nge-charge ajah hehehehe. Mana berat amat lg tuh laptop. Dan demi menghemat biaya transportasi, kalo naik bis kartu EZ-link di tap 1 bus stop sebelumnya (jadi masih zone ijo yang berarti menghemat sekian cents). Akhirnya nggak lama keluar pengumuman, siapa yang ngetap sebelom turun akan di denda. Hihihihi. Ketauan! Seyeeemmmm...
  5. Mau Kawin. Tiap hari selalu bawa bekal makanan. Setaun lebih non-stop. Padahal temen2 kantor kalo makan siang suka rada tega makan di tempat2 enak. Aku iriii...

Sekarang, due to this project musti irit lagi. Tapi udah nggak ada energy deh untuk menghemat lagi. Huhuhu. Konsekuensi melilitkan hutang sedini mungkin sebelum ada tanggungan nih. Let's see how low can I go this time.

now...

How Low Can You Go?

Financial Issue

Issue biasa buat para newlyweds.

Bagaimana dengan kita?

Abis nikah, keadaan keuangan masih stabilll... tenang tak beriak..

Bulan madu? Masih bisa di kontrol..

Pasca bulan madu? mulai ketar ketir...

Tagihan kartu kredit datang? Pingsannnn!!! :( Terpaksa tangan besi Jeng Cikim harus bekerja... Tumbeee... gulungkan kemeja sampe siku! We need to cut expenses!
  1. Lampu depan kamar mandi harus dimatiin. Biarin aja area itu jadi kerajaan kecoa. Yang penting harus hemat energi!
  2. Dilarang menggunakan HP! Cukup SMS aja. Tumbe yang males sms dan gemar nilpun harus menyetop kebiasaannya. Sebisa mungkin, untuk menelpun gunakan telp kantor dan untuk cek facebook gunakan BB kantor.
  3. Makan malam harus dirumah! Tumbelina harus berhenti merengek minta dimasakin. Karena kalo Jeng Cikim masak artinya buang2 bahan makanan! Lebih baik ceplok telor aja. Itu aku bisa! :D
  4. Penutupan Kartu Kridit BCA si Jeng.
  5. Kabur dari kewajiban membayar Fitness First dengan melakukan aksi no. 4.
  6. Kurangi makan di luar. Hidup nebeng Ortu and/or Mertoku!
  7. Bangun lebih pagi sehingga pengeluaran bensin hanya 1 mobil. Jeng Cikim diharapkan tiba di kantor pukul 6.30. Wakwaaawwww!!!!
  8. Dilarang belanja! Jeng hanya diperbolehkan menggunakan voucher MAP dari Tumbelina.
  9. Mama Jeng Cikim belanja dengan voucher Carrefour dari Tumbelina. Tumbe harap lebih rajin ikut latihan basket kantor.

Dengan aksi2 diatas, semoga dan Insya Allah, selambat-lambatnya bulan Maret dapat merengguk Kebahagiaan Finansial! Amien.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects