Happy Birthday Pandu!

Pagi ini seperti pagi-pagi lainnya. Macet sambil cek-cek twitter. Eh, suaminya Meta ulang taun. Ucapannya: "Happy birthday to the most unselfish and most patient man in my life." Sweetness!

So, I forwarded the info to Tumbe via Whatsapp, in the middle of driving.

Me: Meta suaminya ultah. Ucapannya:
Me: Happy bday to the most unselfish man in my life.
Me: Gilak!
Tumbe: Mungkin Metanya unselfish jg kali.
Tumbe: Semoga kita bisa kaya gitu ya
Me: Mungkin suaminya jg nggak defensif ya
Me: Aamiin
Tumbe: Meta juga nggak compare-compare kali ya
Tumbe: Hihihi
Tumbe: I love u
Me: Yah, mungkin dia secure ya
Me: Love u too
Tumbe: Yah, mungkin dia ngga irian ya
Me: Ah, elu kaya si X aja, ngomongin dikit dibilang iri
Tumbe: Iya hihihihi
Me: Elu si X
Me: Gua Meta
Tumbe: Si X dibenci cuman nggak bisa hidup tanpanya
Me: Hanjitttt!!!

Jam makan siang, nelp Tumbe:

Me: Halo, Pandu?
Tumbe: Iya Met, kenapa?

HAHAHAHAHAH.

I love us for being ourselves.

Happy birthday Pandu! We wish you nothing but the best. Keep inspiring us! :)

Weekend!

Weekend kemarin judulnya HEPI!

The luxury of doing simple things :D


 
Sabtu

Boss Tumbe waktu di KL dateng, jadi kita jamu makan di Pandan Bistro Pakubuwono. Eh gila yah, Sabtu tuh macetnya mau gila ya. Dari Bintaro jam 11.30 sampai Shangrilla jam 1.30 aja loh! Untung Pak Boss baik banget, dia sms "Take your time Tami, I'm still digesting my breakfast". Hihihi. Pandan Bistro ternyata enak. Kepala Ikan-nya ala Medan Baru tapi suasana restoran. Semua enak deh. Yum!

Anyway, si Pak Boss ini super family man deh. Abis basa-basi nanya kerjaan, kita dikasih petuah. Petuah karir, petuah keluarga, petuah keuangan, petuah mendidik anak.

Salah satunya tentang Litu nggak mau duduk di car seat. Hihihi.

Boss: "She has to sit in her car seat. It will take only a month, after that there will be no problem. Trust me. It would be handy for your nanny, handy for you and you can happily drive Tamee!"
Me: "I'm trying to Pak, but her Daddy.. Mmm.."
Tumbe: "Do you think she'll hate us if we let her crying on her car seat?"
Me and Boss: "HOAAA!!! TAMEEEEE!!!!!!"
Boss: "No way man! She'll hate you if you dont give cellphone on highschool. She'll hate you if you dont allow her to go to the malls. But now Tamee? Come on??"

HIHIHIHI..

Jam 6 sore sampe rumah. Gila yah. Jakarta macetnya nggilani! Tadinya mau kencan manis sama Smita di Baembul Pasar Modern. Tapi hujan rintik-rintik jadi terpaksa deh reschedule.

Btw, Litu sekarang lagi suka baca loh. Kalo lg rewel di car seat, kasih majalah lebih ampuh loh daripada dikasih android atau mainan. Nanti dia baca 2 centi dari matanya trs dibalik-balik halamannya. Hoahahah. I'm a proud rabid!


Minggu
 
Pagi, nggak ngapa-ngapain. Sampai jam Litu tidur siang.. Tumbe melesat ke Kalibata urus persewaan, sementara akiks, ke Bersih Sehat dan Lotte Mart beli Share Tea dan groceries untuk bikin steak minggu malam.
 
 
 
 
Awalnya berpedoman, life's too short for a bad mushroom sauce. Tapi ternyata cooking cream lupa kebeli. Jadi rasanya, yaaa.. Gitu deh.. Shit happens in life hihihi.
 
Kata Tumbe and Enciko, saosnya lumayan, mashed potato lumi.. Tapi dagingnya rada rasa rendang. Ah, itu kan salah dagingnya.. Bukan salah chef-nya. Ya kan? Hihihihi.
 

 
 
Dasar perut melayu yah.. Cuman makan daging doang nggak nendang. Jadi deh, jam 1/2 10 malem delivery Ayam Pop dari Sederhana Bintaro Sektor 3. Hihihi.
 
 
 
Wiken ini rada rancu sih kenapa hepi banget.
 
Mungkin karena we spent a good quality of time together.
Mungkin karena abis ketemu father figure.
Mungkin karena Cocoa Rocksalt and Cream Cheese serta Classic Milk Tea Share Time.
Mungkin juga karena posisi nenen favorit Litu yang terbaru ini:
 

Jangan Sambil Tiduran

kalo nyusuin!

........................

I know.. It's surely gonna be a long night.

Pernah debat sama dokter twit. Yang bilang bahwa boleh kok nyusuin sambil tiduran. Nggak ada hubungannya sama infeksi telinga. Anak ASI hampir nggak mungkin kena infeksi telinga.

Litu anak ASI (and I'm proud of it).

Bulan ke-2 dalam hidup Litu, ada cairan putih bau nggak enak keluar dari telinganya. Bapaknya di Malaysia, anaknya bau kuping. Berangkatlah berdua babysitter ke dr. Sander. Bukan infeksi telinga sih.. Tapi langsung ditatap dan ditanya "Ibu nyusuinnya sambil tiduran ya kalo malam?". Dalam hati protes: "Tapi di What to Expect boleh kok posisi sambil tiduran gitu. Ada loh gambarnya". Belum sampai keluar protesnya, dokter bilang "Coba aja Ibu minum sambil tiduran. Gimana rasanya? Kalo di film-film itu orang sakit aja kalo mau minum di bangunin dikit kan? Apalagi bayi. Saluran telinga dan tenggorok bayi itu masih sejajar. Jadi apa yang masuk dari mulut sangat bisa keluar dari telinga."

Abis itu untuk beberapa bulan ke depan patuh. Malem-malem bangun sambil ngantuk, duduk, nyusuin. Nggak ada cerita nyusu sambil tiduran. Nada.

Until kegemporan mengalahkan.

Mau growth spurt kek mau enggak kek.. Yang namanya ibu menyusui malem itu beneran kaya digebukin. Dan masih terjadi sampai sekarang hihihi. Jadi deh, Litu nyusu sambil tiduran. Dalihnya: Supaya Litu cepet tidur juga. Kalo digendong, disusuin, ditaro ke tempat tidur kan ada perubahan rasa. Nanti bangun. Itu alasan sih. Sumpah, itu alasan ibunya. Sebetulnya sih karena ibunya pengen tidur terus nggak mau bangun.

Sampai kemarin grok-grok lama. Bisa dibilang berbulan-bulan untuk grok groknya. Baik batuk maupun enggak. Itu yang kita kejar kemaren ke Prof. Bambang Supriyatno, spesialis paru anak di RSPI. Orang yang paling tepat kita datangi sepertinya, mengingat thesisnya tentang mendengkur pada anak dan dia emang konsultan respiratory.

Pertanyaannya:
  1. Full ASI? Iya
  2. Nyusu sambil tiduran kalau malam? Errrr... I.. Yaa.. Dokk..
Sisanya: ibunya suka gatel-gatel atau enggak (berarti alergi) dan berat badan naik atau nggak (TB atau bukan)

Kembali ke nyusu sambil tiduran. Ternyata nggak boleh loh! Dan ini udah dua kejadian Puspita. Petunjuk manalagi sih yang mau kau dustai? Hah..? Hah? Hah??

Kata Pak Profesor, grok-grok dan batuk lama Litu salah satunya karena nyusu sambil tiduran. Kenapa gitu? Karena cairan yang harusnya di lambung, naik ke tenggorokan (bikin batuk) dan turun ke paru-paru (bikin grok-grok). Ini yang disebut GER/GERD Gastroesophageal Reflux (Disease). Wheezingnya juga bukan karena asma, tapi karena cairan itu yang akhirnya jadi riak ngumpul.


Denger/baca GER bukan yang pertama. Sering baca dimana-mana tapi nggak pernah detail. Soalnya merasa Litu nggak kolik atau muntah atau gumoh berlebih. Tapi batuk iya hahahah. Baru tau deh kalo GER symptomsnya salah satunya batuk kronik.

Jadi, sekedar sharing aja. Beda bayi tentunya beda kondisi. Mungkin ada baiknya mulai nanti malam kita nyusuin sambil bangkit dari tidur dan duduk. Kalo kata si Prof:

"Ibunya capek? Bukan urusan saya.."
 
Sampai sekarang diagnosa untuk batuk Litu GER. Belum tau tepat atau enggak. Semoga memang cuma itu. Tapi kata Pak Prof:
 
"Kalau anaknya ceria, mau makan minum dan tidur nyenyak. Namanya sehat.
Bapaknya aja kalo sakit kolokan kan? Iya nggak Bu?"

Tambahan:
Nyusuin yang bener memang sambil duduk kok. Kaki diganjel dingklik, perut bayi menempel perut ibu, sangga badan bayi dengan lengan/bantal. Itu teori-nya menurut konselor laktasi.

Tapi emang kalo sambil duduk itu pasti kepala lebih tinggi dari perut (dibandingkan posisi tiduran).
 

 
Happy breastfeeding!

Common Cold

Sejak Litu ulang tahun sampai detik ini, Litu BATUK!

Nggak ada jeda sama sekali. Berarti udah mau dua bulan yah batuknya. Ihhh.. Gemesss..

Maka, berkeliaranlah kami ke beberapa dokter ibukota. Dr. Y, Dr. HS, Dr. Sander dan terakhir Prof. Bambang Supriyatno. Untuk apa? Penegakan diagnosa sebenernya sakit apa sih si Gendhuk Ipel Ipel?

Anaknya sendiri gimana? Lengkap. Dari biasa aja, batuk-batuk kecil, batuk-batuk berat, radang tenggorokan, demam tinggi, sumeng, sembuh, pilek, grok-grok, wheezing. Semua silih berganti selama hampir dua bulan ini. Berat badan sempet drop 1/2 kilo. Mak! 1/2 kilo deh. Tapi dalam 1 minggu beratnya yang defisit 1/2 kilo itu udah balik 400 gram. Iyeayy!

Prosesnya cukup mengelus dada ibunya.

Mau coba recap ya. Karena percayalah, di antara penyakit-penyakit lain. Mungkin Common Cold yang paling menimbulkan friksi internal. Dokter muda nggak kasih obat, dokter senior kasih puyer. Mama santai, Eyang panik. Yang tua mikir "Ini anak sakit kok didiemin aja sih sampe begitu batuknya. Orang tua aja batuk nggak enak apalagi bayi". Yang muda mikir "Ya, kan Common Cold self limiting desease. Sembuh sendiri karena penyebabnya virus. Udah ke dokter jugak kok..". Berani tarohan, pasti bukan cuma disini kejadiannya :D

dr. Y
Karena kita (me and Tumbe) tipe yang begitu anak demam sedikit bawa ke dokter tapi jauh di lubuk sanubari juga pengen menerapkan Rational Use of Medicine (RUM), kita pilih dr. Y sebagai dokter anak Litu. Kenapa? Karena dia cantik kata Tumbe RUM berat. Jadi, walau kita bawa ke dokter nggak nunggu 3 hari, penanganan tetap RUM dan kitanya rada tenangan lah yah :)

Seperti biasa, menurut dr. Y ini Common Cold. Nggak perlu obat. Alergi dingin/debu? Ya dihilangkan sumber alerginya. Bukan dicari obatnya.

dr. HS
Dokter anak Tumbe waktu kecil sampe SMA. Kata Pak Dokter, penanganan mayan terlambat. Harus nebulasi dan minum puyer. Gejala Asmatis dan Bronkhiolitis.

dr. Sander
Kita cari third opinion. Dan sengaja cari yang nggak RUM RUM banget lah. As far as I know, dr. Sander masuk kategori ini. Dese bukan garis keras ASI atau RUM. Kenapa milihnya gitu? Ya karena kalo kita ke dr. Endah atau dr. Wati dapat dipastikan Litu Common Cold. Lalu apa kata doi? Common cold! Yeayyy! Begitu habis periksa, dengan super cepat dia bilang: "Oke, Litu.. Nggak perlu obat demam, nggak perlu obat alergi, nggak perlu obat batuk." Terus Mama Litu sedikit maksa untuk minta obat batuk dengan mengetengahkan diagnosa dr. HS. Dijawab ringan "Ya.. Kalau mau kasih obat batuk kasih ini deh Prospan. Ini terbuat dari daun-daunan". Puyer nggak usah, nebul nggak usah.

Habis itu Litu kena bakteri lain lagi yang menyebabkan demam. Kali ini radang tenggorokan. Baru setengah hari anget, langsung dibawa ke dr. Y. Eh, ternyata beneran nggak usah tunggu 3 hari demam loh. Buktinya, ini begitu dibawa ke dr. Y yang super RUM langsung dikasih antibiotik. Soalnya obvious (tanpa perlu cek lab) amandelnya ada selaput putih dan membesar. Untung nggak nunggu 3 hari demam kan hehehe.

Shit happens. Udah lah dijaga-jaga supaya nggak kena antibiotik. Akhirnya dapet antibiotik.. Eeeh.. Dosis pemberiannya salah. Di hari ke-5 yang harusnya antibiotik habis, masih sisa 1/4 botol. Ada yang salah disini. Ternyata, selama ini yang harusnya 0.5ml dikasihnya 0.25ml. Rasanya mau jedotin kepala deh. Kan di petunjuk antibiotiknya ada tulisan HABISKAN. Ini kalo ngabisin harus lewat dari 5 hari petunjuk dokter dong? Abisin aja? Stop aja karena 5 hari? Berenti kerja aja?

Lagi galau, di Hari Hari ketemu dokter umum yang RUM juga. Langsung tanpa malu-malu nyamperin. Dan doi lupis sama akik. Hahahahah. Nanya tentang salah dosis antibiotik. Dia jawab: nanti sms saya antibiotiknya apa. Kalau perlu ditambah antibiotik lain yang adequat dan habiskan lima hari. Lemes jonih!

Sampai rumah sms dr. Y dan katanya kalau demamnya sudah berhenti, antibiotik bisa stop aja. Fiuhh.. Belakangan tentang salah dosis antibiotik ini jg ditanyain ke Prof. BS. Katanya "Ya kalo kurang nggak papa. Yang nggak boleh itu berlebihan. Kalau kurang itu paling bakterinya dikilik-kilik aja" hihihi. Begitu ibu-ibu.. Kalau ada yang salah dosis (kesedikitan antibiotik) ini jawabannya yaa..

Setelah heboh-heboh. Eh, malemnya Litu nafasnya wheezing. Aduh! Kok wheezing sih? Balik lagi kita ke dr. Y. Katanya, ini virus baru lagi. Beda sama batuk kemarin. Kasian amat sih kamu sayang?

Setelah seminggu di nebulasi dan kasih obat batuk. Grok grok dan batuk masih ada. SMS lagi ke dr. Y. Jawabannya: "Coba konsul ke Prof. BS. Beliau ahli paru anak. Praktek di RSPI jam 5-8 mlm." Lalu kita berdua menatap meja makan dengan nanar.... Kenapa harus ke ahli paru? Kenapa dr. Y refer ke dokter lain? Kenapa ya?

Prof. BS
Tegang amat deh. Apalagi doi joke-nya suka bikin mau masuk ke bumi. Seperti:
lagi diperiksa
Prof: "Wah ini sih sudah pasti."
Me: "Pasti apa Dok?"
Prof: "Ini sih jelas ada paru-nya. Di rumah ada yang batuk darah nggak?"
Me: "Hah? Enggak Dok. Tapi pengasuhnya ganti-ganti sih.."
Prof: "Yah, mau bagaimana lagi? Yakin nggak ada yang batuk darah yah? Tapi jelas nih ada paru-nya. Nggak perlu rontgen atau tes lain saya sudah pastikan ada paru."
Me: *protes kecil* "Tapi beratnya naik terus Dok."
Prof: "Sigh... Yah tapi nggak papa. Bagus lah kalo dari kecil udah ada paru-nya begini. Kalo nggak ada.. NGGAK BISA NAPAS DONGG!!"
Me and Tumbe langsung: SAIIIIKKKKKK!!!!!!!!!! *sambil mau nangis

dan joke-joke lain seperti: "Tidurnya jangan telentang, nanti nggak bisa nafas." | "Oh gitu Prof? Selama ini telentang dia" | "Nggak berenti nafasnya?"| |"Nggg.. Enggak si Dok."| "Hebat yah udah NELEN TANG masih bisa nafas"| ......................

Akhir kata, Litu kenanya Common Cold dan nggak perlu obat sebetulnya. Tapi karena udah lama ya udah deh dikasih obat batuk dan obat lambung. Eh kenapa lambung? That deserves another post :D Udah panjang iniii..

Asmatis kemungkinannya 1: 200 anak dan hampir nggak mungkin. Bronkhiolitis kalo beneran anaknya musti di ICU.

*usep keringet*

My Toddler

Beberapa hari yang lalu, Lituhayu jalan! Wow.. Ucluk ucluk ucluk.. Jalan! Gape dikit, dia jalan sambil dash-dadah atau tepuk tangan atau berhenti sebentar utk ngambil semut.

Tumbe lgsg twit:
My 1 year old walks with style.. Gangnam Style!

Hihihi.. emang sih utk jaga keseimbangan tangannya kedepan mengepal. *tarik* *peluk*

Selain jalan, Litu udah bisa nunjuk-nunjuk. Papa, Mama, Eyang, Mbak Nunung, Mbak Ai, Abah. Juga bisa nunjuk bagian tubuh. Idung monkey mana? Idung Litu? Idung Mamah? Rambut, gigi, kaki, tangan. Aaaa....!

Sikat gigi udah hampir bisa. Masih suke ngisepin airnya sih dari bulu sikat hihihi. Gpp, hampir bisaa!

Kemarin malam, Mbak Nunung lewat sambil bawa makanan. Apa reaksi Litu? "Yeeasss... Mam! Mamam! Yeaas!" Gembul keciiiill!

Eh iya. Ada hikmahnya juga loh dia ganti2 pengasuh. Lumayan cepet beradaptasi dan ngak attached bgt sama orang selain Mamanya. Hohoho.

See you at the soonest sayang. I'm a proud Mama! :*

Giginya Litu, bukan dengkulnya yang disikat..
 

#MPASIzilla: The End[?]

Setelah 6 bulan full MPASI penuh cinta, sekarang saatnya table food. Udah bisa ikutan makan makanan dewasa. Yeayy! Tapi sebelum melangkah, tanya dulu dong sama Bu Dokter..

Me: "Dok, jadi kapan nih boleh gula garem kayak orang dewasa?"
dr.: *senyum dingin* "Selama mungkin."
Me: "Bukannya udah table food Dok?"
dr.: *senyum dingin* "Kebutuhan sodium anak itu tercukupi dengan makanan-makanan lain seperti ikan. Jadi garamnya ya nanti-nanti aja."
Me: "Kalo gula?"
dr.: *senyum dingin* "Ya apalagi. Hehe. Gula nggak ada guna-nya secara nutrisi."
Me: "Oke Doook... Makasih yaa"
*keluar sembari org@sme mini*

dalam hati:
"hmm... Jadi gula udah pasti enggak yah.. Kalo garem, kali diliat makanan anaknya juga. Yang penting nggak kekurangan sodium. Atau yodium sih? Beda apa enggak tuh ya? Ya udahlah, nanti aja garem. Lagian si Litu makannya masih kayak Tukang Ojek, alias banyak banget. Nanti lah yah kali kalo doi udah GTM, baru dikasih garem dikit biar enak. Itupun kalo udah keterlaluan kali ya. Kalo makanan restoran ya diliat-liat dulu aja. Resto apa ya yang paling acceptable*? Yada yada yada.."

Kemudian balada suster datang.

Suster silih berganti. Dan dengan demikian jadwal makan berantakan :(

Sungguh, capek loh ngajarin masalah MPASI ini ke orang-orang berbeda.

Contoh 1: Kentang itu bukan sayur Sus
Sebagaimana ibu-ibu kita kalo ngesop. Pasti pakein kentang... In my repertoire, kentang bukan sayur (karena gizinya lebih sedikit dibanding.. brokoli misalnya) melainkan alternatif karbo. Kapan itu ketauan pas nanya "Sayurnya tadi apa Sus?" dijawab "Sop pake kentang sama ayam Bu." -__-

Tentunya diajarin lagi.

Contoh 2: Daging api kecil, sayur api besar Sus
..................... (ini tandanya mau ngetik juga males)
Brokoli jadi warna coklat. Capek deh.

Dan berbagai printilan MPASIZilla lainnya.

Hiks.. Beberapa hari Litu makannya cuman sop, sop dan sop. Flaxseed apa kabar? Nggak sempet nge-grind. Kasian Titu, maaf yah..

Pagi ini Litu makan sop asparagus telor. Hampir aja dia makan telor 3x karena si Embak nggak bilang ayam/daging habis. Terpaksa deh pake sirloin Bapaknya dulu :(

I'll make it up tomorrow, Baby..

Could this be the end of an era?

*)resto yang acceptable for moi by far: breakfast Mcdonald, ayam rebus Duck King dan roasted chicken Kenny Rogers

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects