Susu Formula

Episode Lactose Intolerance berujung, Lituhayu bisa minum susu sapi! Nggak diare lagi.

Prosesnya nggak gampang. Selama dua minggu nggak minum susu sama sekali sementara oleh-oleh ASIP perhari cuman maksimal 20ml. Anak rewel kelaperan, embak stress, ibu pusing, berat anak turun.

Yang terakhir yang bikin stress. Berat anak turun. Makannya udah gila-gilaan. Bisa 6x makan besar, buah berkali-kali, keju berkali-kali. Yah, sampe saur-saur segala. Semaleman nempel bisa dari jam 2 malem - 6 pagi. Dilepas ngamuknya kayak kejedot meja. Gimana ibunya nggak zombie di kantor? Fiuhhh banget deh. Tapi, it's all over. UHT udah bisa diterima badan LDS.

Yang masih jadi pe er memang Berat Badan yang dari 10 kg turun jadi 9.6kg. Masuk percentile 25. Hayolohh... Dan yang lebih sedih lagi, ada masanya mata Litu bintitan karena curiganya sih kebanyakan protein. Emang paling gampang untuk saur itu nasi coklat + telor susu keju di scramble kan? Terus another big issue is about to come. Karena nggak minum susu, kalsium Litu dikejar dari yoghurt dan keju. Lalu? Dia bosan sama yoghurt dan keju! Jadi kalsiumnya darimanaa??

Tanpa pikir panjang, di suatu Sabtu ke RSPI. Litu di rumah aja daripada kena virus. Antrian nggak dapet, tapi kita paksa untuk nyelip di akhir jam praktek dokter.

Di ruang konsultasi, kalau ada yang namanya hati mrintil, di situ saatnya.

Me: Dok, kalo susu formula gimana?
Dr.: Yang terbaik tetap ASIP dan susu UHT ya.
Me: Tapi ASIP saya cuman 20ml paling banyak dok.
Dr.: UHTnya berapa?
Me: Paling cuma mau 50ml dok..
*nulis di buku kontrol "ASIP <<"* :'((
Dr.: Seharusnya sehari susu-nya 500ml untuk asupan kalsium.
Me: Kalo susu formula dok? Katanya ada yang rasanya mirip ASI?
Dr.: Yang rasanya paling mendekati ASI sebenarnya ya UHT.
Me: Kalo susu formula dok? *repetisi* *merengek*
Dr.: Boleh aja sih kalau mau dicoba. Tapi UHT lebih baik.
Me: Mereknya apa dok? *brebes mili*
Dr.: Apa aja.. Yang penting jangan yang platinum, gold atau macam-macam. Itu yang bikin diare. Penambahan zatnya.
Me: Kalau merek X gimana dok?
Dr.: Jangan, itu banyak bikin diare.
Me: Kalau Y?
Dr.: Boleh, tapi jangan yang plus. Susu di usia sekarang itu cuma utk kalsium kok.
Me: Kalsium dari mana aja Dok selain susu?
Dr.: Ikan, tapi Lituhayu juga nggak bisa makan ikan banyak-banyak kan? *senyum*
Me: Jadi, merek apa dong Dok susu-nya?
and here comes the Tumbe..
Tumbe: Dok, berarti sufor bukan solusi dong ya? Peningkatan kualitas makanan dan caranya supaya dia mau makan?
Dr.: Iya *senyum*

Dan akupun ketawa sambil beleberan air mata. "Tumb.. Kok keren sih tau SUFOR segala?" Hihihi.

Jadi inti sufor yang didapat dari dokter adalah:

  1. Nggak usah beli yang plus, platinum, gold. Beli yang paling biasa.
  2. Walau disebut sukrosa, itu tetap gula. UHT sama sekali tanpa gula.
  3. Sufor rasa ASI? UHT lebih mirip.
Sekarang gimana? Litu minum susu formula 2x. Tapi responnya juga nggak jauh beda sama UHT.. Disendokin sambil bilang "Yammmm.." dan tetep nggak mau pake botol/dot, so we switched back to UHT and she took it well. Beratnya sekarang 9.9kg. 300 gram is not bad for 2 weeks experiment.

Funny fact:
Found a TYPO ERROR on Litu's formula preparation instruction. Harusnya "menikmati" ditulis "menikamati". In my job, typo error nggak bisa ditolerir. Just wondering ya.. Kalau untuk produksi jutaan kaleng aja masih bisa kecolongan typo, bukan nggak mungkin isinya juga ada error ya? Just wondering loh.

Anyway, I'm an idealist, but not extrimist. Mungkin, memang sufor bukan yang terbaik. Tetapi ketika tidak banyak pilihan, mari kita telan ego kita dan memberikan pilihan terbaik yang ada di hadapan untuk kesayangan kita.

GANBATTE!

P.S.: Oh iya, karena Litu ngempeng bisa semalem suntuk sempet nanya juga tentang empeng/pacifier. Kata Bu Dokter: "Jangan. Justru newborn yang dikasih empeng harus stop sebelum satu tahun supaya ngelepasnya gampang"

6 comments:

Wichi said...

GANBATTE!

Kita senasib nih. Anakku Raka 2mo younger than Litu, lactose intolerant, tukang ngempeng semaleman, lbh doyan asip drpd UHT plain (tp doyan yg rasa, ihik) padahal asip ibuny hampir kritis karena hamil lagi.. toss!!

BTW kt DSA Litu gmn tuh tentang ngempengny? Share dong kl ada tips.. udh konsul ke 3 DSA tentang night-nursing ini krn bikin badan ibunya drop, DSA yg terakhir mlh bilang suruh disapih hiks ga mauu..

Takut jd kenapa2 nih sm adiknya klo kondisi ibunya ga fit mulu krn diajak begadang tiap mlm sm kakaknya..

Nita said...

Ah senangnya! Ada teman!

Untuk ngempeng, udah ditanya ke obgyn-ku juga dr. Azen karena kan efeknya lebih ke ibu dan bayinya ya. Gapapa katanya sih setelah dia liat usg adeknya.

Sekarang Litu udah nggak ngempeng lama lagi karena kenyang. Jaman lactose intolerant kita makan saur. Jadi, terpaksa dilepas empengnya dan ditawarin makan.

:)

Ninit said...

Aahhh Om Tami hebat researchnya!!!! Kami bangga padamuuu :)

Nita said...

ge er om tami langsung :))

Missdesaire said...

Setuju nit.. Rabid tanpa dasar n krn ego doang malah nyengsarain anaknya. Toh sufor bukan narkoba :p Btw Tristan pake empeng, kata orang susah lepas. Ternyata gampang bgt kok. Umur 2,5thn dikasi penjelasan + tunjukin foto gigi yg horor, besoknya dia ngga mau lagi pake.. Drpd anaknya isep jempol malah bikin gusi tonggos, hehehe

mommykia said...

Mommy..boleh tanya ga, ,mommy kasih uht merk apa??

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects