Update on Miranti

Just wanted to update on Miranti..

And, it's a GOOD NEWS!

Magic, miracles, and answered prayers exist.

Miranti has kicked her cancer away, she won! How crazy is that?

Just to freshen up, Miranti di-diagnosa terkena Leukimia sekitar 1.5 tahun yang lalu. Proses kemoterapi, perawatan dan berakhir pada transplantasi sumsum tulang belakang dijalani. Kita sempet nengok ke Singapur setelah transplantasi. (dan aku deg2an karena ngupi-ngupi di istal kuda dan gerimis. Mirantii jangan kena air ujan nanti masuk angiiin!) (dan aku menjelma menjadi oma-oma cerewet)

Setelah perjalanan panjang, berliku dan deg-degan dalam transplantasi sumsum tulang belakangnya i.e.: cocok nggak ya? Compatible nggak ya? Berhasil nggak ya? Akhirnya Mir dinyatakan bebas dari sel kanker. Tentunya dengan pengawasan periodik.

Once again, how crazy is that? Keren banget!

Setelah dinyatakan sembuh, Miranti lanjut kembali kerja di kantornya. Lanjut menerjang kemacetan Jakarta. Lanjut nyetir sendiri. Lanjut ngopi-ngopi tiap sabtu habis gereja. Lanjut makan-makan enak. Lanjut traveling.

Waktu liat Path Miranti lagi jalan-jalan seperti nggak ada capeknya, beneran nggak ada capeknya ih. Gile bener.

From this, I realized that prayers might be answered. Dan, sekejam-kejamnya dunia, setinggi-tingginya angka kejahatan. Kok ya masih ada orang baik di luar sana? Donor Miranti (bener nggak nih Mir) donate his/her core stem for free. Gratis. Tanpa imbalan. Dan, beberapa kali kirim kartu support ke Miranti. Kok baik banget sih :')

Selamat ya Mir, hebat kamu!


Thank you for all the support teman-teman yang sempet baca blog ini dan memberikan kontribusi komen maupun donasi.

2016 Resolutions

So, how was new year? *basi*

We spent a lovely new year eve at Harris FX Hotel and some days after in Padma Hotel Bandung. Senang!

New year, means resolutions. Mine would be simple:

  1. Selalu pesen jus setiap makan di luar (bulan udah berganti jadi bulan dua, pesen jus baru sekali)
  2. Memilih air putih dibanding ice tea
  3. Sign up gym with Tumbe

Udah! Wish me luck! And, of course, I wish you luck too! :)

Let the Blogging, Begin!

Halo semuaa! Pagi ini, lagi work from home di coffee shop baru deket rumah. Ada waktu 15 menit sebelum jemput Amara sekolah, lalu jemput Litu sekolah, lalu mulai deh berantem berantem bertiga. Hahaha.. So, let the blogging.. Begin!!

Okay, I have a small thought on orang-orang sukses jaman sekarang.

A few years back, setiap ada orang perut buncit pasti pembelaan/becandaannya adalah: pas susunya udah mapan, udah sukses. Plus I met some people (from law firms) (sorry peeps) yang tampak sibuk, wajah keras, ngobrol nggak pernah, badan gelambir. Tapi katanya sih sukses, got a corner room, rainmaker, rising star, star, apapun itu. Ya ampun, nggak pernah ngobrol.. (kasian amat).

Pembenarannya apa? Ya iya dooong kerjaan eke kan penting. Penting banget! Tiap hari tutup warung jam 2 malem. The busier, the cooler. I'm busy! I'm important..

Then, I saw a wider world.

Kok jaman sekarang, Directors, CFO, CEO badannya pada berotot semua ya? Belom nyampe 40 umurnya. WUAOWW!

I know a CFO of a big company. Gayanya simple aja, kemeja di gulung dan celana bahan, atau jeans 7 for all mankind dan polo shirt. Belom sampe 40 tahun aje umurnya. Tiap pagi lari pagi, tiap business trip lari pagi, berotot. Pernah ketemu di Total Buah Segar jam pulang kantor, beli buah buat anak-anak. Dateng jam 10, pulang jam 6.30 sore. Barista Starbucks nulis namanya: XX, CFO. Can you imagine how engaging he is, even at a coffee shop? Nada bicara nggak pernah tinggi, nggak pernah arogan, tau Litu dan Amara sekolah dimana. Wow!

Another one, CEO. Belum 40 taun ya mamak... Otaknya pada terbuat dari apa? Biceps terkembang, pake jeans dan kaos item ke kantor, punya pacar cantik, nge-gym tiap pagi, pulang sore-sore, suka nulis, masih suka nulis, dan masih aktif ngeblog.. Woy Puspi malu woy sama CEO. Doi yang boss aja masih ngeblog. Dan juga nulis buku. Dapet award lagi. Idih. Serem mamak!

Terus satu lagi, mungkin di atas 40 tahun. Perempuan, regional headcount, managed to have her hair done every morning, very sharp, very nice, crisp attire and has ombre nails! Kok bisaaak??

A little bit of myself, I covered 3 headcounts for 3 months (feels like 3 centuries though), and had a weekly catch up with CEO. His comment was: you look good, you showed that you still can manage to have some showers and brush your hair. I assume, everything is under control.

Under control mbahmu! Mau mati keleus.

There were times where I did not have the time to put on any make up to office. Dateng pagi, pulang malem, nggak ketemu anak. Ketemu sih, tapi malem lanjut lagi. Muke serius, galak and yudes (yudes sih bawaan orok ya). Nggak asik banget. Tapi, alhamdulillah untuk makan siang selalu bisa manage keluar dan bersenang-senang.

Itu... Yang bluek-bluek nggak make-upan, baju lecek, tampang judes dan NGGAK SEMPET NGEBLOG 2 TAHUN namanya: TERGERUS! There, I said it. Terlalu sibuk, karena I cannot manage my time well. Maybe I'm not as sharp as others, makanya nggak bisa manage my time. I can't delegate. I keep on thinking my works even when I'm not working. Gym? Idih, ketemu anak aja susah, masak mau disuruh ngegym sejam 2 jam? Sayang waktunya dong.. Ke salon, ngurus diri sendiri? Sorry ya, kite nggak selfish, udah sibuk kaya Margareth Tatcher masak mau ninggal anak ke salon 2 jam? Hahahaha that's my friend, is so not cool.

If only I were sharper, more efficient, manage my time better, I will have quality time with my family. I can have proper dinner, read some bedtime stories (on this one, pernah nyeritain cerita sebelum tidur ke anak, tapi karena kecapean yang luar biasa dan mikirin kerjaan terus, yang keluar dari mulut sambil ketiduran dikit-dikit adalah: "Jadi,, blablabla terus ada live meeting.. tapi blabalba" yaoloh.. Shame on you Pus!), pergi ke salon, ngecat kuku, beli sepatu bagus, tas bagus, baju bagus, take care of my body, make piece with myself, chat casually with others, discuss anything other than work with Tumbe (poor Tumbe, beberapa bulan diomongin kerjaan terus) etc.

Jadi, makin kesini, setiap liat bos yang kukunya ombre, bicepsnya berkibar, kulitnya coklat pulang dari naik gunung, blewes rambut sempurna, lipstick terpulas sempurna, semakin kagum dan yakin bahwa doi beneran sukses. Nggak tergerus kerjaan. Kalau yang masih tergerus-tergerus (macam akik, tapi hari ini akik ngeblog kok sambil ngopi), kelaut aja. Not impressive!

Yuk, mari menjadi impressive, walau belum jadi bos!



Dan, mari ngeblog kembali!

Sunday Morning

Hellooo.. Wow.. It's really been a while.. Emang nggak bakat deh ngeblog pake hape. Harusss pake laptop. Sementara untuk buka laptop di rumah kok males banget. Di kantor? Hmmm... Mana sempet kan?

Pagi ini, Tumbe bangunin jam 6 pagi. Padahal akik nggak bisa tidur sampe jam 4 pagi karena abis nyusuin Amara lanjut baca gosip2 tak berarti dari Riana Ra*ra K*lsum sampai kabar Yuni Shara setelah ditinggal Raffi Ahmad. Bahahah penting gila idup lo Pus?

Kenapa jam 6 pagi? Murni karena it's the worst season of the year... College Football Season. Boooo!! And, it'll last for 4 months! Jadi, kalo udah bulan2 gini tuh Tumbe berubah jadi  rajin bangun pagi, cuti tengah minggu, malming di rumah dan lain-lain karena season American Football dimulai. Oh, jangan sedih.. Biasanya abis ini lanjut dengan season Basketball dan permainan Basketball Fantasy-nya zzzZZZZzzzzzZZZzzzzZZZ...

Taun ini Tumbe special request. "Gic, nanti hari Minggu temenin aku nonton ya?" Kaget amat dan otak langsung mikir 2 kemungkinan: Tring! Pasti mau ajak kencan berdua. Lalu kalah dengan kemungkinan kedua.. Tring! Pasti mau nonton yang nggak bener nggak bener nih. Ternyata nonton beginian. Selama 6 taun kawin, emang baru kali ini doi minta diturutin nonton. Kasian Tumbe :p

Akhirnya jadilah Minggu pagi, jam 6 pagi, Tumbe nonton football, akik ngerjain e-learning sambil pesen mekdi untuk sarapan karena pembetes lagi pada cuti.

Semoga menjadi akhir minggu yang menyenangkan seperti selayaknya akhir minggu yang baik! Have a nice weekend!

*anak2 udah bangun n turun*

Selamat Dua Tahun Amara..

Semoga Amara selalu diberikan kesehatan, disayang semua orang, menjadi anak yang pintar, selalu berbahagia dan selalu diberikan bimbingan oleh Allah SWT.

Sometimes, during our conversation before heading home, Papa talked about how to raise you and your sister. We were quite scared, frankly.

For sure, I will be your enemy when the time comes. But when it does, remember that I love you and actually, I will be on your back.. No matter what. Things are complicated now and will be more complicated at your time. Not easy, I understand. That's why, after thousands of conversation with your Papa, we came into a conclusion.. That the most important thing is to share the same values. Us. Papa, me, Mbak Litu and you. By that, no matter what barriers in our future, we would stick on together, in our own ways, to solve every problems and barriers with the same values.

Tumbuh, dan berkembanglah sayang... Sebebas mungkin, selama ada di koridor yang kita bersama anggap benar.

I love you sebesar semesta.

Gigi Susu Amara



Amara Letitia... Susahnyaaa disuruh sikat gigi. Nggak tau kenapa deh. 

She went to her first dentist too dan tegangnya naudubile, both mommy and Amara. Berbagai cara dikerahkan. Membiarkan main sikat gigi di depan tv, nonton Elmo sikat gigi, nonton Peppa Pig sikat gigi dan ke dokter gigi, pake odol ina, itu, ber fluoride, tak berfluoride, beli sikat gigi setiap ke supermarket.. Paling banter doi akan nyengir: "Sikat gigik.." sambil menowel gigi depannya dan "Udah.."

Ngasih contoh dengan sikat gigi sendiri dan nyuekin doi, juga cuma berhasil dengan doi menengadahkan kepala dan osek2 sepersekian seken lalu "Udah, sikat gigik-nya.." :|||| AMARAA!!!

Mbak Litu udah jadi Miss Litu juga dengan ngajarin sikat gigi. Yang ada Amara cuman main-mainin sikat giginya ke ember mandi. AMARAAA!!!!

Dipaksa juga pernah, setiap mandi udah kayak disembeleh nangisnya. Tetep aja nggak ada ketulusan hati Amara untuk menggosok gigi.

Akhirnya, karena khawatir caries gigi, terpaksalah dengan cara kurang mendidik hahaha yaitu dengan tissue gigi. Spiffies or dr. Brown. Spiffies lebih enak btw. dr. Brown ada paitnya, which might be intentionally supaya konsepnya bukan diemut seperti permen ya.

Tapi, jeleknya si tissue gigi, selain laham dan kurang mendidik (membangun kebiasaan gosok gigi) juga lengket mak di tangan. Jadi harus cuci tangan lagi *pemalas*

Sampai suatu hari...

TADAAAAA...!


Di sebuah toko bayi yang baru buka di deket rumah nemu ini. Sikat gigi produk Jepang 360 derajat! Nggak ada gambar kartun-kartunnya dan nggak menarik. Tapi, Amara pilih putih dan Litu pilih pink. 

Dan ketika mandi dan dibantuin sikat gigi, nggak nangis! Apa emang lembut dan enak ya? Sekarang gigi Amara udah bersih setiap malem dicek dengan menggoreskan telunjuk di giginya. Horeee! Semoga ini solusi yaa.. Gigi susu Amara si gadis 2 tahun yang hobinya makan Nutella bergantung padamu wahai sikat gigi bundar. 

Sikat giginya mirip ini tapi bukan, kalau nggak salah harganya 45 ribu.

I love you Amara. Inget ya.. Gigi itu dipake untuk kunyah makanan. Bukan untuk gigit kepala Mbak Litu!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects