Show and Tell

The girl always leaves a little sparkles wherever she goes.

Saturday morning,

Me: Mamah Senin mau Show and Tell (presentasi) nih di depan bos Mamah. Yg kemarin fotonya Mamah liatin. Serem kan? Takut deh.. Kalo Mbak Litu tuh, sebelum Show and Tell deg2an nggak sih? Takut nggak?
Litu: Enggak. Nggg.. Merem aja pas ngomong nanti
Me: Nanti bosnya Mamah nanya "why are u sleeping Nita?" gitu dong?
Litu: Nanti bilang ya sama dia, bener.. Bilang "My kid say me to close my eyes when Show and Tell" (my kid told me to close my eyes when doing presentation)

*sparkle* *sparkle*

Piyama Bolong

Gileee.. Berapa jam semalem? 5 jam aja disini. Dari jam 5 sampe rumah 9.45. Mantabi Jakarta! Tumbe sampe.khatam stalking Riana Rar* Kalsum tuh :)))

Sampe rumah, anak-anak belum tidur dan masih rewel. Lituhayu, dengan mata agar-agar mimbik-mimbik meluk. "Mbak Itu nggak mau pake baju tidur yang boloong...". Mata agar-agar dan siap tumpah air matanya. Sambil meluk dan usap-usap jelasin. Bahwa doi sekarang udah hampir 4 tahun sementara piyama tutup kaki itu cuma sampe 2 tahun. Jadi, walaupun piyamanya baru pasti bolong karena kakinya udah panjang. Lituhayu meluk erat sambil sedih..

Lalu, di sebelah sana.. Amara jalan membentuk pola lingkaran sambil bilang "Mau yang bolong Mah.. Mau yang bolong Mah".. Eh ya ampun Amaraaaa uyelll yaaa. Dia minta piyama yang kakinya bolong ajaloh! Hahahhaah. Lalu kita semua termasuk Eyang Koes dan Mbak Dede ketawa terpingkal-pingkal.

Diakhiri dengan Lituhayu ganti piyama tutup kaki yang bolongnya minimal, lalu Amara Letitia pake piyama bolongnya Mbak Lituhayu.

Banyak yang bilang, capek-capek akan ilang begitu ketemu anak. Well, nggak ilang as in ilang "puff!" gitu sih.. Tapi lebih ke kayak lagi lembur capek banget terus dikasih kopi manis atau es krim. Pikiran dan badan jadi seger karena gula, untuk kemudian tepar juga sih.. Hihihi..

Thank you for being our kopi manis and ice cream, dear Amara and Lituhayu. See you in the next 15mnts!

17 March 2015

I'm not the person who believes on bad-luck-day. Well, I used to be superstitious back then when I was younger. But this is because I keep notes of my days. Sort of a traditional form of a disclosed diary. I had this conclusion that Friday the 13th exist. I don't really remember, but I can check on my diary though, it was the year when my Grandpa got sick. It was a Friday the 13th, Mijn Moeder of course had a worst mood and my Grandpa got really sick so he was rushed to ER with ambulance. Scarry. And that was one amongst other Friday the 13th experiences.

But then, my sister teased me, alot. There is no such thing as Friday the 13th. Itu semua kebetulan aja keleussss.. Until I met this big guy named Tumbe. Who, of course never believes on those kind of stuff. Jadilah akik anak labil jadi nggak percaya juga.

Sampai 17 Maret 2015. Brengkeeessss!

Hari itu, rencana business trip ke Lampung tektok. Rencana Berangkat jam 5.20 dan kembali jam 2 siang. Dengan harapan jam 4 bisa ke BXC main lari-larian di taman. Lalu, apa yang terjadi?

Pertama, naik taksi jam 3.30 pagi dan... Supirnya nutup pintu mobil pas banget kaki akik masih di tanah. Kejepit Pakk!! Hmm.. Not a very good start. And of course, I got delayed. Dari delay 1 jam sampai delay 7 jam. Crazy. Delaynya mengundang kericuhan massa pula. Ada yang naik-naik ke meja counter segala. Akhirnya sampai jam 12.30 masih terkatung-katung, I rescheduled my flight. Jadi paling malem untuk bisa meeting besok pagi. Yah.. Gagal deh rencana lari-larian sore di BXC. Proses panjang dan batere hp modar. Mengakibatkan ketemuan di KFC sama Tumbe terhambat dan mulailah saling bete. Apalagi Tumbe sebenernya lagi sakit dan nggak masuk tapi jemput ke airport.

Belum lagi masalah charger laptop. I was in full confidence that I would only need laptop for 2 hours meeting. Jadi, langsung charge laptop tanpa bawa chargeran karena nanti kalo laptop modar ya pinjem aja sama team Lampung toh? Aku kan gadis kecil dengan ransel laptop dan handbag yang berat :)) Tetapi karena terpaksa nginep, ya mau nggak mau harus bawa charger untuk kerja di hotel *nangis*. Akhirnya instead of 30 menit sampe rumah dari airport, we need to go to the office to pick up the charger. Tumbe berlipat ganda mukanya.

Sampe rumah, belum mompa. Dan cuma punya waktu 1/2 jam. Anak-anak tidur. Duh mak, ngrentes amat hati dan teti kadi yang sedianya harus disediakan untum Amara. Untung baju udh dipackingin jadi tinggal angkut.

Lalu, berangkatlah ke Lampung. Perjalanan singkat dengan proses begitu panjang.

Ohiya, karena nggak enak sama orang Lampung yang udah standby dari jam 6 di airport sampe jam 1 siang. Akik menolak untuk dijemput. Nggak papaaa.. Taksi ajaaaa..

Tanpa tau bahwa, di Lampumg taksinya nggak ada yang pake argo!

Begitu landing, sok pede jalan ke luar dan dikerubuti taksi-taksi Avanza. Batere hp? Sekarat dongs. Akhirnya sempet keburu nelp orang sana untuk konfirmasi bahwa emang taksi nggak ada yang argo, lalu hp-nya mati. Terus cap cip cup kembang kuncup pilih salah satu taksi Avanza.

Loh, tapi kok parkirnya di parkiran pribadi?

Loh, kok nggak ada penanda ini taksi resmi?

Loh, kok layar hp gelap amat?

Loh, kok supirnya minta uang bensin dulu?

Loh, kok Lampung gelap amat ya jam 8 malem?

Apakah.. Aku.. Ada di.. Taksi gelap??

Doenggg Puspita.. VVHYYY Puspita??

Mulai mengamati perilaku supirnya. Yang nyetirnya plintar plintir kanan kiri dan lirak lirik ke belakang. Alamak. Mana gelap banget dan melewati jembatan-jembatan. Mana henfon modar. Ini sih dia perkosa juga dengan sekali jentikan jari.

Mau sok2 nelpon walau hp mati tapi kayanya nggak bakal ngaruh. Sambil megang sepatu, mulai nyari solusi-solusi yang tidak aplikatif. Seperti kalo doi mulai balik badan, gue akan pura-pura jadi setan. Ngikik panjang terus timpuk pake sepatu. Dan lain sebagainya.

Sampai di kanan jalan ada Bakso Sony. Oke Pak, kita berhenti di situ. Makan dulu.
Sambil makan charge hp sampe 30% dan beli oleh-oleh bakso buat mertoku. Setelah fully loaded. Nelpon Tumbe, nelpon temen-temen dan siap berpetualang.. Keluar restoran dan mendapati.. Taksi gelapnya kabur saudara-saudaraaaa... Hahahaha.. Alhamdulillah instead of hal-hal lain yang mungkin dilakukan, dese memutuskan ngambil duit bensin aja 100rb. Alhamdulillah..

Heboh nanya-nanya tukang parkir. Katanya disini nggak ada taksi lewat, kalau mau dianterin naik motor 50rb 45 menit. Giling. No way. Bad luck sepanjang hari dan naik motor jam 9 malem? No way jose.

Balik ke restoran, udah tutup! Akhirnya minta ijin nunggu dan telpon hotel minta dijemput.

Kisah berakhir bahagia dan selamat. Alhamdulillah dan terima kasih teman-temanku.

But 17 March 2015, seriously??

Kasih Ibu

So Amara, this girl.. We were once a bit worried because she's very quiet. I was so happy when we stayed at this Hello Kitty apartment in Korea when she opened the door and whispered "Kitty.. Kitty.." Ah iya, belum cerita tentang Koyea 😢

Tapi ternyata, dalam sekejap cepet banget ngejarnya. Terheran-heranlah kami dibuatnya. Jailnya sama aja sama kakaknya. Kalo nyanyi burung kakak tua, nyanyinya "Iyang (eyang koes) sudah? Tuaa.." sambil jail matanya.

Nah, belakangan repertoir lagu meningkat pesat. Twinkle twinkle little star, snowflakes, burung kakak tua, abc, sampai.. Kasih ibu! Yang pasti Kasih Ibu bukan eke yg ajarin sih hihihi.

Nah itu juga doi suka ganti jadi Kasih Maya Kepada Mama. Gemets bgt sih kau anak sendiri!!! Amara ah, nanti disangka mama yang ajarin deh.. Aku tak mau jadi narsisistic mommy ✌

Baby Zen nih emang bisa aja tapi gombalnya deh. Contohnya kemarin yah. Abis dibeliin lollipop ice cream (ini lg ngetrend ya? Enak banget dan nggak ribet es krim meleleh di tangan), eh doi nyanyi dengan parau "Kasih ibu.. kepaaada betaaa hihihi". Dinner hari ini di Nando's. Seperti biasa ya, baru akik mau makan ada aja rintangan. Yaitu Amara bokeriooo... Yowes, kutenteng kau nak. Mana challenging banget lagi toilet di Suria malam ini. Antri, penuh, tissue menggunung. Fiuuhh *usep keringet*. Setelah bersih dan kita jalan balik ke restoran, doi nyanyi lagi "Kasih ibu.. kepaaaada betaaaa" hoahoahoa.. Bosa aja kamoooo!!!!!

Selanjutnya malam ini. Being MPASIzilla, anak-anak kalau ditawarin makanan biasanya nengok dulu ke ibunya menatap pake tatapan kucing minta ijin. Karena lagi nggak batuk, tatapan kucing berbalaskan anggukan. Akibat Kucing Garong alias bapaknya buka 1 pint es krim Milo. Hahaha. Abis itu suapan pertama, doi nengok dan bilang: "Enak!" dan tentunya disambung nyanyi "Kasih ibuuu.. kepaaaada betaaaa".. Ya ampun.. Kamu gombal beneran ya Amara. Hahaha I love u so much baby!

Makasih ya lagunya. Nggak perlu dinyanyiin  juga Mamah sayangnya sepanjang masa kok. Dan tak harap kembali.. I love you, banget. Banget!

Owl, Crossing Off Lituhayu's Bucket List

Soundtrack keluarga kita kalo lagi bahagia itu lagu film disney jaman dulu yang judulnya I Want to Singa, dinyanyikan oleh seorang Owl bernama Owl Johnson. Ceritanya, Owl Johnson dilahirkan di keluarga Bapak Owl yang guru musik klasik. Maestro gitulah. Nah Bapak Owl benci bgt sama musik jazz. Sampe ada plang di depan rumahnya bilang "No Jazz".

Seperti burung-burung lainnya, Owl Johnson menetas bersama telur-telur lainnya yaitu kakak-kakaknya. Telur pertama lahir, langsung seriosa. Telur kedua, niup flute (?). Telur ketiga? Main biola. Lalu si Owl Johnson si telur ke empat nggak netas-netas malahan ngeluarin suara fals. Bapak Owl kecewa. Apalagi pas lahir langsung tengil dan suka nari sambil nyanyi jazz. Hihihi coba youtube Owl Johnson deh.

Nah Lituhayu, suka banget sama Owl Johnson. Sukaaaaa banget. Sampe kalo lagi ngobrol sama bapaknya nanya-nanya tentang Owl dan Owl Johnson.

Entah gimana, Tumbe bilang ke Litu kalo Owl itu tinggalnya di Amerika. Jadi deh bucket list pertama Lituhayu adalah pergi ke Amerika, mau liat owl.

Until today, kita lagi short vacation di Kuala Lumpur. Sambil nunggu Amara tidur siang, Litu nanya:

L: pulangnya kita besok? Kok cepet banget?
M:iya. Makanya Mbak Litu berdoa dong. Supaya bisa liburan terus. Nginep di hotel lama, terus apa lagi?
L: wosowosos *tengilnya kambuh*
M: yah, nanti Tuhan ga denger deh kalo gitu. Litu minta apa?
L: ketemu Owl! Sama makan makan makan
M: hahaha.. aamiin..

Lalu di KL Bird Park tiba-tiba kita, orang tua rookie yang berjalan mengikuti arah angin berhembus ini kaget karena ada burung hantu! (Yaeyalah.. bird park gitu..). Dan yang paling kaget tentu aja Litu karena kok bisa ada owl tapi belum di Amerika??

Adegan berbinar-binar beberapa lama terus semakin berbinar dengan bilang: yeaaaayy doa Mbak Litu terkabul! Liat owl!! Tuhan denger!!! Yeaaayyy!

Hahaha. Bener juga giling, dalam waktu 30 menit doa Litu untuk ketemu Owl terkabul! Mana komplit amat lagi ada yang lagi tidur kelopak mata tertutup, beralis tebal dan kuping meregang dan ada yang udah bangun dan diajak ngobrol Litu. Hahah.

Alhamdulillah.. Pressure ke Amerika agak berkurang dikit :))) I love you, Lituhayu

Ngidam Sarapan

Sarapan kok ngidam?

Dari abg dulu, paling suka sarapan di luar.  Apalagi kalo sarapannya sama cem-ceman. Eciee alesan banget sih biar pacarannya lama kencannya dari sarapan? Tapi beneran loh. Bangun pagi di hari sabtu/mingu. Dandan segar lalu pergi sarapan. Apalagi kalo makannya savory, sweet, savory, sweet, savory lagi sampe bingung ditutup yg asin-asin atau yg manis-manis. Belum lagi nuansa sarapan yang susah dibeli dari makan siang or makan malam. Suara musik, orang ketawa, denting gelas, hiruk pikuk menandakan keoptimisan mengawali hari. Ah, aku suka sekaliiiy...

Makin kesini, pergi sarapan makin jarang. Apalagi setelah punya anak2 manis ini. Bukan gimana2 ya, mempersiapkan 2 anak untuk pergi sarapan tuh berat banget sih. Belum perjalanannya yang lumayan panjang ke tempat sarapan favorit. Dan ketika anak2 udah siap, waktunya udah bukan waktu sarapan lagi. Masuk ke brunch. Padahal yg kumau adalah sarapan yg udara masih sejuk pas berangkat dan rambut masih lembab serta mata masih sembab-sembab sayu tapi udah digaris. Jadilah, sarapan sekarang berubah jadi brunch with the girls alias temen2 cewek, atau masak for the girls alias anak-anak.

Now, it's Sunday 04:05 in the morning. Barusan nyusuin Amara dan kecium bau asem khas. Yaolo, pupi tengah malem dianaaa... Mana bisalah awak tidur lagi?

Terus tiba-tiba ngidam.

Do I need a me time? Well, frankly, I don't think I deserve that.

All I need is a very good breakfast and good breakfast ambience. Maybe not this weekend as Tumbe isn't feeling well.

Maybe I'll just toast some whole wheat breads, put butter and strawberry jam on it and fry some sunny side ups. And have a gulp of sweet TongTji Tea. Sweet, savory, sweet..

And, have a nice and relaxing Sunday, folks!

P.s.: Finally made a cut french toast with the girl. And nasi goreng afterwards, and sweet teh Tong Tji to be gulped. Dropped two drops of Lemongrass Young Living Essential Oil in my tea, and that's it. I ruined my breakfast :))) Tea and essential oil are not meant to be each other, I suppose.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects