Blogging from Batam

Halo, selamat pagi dari Batam!

Tumbe lagi menunaikan hajat hidup, hayday udah dipanen semua dan i just don't watch tv. Jadi cerita2 aja yaa..

We're on our 1 night honeymoon! Tujuan hakikinya adalah nengok Miranti ke Singapur tapi sekalian nostalgia ke Batam (padahal bokek).

Jadi, kemarin Tumbe jemput ke kantor lalu kita ciao ke Batam. Asik bangettt.. Gandengan, melenggang, rebutan main game-nya Litu di hp Tumbe dan becanda-becanda.

It's not that I don't miss u girls.. Tapi it's been a while. We have valid reasons on not taking the kids to visit Mir because the kids have all of the possible viruses on their hairs, nails, etc. Karena belum bisa jaga personal hygiene mereka kan. And it's the right time to pay Mir a visit because kita serumah nggak ada yg batpil! So.. Yip.. Peeeyyy!!

Tumbe udah lama jalan sendiri kayanya, jadi beberapa kali akik ketinggalan beberapa step. Woy.. Sabar bae boy, bininya ketinggalan! Oleh karena itu, akik jadi digandeng dan ditenteng terus. Uhuuuyy..

Waktu lagi makan roti O di airport, Tumbe kaget "Anjrit... Kaget aku liat ada cewe cantik. Taunya bayangan kamu di kaca" Ciyee gombal nih yee.. Mau minta apa siih? Ucuk ucuk ucuk..

Di pesawat juga holding hands dan tangan Tumbe kembali membasah pas take off n landing. Kok nggak ada perkembangan Tumb? Haha 3.5 tahun belakangan ga pegangan tangan naik pesawat karena sibuk nyusuin or mangku kirain ada perkembangan haha.

Tumbe read newspaper, I read gossip column. Lalu kita berdua bahas betapa ribetnya baca koran. Harus dibalik-balik :))) And of course I discussed over million times betapa galaknya abang gua waktu sd diwajibkan summary headline Kompas. Sulit amat assignment Mas.

Nonton in flight entertainment, I watched Tabu*a Rasa. Trs memekik "Ada nama aku!!!" Tanpa sebelumnya copot headphone. Hahaha.. Mungkin utk pertama dan terakhir kalinya ada namaku di bagian thank you filem. Hahaha.

Sampai Batam, dijemput orang hotel. Trs check in trs lgsg makan seafood. Oh iya, salah satu background kenapa lewat Batam soalnya Tumbe sering business trip ke Batam n katanya seafoodnya mantap. Okelah, aku pengen liat Bamb, kamu makan ikan. Lalu, menggila lah kami. Dengan hepoh, gunggung, rajungan, kepiting, ikan, tapis kemudian abis 800ribu berdua bahahaha. Abis semua pula makanannya. Likeeee!

Si Tumbe sangking pengen nunjukkin Batam minta lewat jalan yg penuh pemandangan ke tukang taksi. Makan juga mau yg ada ferry-nya. Trs tukang taksinya jawab: "Tak adalah pemandangan malam malam begini Bang. Ferrypun sudah tak ada yang lewat. Lagipula ferry terlihat pula dari kamar hotel Abang besok pagi." Bahahahahahahaha. Thank you Bamba for the effort :*

Balik ke hotel, sekarang baru bangun deh. Nanti jam 12 naik ferry ke Spore.

Jadi inget loh. Dulu pacaran naik ferry.. Namanya juga pegawai baru kerja kalo ngapel via Batam krn fiskal cuma 500ribu. Trs kalo lagi sendiri balik ke spore lewat Batam, pas di perairan Singapura sinyal putus putus dan ilang rasanya.. mencelosssss.. Oh anak-anakku.. Long Distance Relationship boleh juga dicoba. Tapi jangan jauh-jauh. Yang lucu-lucu aja. Kalaupun Amerika or Eropa kalian akan beli tiket sendiri kan? Bukan Mamah kan? Ya kan? Kan gadis gadis independen kan?

:D

Have a nice Saturday!

Miranti

This is a story about our dear friend, Miranti.





To Tumbe, Miranti is his big sister that he never had. Miranti is Ricky's sister, and that makes her Tumbe's sister too.

To me, Miranti is a girl friend to our stories, others stories and also a place to ask for the best coffee place in town.

To Lituhayu and Amara, Miranti is their OntiMir. Yang setiap business trip kemana-mana selalu bawain oleh-oleh. OntiMir juga OntiMir mereka yang selalu hadir di hari kelahiran mereka dan selalu tau cerita update tentang mereka.

It was around August, when I noticed, Miranti was bothered by constant pains. She was constantly tired, got ulcers all around her mouth and throat, and pain on her knees. I followed up her journey. Doctor hoping. From dentist to immunologist. I know her family quite well, they are the one who built our house, Om Wi. I know that Om Wi, just like I do, have a mega big concern on health and being healthy. I trust Miranti was in good hands.

So I sent her a chocolate pie.

She thanked me and said sorry that she did not have the chance to eat the pie because it arrived just when she was about to leave her house to Singapore, for a second opinion.

And I could not be more relieved that she did not have the chance to eat my chocolate pie..

Because, later on, the doctors restricted her to eat anything that does not come in single package, raw, or not hygiene guaranteed.. Due to her zero immunity.

She was cheerful and act like nothing happened or will be happening when she updated me: "I'm going to do bone marrow test (biopsi sumsum tulang belakang) tomorrow".

Shaking, I consulted with my colleague who also happens to be a doctor. "Semoga Lupus ya Nit. Atau kelainan darah yang lain.." and I asked Miranti: "Ada rash nggak Mir? Di kulit?" dan dijawab: "Nggak kok Nit". And I started to pray, even harder.

The next news I knew was from Tumbe. 8 years of togetherness, over fights, over failures, over mistakes, I've never seen any single tear on his eyes. But not that morning. His voice was trembled, his eyes were teary. "Gic, kamu udah tau Miranti sakit apa?" | "Hah? Belum. Sakit apa??" |" Leukimia akut. We need to go to Singapore asap." *masih merinding*. Sepanjang perjalanan sampai kantor, kita berdua sama-sama nanar dan termangu. Sambil cari-cari informasi tentang penyakitnya dan cari tiket ke Singapur.

Unfortunately, batuk pilek selalu melanda kita berdua dan Miranti sama sekali nggak boleh kena virus karena immune system-nya yang nihil. Ibaratnya kalau kita batuk, Miranti bisa jadi kena pneumonia. Dan lain lain. Akhirnya, what we can do is to support Ricky in Jakarta.

Ricky showed her love to her sister in a very elegant way.. Nggak ada pitty party, dia cerita dengan runut tentang Miranti sambil kita makan malam. Beberapa kali tarik nafas, dan setiap dia tarik nafas, mataku basah. Terutama waktu Ricky bingung mau kasih kado apa ke Miranti, nada dan tatapan matanya bagaikan pengen kasih kado ke pujaan hati dan takut salah. "Kasih kado dia apa ya? Make up, tapi mengandung chemicals. Tas, dia nggak pake.. Buku, nggak suka.. Bingung gue..." Awww Rickyyy.. *still single anyway, for a limited period*

Jadi, diagnosa Miranti adalah Acute Monocytic Leukemia. Miranti harus di chemotheraphy secepatnya dan jika memungkinkan, transplantasi sumsum tulang belakang.

Menjelang cycle pertama kemoterapinya, I asked the kids to to pray for her. Not just my kids, but also my family's, Gengger kids and Geng Makan kids. Semoga doa-doa malaikat cilik cepat didengar supaya OntiMir tidak merasakan sakit yang berlebihan dan kuat menjalani segala prosesnya. Pasti banyak anak-anak kecil lainnya yang doain Miranti. Karena OntiMir selalu thoughtful dan sayang sama anak-anak kecil. And, also Fluffy, her dog. Pasti Fluffy juga doain. Our guardian angels.

Semua sayang Miranti. Di NUH, pengunjung hilir mudik dateng menjenguk. Tadinya me, Wulan and Pepe berencana untuk take turns supaya jangan ada kekosongan di wiken. Not happening. Wiken selalu full house! That's our girl! Betapa banyak orang yang sayang sama Miranti sampai berbondong-bondong terbang ke negeri seberang untuk menengok. Bukan cuma temen, tetapi juga kolega. Ex boss kantor pertama, ex boss kantor kedua, dan tentunya current boss-nya. According to one of her bosses, Miranti Rachmatsaleh is young, beautiful, positive and always full of energy. No wonder, semua sayang dan turut mendoakan.

She smiled a lot.

Sekarang Miranti has gone through her 3rd cycle of chemoteraphy. Tertatih-tatih for sure. Tapi dia selalu positif dan ceria. Kadang-kadang, I forgot that she's in bed receiving treatments waktu ngobrol-ngobrol. And I have to limit myself untuk jangan lama-lama ngobrol karena Miranti pasti capek banget. I tried not to be annoying :D

Hari ini, hari ke-32 pasca Miranti transplantasi sumsum tulang belakang. How cool is that!

OntiMir is a strong gal! Stories behind people who wants to be her donors juga menyesakkan dada. Betapa Ricky berharap penuh gen-nya bisa compatible sepenuhnya dengan gen Miranti. Dan betapa Miranti was being so reluctant to have Ricky as her donor. Tetapi, ternyata ada gen yang nggak compatible dan Miranti dapet donor dari bank donor. Ah, siblings love..

Hari ke-32 pasca transplantasi adalah sama halnya dengan bayi berusia 32 hari. Miranti terlahir kembali! Semua organ-nya belum sepenuhnya mature. Sama persis seperti bayi baru lahir.  Oleh karenanya, Miranti harus dijaga baik-baik kesehatannya sampai 100 hari pasca tranplantasi dan semoga semua selnya berkembang dan compatible dengan sumsum barunya. Happy Birth Day, kesayangan kami!

She's still smiling a lot.

Perjalanannya masih sangat panjang. Immunity-nya belum sampai 1%. Tapi, Miranti pasti bisa! Kalau kata Pepe, she is that strong.

Mari kita luangkan waktu sejenak untuk berdoa untuk Miranti supaya tidak merasakan sakit yang berlebihan, disembuhkan dari penyakit dan diberikan kekuatan. Aamiin.. If you want to support her or you happen to know her, please do leave some comments on this blog.

Oh, her boss created this Caring for Miranti project. Please click this link for financial support.

Thank you very much.. Semoga segala kebaikan dan kemurahan hati untuk mendukung Miranti dibalas oleh Yang Maha Kuasa secara berlipat ganda. Aamiin..

Miranti, I know you read this. We love you, Strong Gal! Lituhayu and Amara (the virus centre) are waiting to see you. Litu will be judes as usual, but once you piggy back her to buy cupcakes, she will kiss you on your cheek. While Amara, the shy girl maybe too shy to say hi to you, but she'll smile at you. I promise.

Get well soon, and come back home!

Product Review: The Body Shop

The review covers Nutriganics Drops of Youth, Instablur and Moisture White Shiso 2 in 1 Brightening Eye Cream.

The Bodyshop and Femaledaily have been very nice to  allow me to: (i)try the products; (ii)take my time on providing this review, as when it comes to skincare, we need some real time to provide an appropriate review; and (iii)be blunt on the review!

Yang mana dulu yaaa...?

Oke, InstaBlur dulu deh. Ini apa sih binatangnya? Primer atau BB atau CC atau gimana sih? 

InstaBlur All-In-One 
5- Action Perfector



InstaBlur adalah Perfector yang dipakai sebagai make up base. Warnanya transparan menuju putih dan mengikuti skin tone kita. Jadi, 1 InstaBlur untuk semua warna kulit! Teksturnya, padat, grenjel-grenjel dan waktu diusapkan ke kulit, langsung velvety. Jadi, si InstaBlur ini kan skin perfector ya, dia menyempurnakan tekstur kulit kita. Melalui apa? Melalui si grenjel-grenjel itu. Jadi, dia semacam menutup lubang-lubang di kulit kita, semacam pori-pori dan fine lines. Untuk lubang segede kawah bekas jerawat gimana? Ya nggak ketutup-lah, itu kayanya  pake filler aja deh ke dokter kulit.. Atau pake filter ratusan di Instagram :DD

Oh iya, ini nama InstaBlur emang terinspirasi dari Instagram by the way. Hahaha. Tau aja, banyak orang selfie dan pake ratusan filter biar muka jadi blur. Semakin blur, semakin cantik. Hahahaha. Aya aya wae.

Back to InstaBlur, katanya produk ini bisa:
  1. Shine Control 12 jam -- Shine controlnya iya. Long lastingnya juga iya. 12 jamnya juga iya sih, tetapi ya nggak seprima pemakaian awal memang.
  2. Blemish Hiding -- Yang ini kurang tau, soalnya nggak jerawatan *ditimpuk*. Hahaahah tenang-tenang, ini karena hormonku udah kalem aja alias mulai dewasa kok makanya nggak jerawatan lagi.
  3. Complexion Unifying -- Teksturnya gel, warnanya transparan keputihan. Setelah diaplikasikan dan dilanjutkan dengan foundation pilihan, yang pastinya sudah dipilih berdasarkan warna kulit dengan sangat teliti, maka.. Voila! Rata dan mulus. Blur! Tanpa ratusan filter!
  4. Make Up Extending -- Karena minyak berkurang, otomatis kesegaran make up terjaga lah ya.
  5. Reduce Appearance of Pores -- Kecuali kawah-kawah besar di muka, iya. Fine lines juga berkurang. Ini perbandingan pemakaian InstaBlur di tangan. Kalau diperhatiin, yang bagian kiri lines-nya jadi lebih blur

    Pardon my Tumbe yang sedang menyuap martabak. Graoooo!

    Harga Rp. 299.000,- untuk 25ml

    Pros: 
    1. Formulanya nggak bikin panas/gatel/bruntusan di kulit[ku]
    2. Cepat meresap dan langsung terasa mulusnya. Dengan demikian, mood menjadi bagus dan aura bahagia terpancar. Lalu, jadi berseri-seri deh.
    3. Nggak berbau
    4. It blurs the imperfection
    5. Not cakey
    Cons:
    1. Spruten tetep ada. Apakah itu tugas concealer?
    2. Tidak mengandung sun block. Tapi, bukan cons juga sih buat eke, karena kebetulan hobiku emang pake sun block. Walaupun CC Cream SPF 30, tetep sebelomnya templok-templok sun block SPF 50. Hahaha. Lebay...

    Kalau abis, bakal beli lagi? Boleh deh..


    Foto Instagram pake InstaBlur. Pake filter sih, tapi nggak ratusan.

    Nutriganics Drops of Youth


    Apa ini? Nutriganics Drops of Youth adalah sebuah serum yang berisikan tetesan tetesan awet muda. Katanya. Apa benar?

    Setelah pemakaian sebulan lebih, bolehlah kita challenge claim product ini ya..
    1. Helps enhance surface skin condition -- Waktu pertama dipakai, memang kulit langsung settt... Kenceng dan mulus. Kayak pake masker tipiiiiis banget. Tetapi enhance surface skin condition? Mungkin perlu pemakaian lebih lama kali ya?
    2. Smoothes -- Karena Nutriganics ini adalah serum, dan tugas serum memang melembutkan kulit ya dengan penggunaan moisturizer tambahan. Jadi, kalau dibilang setelah pake Nutriganics jadi lebih lembut? Iya, karena karena sebelumnya nggak pake serum. Untuk perbandingan serum to serum? To be frank, not on my number one wish list sih..
    3. Instantly moisturizing -- Yes.
    4. 99% of ingredients are of natural origin -- It's Bodyshop gituloh. Pastinya organik dan natural lah ya. Mungkin juga ini jawaban kenapa hasilnya nggak secepat serum lain. Mungkin ya.. Tetapi, yang jelas, to me.. Nggak bikin kulit gatel, panas atau bruntusan is good enough. 

    Tapi bener, makin kesini, pengharapan atas kulit cuma enak dipegang. Pakai produk apapun, selama ya itu tadi, nggak bikin kulit gatel, panas atau bruntusan.. Ditambah lagi kulit jadi moist. Udahlah, cukup bahagia. Efek-efek lain bonus lah ya..


    Ini loh teksturnya
    Nutriganics ini ada di dalam botol beling dengan aplikator pipet. Caranya adalah, teteskan di punggung tangan sekitar 2 tetes, lalu tutul tutul di 5 titik wajah yaitu dahi, pipi kanan, pipi kiri, hidung dan dagu. Habis itu, langsung di usap ke arah atas dan ke luar wajah. Supaya apa? Supaya nggak kondoi kulit. Tadi udah diceritain kan ya, ini kayak masker tipiiiis banget. Nah, dengan aplikasi ngangkat kulit gitu, rasanya jadi kenceng. Takut aja sih ngebayanginnya kalau aplikasinya turun ke bawah.. Halooo gravitasiii! Terus, nggak usah massage massage-an karena percayalah setelah mengusap, si serum ini akan meresap dan secara insting juga kayanya bakal tau produk ini bukan produk massage. 

    Harga: Rp.459.000,- untuk 30ml

    Pros:
    1. Nggak bikin kulit panas, gatel atau bruntusan *tetot.. 3x pengulangan*
    2. Bikin kulit moist dan nyaman
    3. Teksturnya cocok untuk yang suka kepraktisan. Usap usap usap, hajar moisturizer.
    Cons:
    1. Susah  deh netesin pipetnya, apalagi untuk kaum tangan tremor sepertiku ini
    2. Efek dahsyat sepertinya nggak instan dicapai
    3. Harga yang cukup mahal ya. Kalau kepala 3 pasti tanpa pikir ulang akan beli terus.
    Kalau abis, bakal beli lagi? Ummm kalo harganya kepala 3 mau.. Soalnya bikin kulit nyaman dan terasa nggak banyak kimia-nya sih. Yah, atau kepala 4 kecil dehhh harganyaaa.. Yah? Yah?

    Dan terakhir, 

    Moisture White Shiso 2 in 1 Brightening Eye Cream

    Eye Cream.. Krim dalam tube kecil dengan harga yang mahal. Ah, ya sudahlah, demi keabadian kan?

    Hmm.. On eyes.. What do I have? Wrinkles and dark circles. 

    So what is this Shiso thing all about?



    Pernah liat daun ini? Yang suka makan Jepang pasti pernah liat deh. Tempat naro wasabi loh. Garnish untuk sushi dan sashimi. Dulu penasaran pernah nyobain makan daun shiso ini. Minty-minty gitu yah.. Nah, ternyata ada alasan mengapa Shiso dijadikan alas untuk wasabi/sashimi dan sushi. Karena daun Shiso mengandung anti bakterial untuk memerangi bakteri2 dalam makanan mentah. Dan ternyata bisa juga untuk whitening kulit.

    Lalu, Moisture White Shiso 2 in 1 Brightening Eye Cream apa dong?



    Krim mata yang mengandung daun Shiso dengan dua fungsi. Mengurangi dark circles dan mengurangi kelelahan pada mata.

    Oh I love this product.

    Selain kandungannya, the best thing about this Shiso Eye Cream is the applicator. Terbuat dari metal yang dingin di mata. Dan, pas banget untuk mijet mata.. 

    Ok, satu-satu ya.. Secara kandungan, it works for my dark circles. Telaten itu wajib tapi yah..

    Secara kemasan juga oke banget. Dibanding krim mata sebelumnya yang kemasannya di pot, jelas Bodyshop unggul. Karena secara higienitas menanglah ya.. Nggak ada oksidasi udara berlebih dan kontaminasi dari jari tangan. Aplikatornya? Enak bgt.. Tips dari mbak-mbak Bodyshop adalah disimpen di kulkas, Nyes-nya dobel ya karena dingin. Dan dengan aplikator dingin ini (nggak dikulkasin juga dingin kok), fatigue mata berkurang. Cara pakainya: pencet tube-nya sampai keluar jumlah krim yang diinginkan, lalu aplikasikan dengan gerakan keluar mata dengan penekanan sesuai keinginan. Aduh, seger mata langsung deh.

    Pijet mata
    Harga: Rp. 399.000,- untuk 15ml. Tuh kan krim mahal dalam tube kecil.. Eh, tapi makenya kan se-emprit se-emprit ya?

    To me, semuanya pro. Jadi, kalau abis beli lagi nggak? IYA!

    Sekian review mengenai 3 produk dari The Bodyshop kali ini. Really appreciate it that The Bodyshop requires the review to be an honest review. Apology for not providing selfie pictures.. Susah banget euyyyy foto selfie. Harus belajar dari mana ya? Apology juga karena nggak ada foto before after karena kemampuan selfie aja minim apalagi kemampuan fotografi yang bisa konsisten lighting dan jarak ambil fotonya. Takutnya jadi kurang honest gituu.. Atau jadi before before? :D

    Thank you juga, Femaledaily. This review is part of #TBSBloggers.

    Thank you juga Laila Achmad yang udah menjadi teman berbagi uh oh bersama :*



    Product Review: Lime Crime and its Dupe, Borjuis



    Comparison Swatch right after application

    Tanda memasuki usia dewasa matang sepenuhnya, kecintaan terhadap lipstik membahana. Dan warna-warna jambon, merah, ungu yang sebelumnya dihindari karena biasanya pink, nude, terracota jadi masuk ke dalam kantong make up harian. Persis kayak warna lipstik Mijn Moeder x_x

    During highschool and college year, akik kalo pergi dulu eyeliner eksis bibir polos. *apus foto throwback*

    Sampai akhirnya pacaran sama Tumbe yang anti make up. Jangankan lipstik, mascara aja dese protess?? Lalu, tiba di masa perkawinan ke-5. Yaitu akik udah super rebel dan mulai beli2 lipstik yang Tumbe benci. Hampir mau sulam alis, Tumbe bagai mau taro talak dan alis akik beneran bagai kumis pak raden nempel. Hahaha..

    Alis Ulet Bulu dan Tumbe Sang Calon Penalak as Background

    So, here I am. Feeling a bit competent giving a review on lipstick.. Velvet series.. Lime Crime Velvetines v. Borjuis Rouge Edition.

    Yang ngetrend apa yang ngetrend? Lime Crime ya?

    Lime Crime Velvetines
    1. Stain banget. Untuk bibir bibir gelap ini paslah..
    2. Warna2nya bagus
    3. Tahan lama
    4. Teksturnya cair
    5. Belinya P.O jadi penasaran. Pas dateng endorfin dan adrenaline naik. Bagai buka kado ulang tahun
    But..
    1. Kayak pake kutek. Oles, meresap, kering!
    2. Not too comfortable sih ya. Seharian kaya ada lapisan kering di bibir
    3. Not velvety. Garis-garis bibir makin jelas
    4. Have I mentioned kering? I need lip balm. Stat!

    Borjuis Rouge Edition
    1. Stain banget. Untuk bibiw bibiw gelap ini paslah..
    2. Warna2nya bagus
    3. Teksturnya gel
    4. Velvety.. Lembut
    5. Harganya lebih murah dari Lime Crime
    6. Nggak langsung menyerap seketika dan moist. The best moisturizing matte lipstick deh.. I don't even have the urge to apply lipbalm after the Borjuis era.
    But:
    1. No but.

    Jadi, berdasarkan duel antara Lime Crime Red avelvet dan Pink Velvet dengan Borjuis Peach Club dan Ole Flamingo.. Pemenangnya adalah.... Borjuis!!!!

    Horeee! Congrats Borjuis, niscaya akan kubeli 6 warna lainmu...

    The best thing about these lipsticks, Lime Crime and Borjuis, I don't need to touch up after every meal! That's because my dad hates girls who re-apply her lipstick at the dining table. Thanks for the early table manner education, Pak!
    After several minutes application. Can u see the different? Lime Crime is so matte and cat tembok-ky while Borjuis is more velvety
    Red Velvet Lime Crime
    Peach Club Borjuis


    And how about the most important review of all? From le husband and le daughter? Semuanya oke. Tumbe sekarang suka liat akik pake lipstik dan malah kurang suka nggak lipstikan. Lituhayu jadi si Pemilih Warna Hari Ini. Sering dia pegang pegang semua lipstik dari make-up pouch. Tinggal tunggu waktu aja kok. Dulu mamanya ngabisin lipstik eyang sampe habisss...

    Bali

    Awal-awal tahun 2014 ini, kita ber-lima (Tumbe, moi, LDS, Amlet dan Mbak Leha) liburan ke Bali sambil menghadiri pesta perkawinan sahabat Tumbe.

    He's special. Karena dari satu dan lain cerita, dialah yang memperkenalkan Tumbe and moi :D

    Geng-nya Tumbe dari SMA yang super deket. Tiap pulang kantor, konon, kata Mama Tumbe, selalu dateng ke rumah dan main di kamar sampe malem. Bahkan waktu kerusuhan 98-pun, ngungsinya ke rumah Tumbe.

    From my side, dulu waktu kuliah dikenalin temen. Terus doi jadi sering ikut sit in kuliah di FHUI. This friend, studied at Ohio. Setiap liburan kuliah, pasti main bareng. Entah cuman makan Pecel Ayam PL, ke Ambas, ngobrol-ngobrol dan lain sebagainya. Anak muda, namanya juga kan?

    Ya uds, 2006, waktu Tumbe balik ke Jakarta for good, kita dikenalin. Terus kawin deh. Abis itu tiba-tiba anaknya dua deh. Hihihi.

    Back to the Bali story!

    Kita di Bali selama 7 hari, 4 hari liburan dan 3 hari dalam rangka kawinan.

    4 hari liburan nginep di Amarosa Bali. Oke juga, walau nggak spektakuler. Kenapa pilih Amarosa? Ya, karena Anwar Fuady yang milih dan harganya reasonable. Eke sebagai si anti-Bali manut-manut aja. Yang penting perut anak kenyang. Begitu sampai di hotel, langsung nyuruh Mbak Leha dan supir untuk ke Carrefour belanja bahan makanan. Beli sayur dan daging. Mbak Leha bahagia karena tenderloin, menurut doi, lebih murah dari di Jakarta. Masa' sih Mbak? Gosip aja lo ah..

    Btw, enak banget ya liburan ala nyonyah bawa suster. Anak tau-tau bersih dan wangi. Makanan anak tau-tau siap. Barang-barang tiba-tiba udah ter-packed dengan baik. Apalagi kalau anaknya lebih dari satu yaa.. Enak banget loh kalo salah satu butuh distraction :D

    Kemana aja? Ke Pandawa Beach, ke tempat-tempat hip Bali, ke Bali Safari, ke Mak Beng, dan keliling Bali deh pokoknya. Puas, puas dan puas.

    Kok Bali jadi menyenangkan ya sekarang? Dulu waktu Bulan Madu rasanya macet, panas dan sering mati lampu. Sekarang kok nggak macet, dan seru? Apalagi dengan adanya jalan tol yang bikin kemana-mana jadi cepet.

    Apa karena ada anak-anak ya? Seru bangetttttt... Panasnya tolerable, pasir nyangkut-nyangkut di sendal juga.. Oh.. Well.. Yaah.. Okelaaah..


    Setelah selesai liburan, saatnya kawinan. Pindahlah kita ke Rimba. Duh, seru amat. Sebagian besar tamu hotel temen-temennya Tumbe. Seru loh, sarapan bareng, jalan-jalan bareng, oper-operan anak hahaha. Yang kawin juga santai amat. Malem sebelom kawin masih happy go lucky ke rock bar. Asik ya? Nggak perlu midodareni hihihihi.

    Oh iya, kawinannya di Banyan Tree Ungasan. Jadi, dari hotel berbondong-bondong kita ke Banyan Tree. Such a beautiful wedding.. Kayak yang ada di internet-internet deh. Semoga langgeng dan bahagia selalu yaa :*

    Dilanjutkan dengan after party, when I left the kids with Mbak Leha and I became the worst Ibu Menyusui ever! Pulang-pulang tengleng. Hihihi.

    Pokoknya, terima kasih Bali. Terima kasih anak-anak. Sekarang liburan bisa ke Bali karena menyenangkan :D


    It's been a while!

    Wawwww.. Udah lama banget nggak ngeblog!

    Belakangan ini emang lagi tergerus kehidupan. Jadi ngeblog yang enaknya in between works dan pake laptop kantor terpaksa jadi sebelum tidur dan pake henfon. Which is not good! Nggak enak loh ngeblog pake henfon. Blogger macam apa aku ini? Kayanya bahasa nggak bisa semengalir kalo pake keyboard dan cetok cetok cetok. Belum lagi komposisi foto suka kurang jelas dan berantakan.

    Ini banyak banget deh yang mau diceritain..

    Dari:

    1. Bali
    2. Review make up (Body Shop)
    3. Cerita-cerita random tentang anak
    4. Kesok-tauan tentang berbagai hal
    5. Lipstick
    6. Korea
    7. Review make up (Korea)
    8. Cirebon
    9. Wiken yang menyenangkan, dan
    10. Cuti 4 hari yang saat ini sedang dijalani

    Wihuuu!!

    Nanti malam dilanjut lagi ya. Sembari kerja tengah malam (padahal cuti). 

    Ohh.. Aku tergerussss!

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
     
    The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects