Friday Chat

Dari dulu, pertanyaan yg paling dibenci saat saat kencan pertama adalah: "Suka musik apa?" Susah bgt tuh pertanyaan basa basi yg ditujukan utk memulai percakapan. Asli, susah. Karena..

I don't listen to music, nor TV.

Daripada dengerin musik di mobil mendingan ngobrol tau. Daripada nonton konser mendingan pacaran tau (walau kl nonton konser bisa dipeluk syahdu dari belakang ya dan sok melankolis menatap panggung yaa.. Tapi peluk dari belakangmah di mall aja deh.. Nggak berisik!) Hahahaha. Kasian ya Tumbe, bininya anti musik, anti TV dan anti bioskop pula. Sungguh nggak seru.

Tapi namanya juga udah kawin ya bok. Harus terima apa adanya kali, ah. Walau pasti ada fleksibilitas lah. As long as nggak kekencengan volumenya, boleh lah musik di mobil. As long as it's 311, boleh lah ntn konser. As long as ceritanya bagus, bolehlah nonton bioskop. Tapi tetep aje, nggak seru amat. Hihihi.

Tadi malem, pulang makan Din Tai Fung, radio nggak dinyalain n kita ngobrol. Just the way, ahak ahak.. I like it!

Topiknya ttg makanan, sejarah dan suku. Wohoo orgasmic yaaaaa...

Kesimpulan-kesimpulan sotoynya:

1. Kenapa makanan Jawa Tengah cenderung manis? Karena kompeni banyak basenya di Jateng dan bangsa kita serve makanan mereka. Kompeni mau nggak mau lebih advance taste-nya dan memang penambahan gula di rasa asin bikin jadi gurih.

2. Kenapa makanan di daerah pesisir pasti asin n ga pake gula? Karena deket laut dan produksi garam.

3. Kenapa orang Palembang bisa sarapan Pempek dan Pempek itu bagai pasta yang 1 jenis berbagai bentuk? Ini nggak tau sih. Apa jaman dulunya ga ada sawah ya? Jadi makan tepung n karena di pesisir dicampur ikan gitu?

4. Mengapa makanan Sunda keringan n ada lalap? Soalnya rimbun. Hahahaah.

5. Mengapa ada Selat Solo, Sup Galantine, Setup Makaroni? Karena kompeni menduduki Solo.

6. Mengapa Setup Solo pakai garem dan telor (serta bubuk kaldu) instead of cheese? Karena makanannya londo tapi orangnya Indonesia dan saat itu ga mampu beli keju.

7. Mengapa kita dijajah lama oleh kaum Londo? Karena ikan asin aja kita sebut gereh. Yang artinya lauk dalam bahasa Belanda. Sementara orang Londo nggak yakin deh ada yang makan nasi sebakul dengan gereh doang. Secara nutrisi, udah kalah ya sama yang makan gandum dan daging.

8. Mengapa anak muda Manado masih banyak yang bisa masak resep original Manado? Karena sistem kekerabatan yg kuat melalui perkumpulan n party2 dari kecil yang menghidangkan ayam woku, paniki, klapertaart dll membuat mereka pingin makan makanan mereka terus. Hebat!

9. Mengapa kalau kita makan nasi panas, sambel dan ikan asin bisa nambah dua bakul? Karena our body craves for protein. Dan nggak makan protein bikin laper loh.

10. Mengapa ada kerupuk? Soalnya biar kenyang dan enak. Coba kalo makan soto ayam dicelup kerupuk putih. Kenyang dan enak sempurna kan? Jadi bisa mengalahkan craving protein (ayam cuma disuir). Dan kurang protein menyebabkan apa? Ya ujung-ujungnya menjawab kenapa ada yg lebih hebat dari bangsa kita in general.

11. Mengapa Perancis bisa merasa dirinya creme de la creme dunia kuliner? Karena mereka bisa spare waktu melakukan garnish dan hidangan cantik (yg artinya makan bukan cuma buat bikin kenyang belaka tapinada experience-nya). Karena raw material mereka butuh effort besar. Bukan cuma hati ayam, tetapi foie gras. Butuh proses untuk sebuah raw material. Karena mereka bisa punya waktu nyiapin 13 courses. Karena dessert mereka bukan hanya buah potong, tetapi another complicated process.

12. Mengapa makanan Ethiopia (kita udah pernah coba makanan Ethiopia sekali) cuma mblek mblekan dan taste kurang oke? Buktinya susah cari resto Ethiopia kan? Ya karena mau makan aja susye ye.

13. Mengapa makanan India kaya rempah, dan India banget? Mengapa nggak keliatan adanya asimilasi budaya di makanan India? Karena India jajahan Inggris yg agak di abandon.

14. Mengapa Jepang bisa stand up di antara Asia dan bisa perang lawan Amerika? Karena makan ikan mentah dan makanan lainnya bukan tipe nget-ngetan yang makin di angetin makin enak.

15. Mengapa burrito dan fajita isinya sama? Karena Mexico juga negara ketiga. Gimana bisa ada nasi sebanyak itu dicampur dan dilipet dalam burrito? Biar kenyang dan beres urusan. Karbo aja dibanyakin dan kembali kerja, kerja, kerja. Nggak ada waktu!

16. Mengapa Cina bisa, by fact, menguasai dunia? Liat aja makanannya. Berbagai bahan makanan bisa diolah. Sayur, jamur, ayam, ikan, daging, babi, telur, tepung, udang, belut, burung, kepiting, bahkan kambing loh (walaupun jarang ada di ordinary chinese resto). Segala mie rootnya dari Cina. Mau namanya spageti kek, udon kek, soba kek, mie telur apalagi.

17. Mengapa negara 4 musim relatively lebih maju dari 2 musim? Karena mereka harus bisa planning yang bagus. Kapan harus makan apa, kapan harus nimbun makanan, bagaimana bisa survive?

18. Mengapa Norwegia jadi negara terendah korupsi dan teranteng dengan tingkat kehidupan tertinggi? Wild Norwegian Salmon? Mereka sekarang anteng karena Omega 3 bikin emosi stabil kali ya?

19. Mengapa Eropa bisa punya armada laut yang kuat dan bisa menjajah kemana-mana? Karena siapapun yang akhirnya memiliki armada kuat dan menjajah itu telah memenangkan konflik dan kompetisi di benuanya. Jadi? Konflik dan kompetisi penting ya? Dengan populasi lebih rapat, gesekan lebih banyak, masalah lebih banyak dan beragam, konflik lebih intens, kompetisi lebih tinggi, lalu lahirlah sang pemenang. Dalam setiap masalah pasti ada buah pemikiran. Bukankah ada kisah yang dishare Leija dimana ikan ikan pada lemes dan mati ketika dibawa melalang buana tapi setelah dicemplungin hiu si ikan-ikan malah pada seger dan nggak ada yang mati? Hello, Tiger Mom :)))

Tau-tau udah sampe rumah nggak nyalain musik. Makasih Tumbe obrolan sotoy tadi malem. Makasih juga kemaren ngigo-nya "Garem Litu abis?" Yang artinya sudah menasbihkan dikau menjadi MPASIzilla Laki Laki!!! Couldn't be more proud!

Sekarang sabtu pagi jam 6.30. Saatnya mandi dan nemenin Mijn Moeder ke Kelas Masak Diabetes.

Have a nice weekend and please do share ur toughts over our silly toughts!

2 comments:

lovoberry said...

Mba Nit, yang pempek Palembang, pernah kepikir juga ituu,, secara 10 tahunan hampir disana... sampe bingung ko semua dibuat dari adonan pempek?? Model? Tekwan? Kerupuknya juga itu kayanya pempek dikeringin deh, huahaha... tapi sukaaaa,,, sarapanpun nyuko,... :D

Annisa Satriana said...

Emang Litu garemnya dibedain Mba Nita? Penasaran aja..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects