Nasib Anak Ke[dua]

Waktu LDS bayi, salah satu hobi yang mencetuskan sebuah perenungan adalah ketika ngelus-ngelus telapak kaki doi. Ya ampun.. Halus banget! Kulit terhalus yang pernah ada. Terus mikir, iyalah kan belom jalan. Belom tau kerasnya tanah dan kehidupan (sambil ngelus telapak kaki sendokir). Dan bener, seiring LDS mulai bisa berjalan, telapak kakinya mulai mengeras. Masih halus, tapi keras. Oh well, akan adanya masa ketika doi pulang sekolah dan akik ngelus telapak kakinya sambil merepet "Anak gadis kok kakinya kapalan begini. Malu dong.." sambil ngolesin lotion. Just like what my Mom did to me.

Ketika telapak kaki LDS mulai bertekstur dan keras, hadir telapak kaki halus baru. AmLet. Alhamdulillah.. Dan, sekarang udah mulai bertekstur jogaaaa..!!! Aaa kok pada cepet gede siih?

Apa kabar AmLet si anak kedua? Apa benar anak pertama itu premium collection sementara anak kedua dan seterusnya koleksi sehari-hari? Oh, trust me they're not!

Sering denger kan becandaan mamah muda beranak dua begini "Hahaha, ya udahlah yaa.. Nasib anak kedua." Atau "Yah kan dulu anak pertama ya bokk.. Semua nomer satu."? Itu semua boong lagi. Itu kita cuma sok rebel dan sok santai aja hahaha. Biar kedengeran cuek ajaa. Hihihi.

The truth is..

Anak kedua kita lebih berpengalaman dan belajar dari kesalahan anak pertama.

Contoh:

Baby Gear
Kita udah nggak segagap dulu. Dan mengerti sepenuhnya, daripada beli infant car seat mendingan pakai car seat 0-18bln punya kakaknya karena ada hal yang lebih besar diujung sana.. Sekolah!

Makanan
Katanya anak kedua lebih los dari anak pertama. Nggak sih, tapi malahan ilmu lebih tinggi di anak kedua daripada anak pertama. Dulu bikin biskuit sendiri kok sekarang kok nggak? Karena kayanya gizinya bagusan ubi ungu dikukus doang daripada dikukus dan dipanggang.

Ya gitu-gitu deh.

Sekarang lagi tahap re-assess sekolah Litu (padahal baru aja bayar sekolah setaun di depan). Kalau emang oke, Amara masuk situ. Tapi kalau ternyata nggak, ya apa boleh buat.

Ah, pokoknya segala yang terbaik untuk anak-anak kita semua. Aamiin.

Eh, terus para telapak kaki apa kabar? Nih yang gede masuk mobil maksa pake kalung mama dan minta dianterin nunjukkin ke Nevan, cowok kecil tetangga. Trs karena Tumbe nggak fokus dan melewatkan permintaannya, doi bete. Yang kecil? Udah makan churros dengan gula, garem dan saus coklat. Aaakk.. Dasar telapak kaki-telapak kaki mulai bertekstur.. I love you!

2 comments:

PoppieS said...

TRUUUUUUUUUUUUUUEEE!!!!!

Gila. Kenapa sebelumnya sulit sekali orang menjelaskan ini tapi kamu membuatnya begitu mudah dimengerti.....

Alafyu mamahmamah muka merenung menunggu datangnya pesanan jamu di pasar modern.. :*

Renta Marito said...

Klo mama aku pas anak pertama kuat ngajarin sendiri giliran aku (fyi anak kelima) anaknya ngabur main kgk kekejar kalah sama encok, klo bandel anak pertama dikejar pake ijuk klo aku ya udah deh diteriakin aja dr jauh, emang lbh enak jd anak lebih kecil lah...Hahahaha....*dilempar ijuk ama emak gua*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects