Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang

Bukan rahasia lah, apa-apa naik, penghasilan segitu-segitu aja dan kemauan banyak bener.

Me and Tumbe, kita nggak beli baju, sepatu,tas atau liburan. Kami sederhana dan nggak trendi. Tapi, when it comes to food.. Roarrrrr!!!! Nggak pake ngitung dan sudah berlanjut sejak kita naracap. Filosofi Tumbe: "Makanan nggak boleh diitung". Karena istri mengikuti pimpinannya, ya udin. Ora ngitung, blas!

Setelah kenyang jalan-jalan dan makan di luar sejak pacaran, beberapa waktu ini kita memutuskan kembali ke rumah dan makan masakan rumah. Jadi lebih murah? Nehi. Soalnya yang dipertuan agong-kan maunya cuman daging, paha ayam, lidah dan iga. Tempe, tahu, ikan? Bukan itungan makanan buat dese. Cemilannya Smarties tube besar, Baskin 1 pint kalo abis gajian, Walls 1 pint kalo tanggal tua, Alpenliebe 1 kantong sekali glek, Astor setoples sekali hap, Choki-Choki 1 kardus untuk semalem. Pokoknya, ngeri lah kalo liat trolley belanjaan.

Yang cukup bikin ngeri juga belanjaan MPASI Litu yang harus 3 hari sekali. Bahahah.. Masih yaa idealis :p The problem with MPASI grocery is.. Walaupun yang dibutuhin cuman daging atau ayam tapi tangan tetep ngambil chai tea variant baru, nyobain barbeque sauce yang itu, nyobain steak rub yang itu, baca resep perlu minyak ini minyak itu, dan jadilah belanja tiga harian yang moahaaallll dan berulang 2 hari berikutnyaaaaa :))

Semakin kesini, kami berdua semakin licik. Semakin nggak ada yang mau bayar belanjaan :))))) Tumbe somfret bener emang. Giliran kasir udah mau selesai scan barang, doi ajak Litu main-main. Abis ngangkutin barang, doi dorong Amara ke luar kasir. Akik? Nggak mau kalah. Giliran kasir udah mau selesai scan barang, sok sibuk angkat telpun atau sok panik mau nyusuin :)))))

Level kesompretan masing-masing gradually naik. Setelah Tumbe menang nggak bayar belanjaan, dia bisa bilang "Gic, tadi aku terima tatapan kilat loh di kasir. Desiiiinnggg!" atau "Tadi aku liat ada kilat-kilat di kasir. Taunya mata kamu" gara-gara ya gondok kaliii modus bener tu anak. Hiihh!!

Kemarin ini naik lagi level si Tumbe. Doi nanya loh ke kasir Lotte Mart pas akik keluarin Debit BCA dengan lemas.. "Mbak, disini silau ya?" TUMBEEE!!!!! Si Mbak Nunung yang ikut belanja selalu ikutan ketawa-ketawa. Berarti, harus lebih lincah dan sigap ambil alih anak yaa.. Saat kewajiban bayar di kasir datang. Hihihi.

On one fine weekend, kita tiduran ber-4 di kamar. "Nggak papah ya Bamb, walau nggak punya uang kan hati senang ya?" terus nyanyi sambil youtube-an: hati senang.. walaupun.. nggak punya uang.. ooo..

Kok bisa ya, kantong bokek tapi hati hangat?

2 comments:

Meta said...

Bisa dong...kan paruik kanyang, hati sanang! hihihi. Ajaran mak gw.

and I live by that principle.

eMi said...

Hahahaha.. kok sama mbaak...:)) *Tos*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects