Being a Tumbelina

Hello there! Life's been busy busy and busy..

Went to Singapore for a business trip last week, and I decided to be someone else, my husband..

Tumbelina is simply the most simple person I've met (and I cannot be more grateful), while I'm a more complicated one. Doi menjalani hidup dengan positif, akik precautious dan.. yah.. sedikit negatif. Doi puasa ramadhan effortless bertahun-tahun nggak pake saur, akik jarang puasa, puasa pertama taun ini kontemplasi kematian. Apaan sih?

The only fear is actually we're on the same age. Kalau doi cerah ceria muda belia akik keriput dan bersungut-sungut bejimana?

Akhirnya, I went to Singapore being a Tumbelina..
1. Nggak bawa USD/SGD dan Rupiah cuma 200rb (utk airport tax)
2. Nggak bawa print-printan tiket, dan
3. Batere henfon mati jadi nggak bisa nunjukkin ke petugas di pintu masuk.

Asliii.. Berdegup amat. Tapi kata Tumbe yg anterin sampe pintu masuk bilang gini: "Bilang aja henfon mati. Aku sering kok." And, he's right! Bener ya, idup nggak usah ribet dan dibawa ribet.

Sampai Spore jam 11 malem, I did what Tumbe would did. Beli coklat! Tapi kalo Tumbe utk konsumsi pribadi, akik agak mikir panjang takut ga keburu beli oleh-oleh jadi beli oleh-oleh coklat sekarang aja deh. Makan malem di airport and went to the hotel.

Sisanya nggak begitu menarik untuk diceritakan.

Tetapi, pada hari ke-4, I did a very bold action (that Tumbe do). Pada saat keramas.. Tuang shampo ke tangan, usrek usrek, tuang conditioner ke tangan, usrek usrek, bilas! Damnit Tumbe banget bikin shampo 2in1 sendokir!

Hahaha. Sekian cerita mengenai 4 hari menjadi Tumbe. I survived tho. Nggak bawa cash, nggak print tiket dan campur shampo dan conditioner waktu keramas.

Dijemput Tumbe jam 9 malam dan sampai rumah jam 9.30 karena tol baru yg menyebabkan airport-rumah cukup 30 menit aja.

Nice to have a simple life ternyata. Hahaha. Cukup 4 hari aja tapilah, kan be yourself :))  *brb kontemplasi hidup dulu*

3 comments:

Renta Marito said...

Aku juga klo tiket mesti di print 2 kali malah takut nanti perlu pdhl di hape jg udh ada...Trus cm urusan nginep puncak nih bawaan bs banyak banget cm urusan kayu putih lah, tensoplas, tolak angin, obat sakit perut...Dikehidupan sebelumnya gua kasim kerajaan kali yak jiwanya nggak nyantai amat...;D

Nita said...

Hahaha kita cewek kan gitu yah memang..

Indriani Cyntia said...

hahahahha mba nit sama banget sama suamiku suka nyampurin sama conditioner jadi satu, kenapa bisa begitu ya..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects