Merombak Yang Perlu Dirombak

Doctors and Experts, they change their mind every 10 years or so.

Dulu yang ideal tidur di box, terus berubah co-sleeping, berubah lagi di box lagi. Dulu ASI numero uno, abis itu susu formula elit nomer satu, sekarang ASI is golden. Dulu makan 2 hari, terus 4 bulan, terus 6 bulan. Dulu bayi harus pisah sama ibunya pasca melahirkan (takut kena virus dan bakteri), sekarang harus tidur bareng dari jam pertama hadir di dunia.

Ini semua mengajarkan satu hal.. Makanya jangan ekstrim-ekstrim ah. Apa yang terbaik saat ini belum tentu yang terbaik dari yang terbaik. Apa siih :DD

Anyway, terbukti nih. Baru dua taun bedanya antara Lituhayu dan adiknya, pakem sudah bergeser.

Jaman Lituhayu, jidatnya nggak boleh dibelai-belai. Kalau susternya membelai langsung digraot sama mamanya. Kenapa? Soalnya kasian syarafnya yang masih halus jadi lemah. Ini pendapat Prof. Moeslichan yang notabene DSA eke dari bayik. Make sense sih, jadi tak ada salahnya lah diaplikasikan. Ini insya Allah nggak akan berubah.

Yang mungkin berubah adalah metode tidurnya.

Jaman Lituhayu harus co-sleep. Menghindari SIDS, membuat anak lebih comfortable dll. Ini gara-garanya suster Carolus datang dan kasih saran supaya tidurnya bareng aja. Kasian kan, di tempat baru, suhu baru, lighting baru dia sendiri. Padahal biasanya nempel sama ibunya, angetnya pas, lightingnya pas, bisa denger jantung dan aliran darah :') Luluh akuu.. Luluhhh...

Ternyata ada yang disebut independent sleeper. Tidur sendiri mak! Cuma dinyanyiin, dielus-elus punggung, tidur. Lessss... Ya Allah.. Amazing banget itu ibunya! Ada juga katanya anaknya begitu lampu mati atau begitu stroller direbahin langsung tau itu waktunya tidur. Subhanallah. Hebat bener kamu nak! Konon dari hamil udah harus dibilang-bilangin. Terus pas new days juga dikenalin kalo tidur itu pas gelap, kalau terang waktunya main. Jadi nggak heboh main dan kejer malem-malem.

Lituhayu  mungkin dibandingkan sama Poni yang tidur terpisah hasilnya Poni lebih mandiri dan bisa tidur sendiri ya? Ini membandingkan bukan 'membandingkan' in a bad way kok sayang, semata-mata untuk mencari yang terbaik aja :)

Jadi, adiknya Litu gimana ini?

  • On Sterilizer
Sampai sekarang Lituhayu masih sterilan piranti makannya. Padahal Suster Carolus yang pernah inspeksi ke rumah bilang nggak usah pake sterilizer. Katanya karena bakteri di rumah itu bakteri baik. Bagus untuk imunitas bayi juga. Jadi, jangan terlalu steril karena nanti malah jadi rentan. Cukup diseduh air panas aja cukup. Tapiiiii... Panasonic Sterilizer-ku terlalu menggoda untuk diputer setelah nyuci botooll.. Dan kebablasan sampai sekarang hehehehe.

Tapi yah, mengingat ada beberapa bahan yang kalo dipanasin keluarin toxic (siapa tau gitu kelewat beli yang bukan BPA Free), apa emang mending ga usah pake sterilizer ya?

  • On Pacifier
Urusan bayi jangan macem-macem deh sama Leija. Dia yang pertama bilang "Pacifier? Why not?" Ini pasti ibu-ibu ASI pada protes. Karena ajaran garis kerasnya anak ASI haram hukumnya pake dot botol apalagi pacifier/empeng. Di Malaysia setiap kemasan empeng atau dot selalu ada himbauan bak rokok gitu, kalo nggak direkomendasikan utk yang menyusui. Tapi orang pintar pasti bukan yang ekstrim, apalagi sok tau. Contohnya nih, si Mayo. Siapa sih sekarang dokter-dokter terhebat di dunia? Dokter di Mayooo! Dokter Yovita secara implisit pernah bilang: bahwa pacifier harus dilepas umur 1 tahun. Jadi, nggak ekstrim juga ya doi.

Takut bingung puting? Tunggu sampe breastfeed is well established.
Takut gigi tonggos? Jangan keterusan, cukup setaun aja.
Takut kotor? Ya dicuci kali enggak?

Nih Pros Cons-nya

The pros

For some babies, pacifiers are the key to contentment between feedings. Consider the advantages:
  • A pacifier might soothe a fussy baby. Some babies are happiest when they're sucking on something.
  • A pacifier offers temporary distraction. A pacifier might come in handy during shots, blood tests or other procedures.
  • A pacifier might help your baby fall asleep. If your baby has trouble settling down, a pacifier might do the trick.
  • A pacifier might ease discomfort during flights. Babies can't intentionally "pop" their ears by swallowing or yawning to relieve ear pain caused by air pressure changes. Sucking on a pacifier might help.
  • Pacifiers might help reduce the risk of sudden infant death syndrome (SIDS). Researchers have found an association between pacifier use during sleep and a reduced risk of SIDS.
  • Pacifiers are disposable. When it's time to stop using pacifiers, you can throw them away. If your child prefers to suck on his or her thumb or fingers, it might be more difficult to break the habit.

The cons

Of course, pacifiers have pitfalls as well. Consider the drawbacks:
  • Early pacifier use might interfere with breast-feeding. Sucking on a breast is different from sucking on a pacifier or bottle, and some babies are sensitive to those differences. Research suggests that early use of artificial nipples is associated with decreased exclusive breast-feeding and duration of breast-feeding — although it's not clear if artificial nipples cause breast-feeding problems or serve as a solution to an existing problem.
  • Your baby might become dependent on the pacifier. If your baby uses a pacifier to sleep, you might face frequent middle-of-the-night crying spells when the pacifier falls out of your baby's mouth.
  • Pacifier use might increase the risk of middle ear infections.However, rates of middle ear infections are generally lowest from birth to age 6 months — when the risk of SIDS is the highest and your baby might be most interested in a pacifier.
  • Prolonged pacifier use might lead to dental problems. Normal pacifier use during the first few years of life doesn't cause long-term dental problems. However, prolonged pacifier use might cause a child's top front teeth to slant outward or not come in properly.
Jadi gimana ini adiknya Lituhayu? I'm considering to give her pacifier, terutama kalo lagi berpergian naik mobil. Soalnya aku mau...

  • Pake Car Seat!
Lituhayu muda dulu patuh pake car seat. Ih, aku bangga berpergian berdua sama doi. Babyshower malem-malem. Doi di belakang, tidur di car seat, mama pake gincu merah ketemuan sama temen-temen. Tapiih, ketika nanny mulai silih berganti. Semakin banyak komentar "Kasian anaknya, masih kecil nangis-nangis dipaksa duduk". Bukan cuma ortu, tapi banyak nanny (karena silih berganti). Akik risih juga, dan mengorbankan anak *nunduk* Sekarang Lituhayu liar nggak pake car seat :((

Tapi.. Masih ada harapan!
Adiknya akan pake car seat, dan diharapkan Lituhayu ngiri dan pengen naik ke car seat sendiri di usia 2 tahun. Nah, kalo adiknya rewel padahal abis nyusuin? Slep. Slesepin pacifier. Begitu teori-nya. Baca di artikel mana gitu, lupa link-nya.. Banyak ibu-ibu bulay yang akrobat nyodorin nenen-nya ke bayi yg lagi ngamuk di infant car seat-nya, tapi ada juga yang santai nylesepin pacifier.

Yiukkk...

Masih ada 2 bulan lagi untuk mendalami hal-hal yang perlu dirombak. Mari, ibu-ibu :*

8 comments:

Arman said...

yah sebenernya apapun itu kan pasti ada plus minusnya ya gak... lagian cara apa yang terbaik itu kan juga cocok2an...

yang penting kalo menurut gua, apapun yang udah lu putuskan (bersama suami) ya itu yang dijalankan. dan jangan terlalu mendengarkan komentar2 orang. harus teguh pada keyakinan... itu intinya. :)

Nita said...

iyaa.. harus konsisten yah kuncinya :DD

risti said...

MARIII!!! marimar, AWWW! terharu benjet loh akyu di link kan dimarih ihihihi... sumangat pus!!! *sembur air kaya dukun*

Miss de Saire said...

Kalo menurut gw sih pada akirnya gimana ke pede-an emaknya aja ya nit.. Kalo banyak denger kata orang, takut ini itu, pasti berabe deh akirnya, hihihi...
yg paling mencengangkan buat gw, Tristan dari umur 2minggu minum asi pake botol + dot (kl lagi ga nenen), alhamdulillah ga pernah bingung puting smp lulus asi. Soalnya emaknya ndablek dan ga peduli kata orang kali yaa.. *apa anaknya yg rakus??* :P

mrs rizki said...

pengalaman pribadi nit, begitu dilepas dari carseat, ogah dia balik lagi.. hukss.. trus dah gitu adeknya begitu liat si kakak banyak gaya tanpa carseat bawaannya senyo, sirik abis hihihi..

Nita said...

@risti: *tadahin semburan* kamu kan inspirasikuuu

@AYa: hihihi Tristan pintarr

@mrs. rizki: itu dia tuh.. kemaren baruuu aja prediksi hal itu. mulai wiken ini mau mulai iket lagi deh :D

Leija said...

Plok plok plok!!! Jadi ibu memang harus towtalitas, mengikuti perkembangan rekomendasi dokter, sembari beropen-mind. Ceileh!

On Sleeping: ini aku gatot, puspi. Crib Raya yang segede lapangan bola cuma buat ganti pempes aja. Gue pengen latian independent sleeping tp entah kapan, krn harus alokasi hari dan stamina kheuseus kan.

On Sterilizer: gue juga gak saklek soal ini. Semenjak Raya doyan jilat lantai (dan baik2 saja), gue bebaskeun lah. Ada sterilizer boleh pake, kagak juga gpp yaaa hihi.

On Pacifier: hahahaha! Walaupun gue punya 3 pacifier dan semuanya ditolak Raya, I'm still a believer of paci kalo emang bisa memuluskan jalan ke greater cause. Misal, utk bikin anak anteng (dan terbiasa) di carseat spt kata lo, di pesawat terbang, di perjalanan, di tidurnya etc etc. Kontrol ada di kita, bukan di anak. Kalo kudu buang ya buang yeee. Semangat!!!

Carseat: Tolooong! Raya cuma pake carseat 2 bulan lalu meliar! Akhirnya skrg disogok pake makanan. Cemilan abis? Kembali liar ala titu. Police, arrest me!

Yustine Pramudhito said...

akkk.. masalah pacifier nih. dulu pas Tara kecil dibeliin, daripada ngempengin dot-nya dan bleberan kemana-mana. lalu apa daya, ditolak :( padahal lucu yahhh hahahaha

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
The disclose diary of mine © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects